Wednesday, October 05, 2005

Akhirnya Gua Nonton 'Janji Joni'

Setiap orang memang mewakili zamannya.

Kalau dia tumbuh dengan alunan ganteng Tom Jones, bisa dilihat dengan gayanya yang gallant, sedikit cunihin dan tentunya vocabulary yang bussset dah, toku banget tuh bahasa! Bukan begitu zus? *sembari mengerling*

Masih belum cukup? Oke.
Beberapa orang generasi gua tumbuh dengan musik grunge. Masih rock, tidak lagi rambut sasak, tidak lagi glam, dan agak gengsi mendayu-dayu seperti Amy Search. Film-filmnya pun karya (pada saat itu absurd) Lynch, Tarantino dan sesekali Polanski. Pokoknya kritis, terdengar smart, dan semangat sekali mengawali generasi baru. Secara generasi sebelumnya sudah mulai usang dan gak up to date lagi. Ingat waktu grup Poison atau Stryper mulai dibilang banci kan? Padahal mereka rock n roll lho.. teuteup.

Begitulah film Janji Joni ini.
Bak mengikuti perjalanan Michael Jackson dari hidung bulat sampai moncong ikan marlin. Moonwalk, ‘hee-hee’, garuk biji dan berdiri berjingkat. Semuanya seperti tertuang di film ini. Kentara sekali referensi dari sang sutradaranya. Idiom ini, sosial itu, film ini-itu sampai Kejarlah daku.

Dari awal film gua udah bersiap-siap melakukan ‘serangan-serangan’ a la Diki Satya. Mengingat bahasan gua di atas, sutradara ini pasti gak jauh beda umurnya dengan gua. Dan pastinya, gak beda jauh pula dengan obrolan-obrolan ngupi-ngupi anak muda zaman sekarang.

Sampai di suatu scene ketika narasi Nico mengatakan “...Dan gua pun tidak percaya lagi sama apa yang dikatakan kritikus film!”

Gua pun terdiam. Kalimat itu, bisa jadi ditujukan buat gua, si tukang kritik. Atau juga ‘agar supaya’ si sutradara sudah terlebih dahulu membuat benteng pertahanannya akan sebuah karya yang sudah disajikan. An early gun for a sound of whistle, mungkin begitu.
Gua pun lantas mengurung niat untuk memberi kritikan sana-sini dan kemudian melanjutkan film tersebut sampai habis.

Tapi seperti yang pernah gua tulis sebelumnya tentang film Janji Joni ini, gua menghargai effortnya. Semangatnya. Semangat perfilman nasional.

Maju terus piala citra!

Ps. (dalam lafal Medan) Jok, bikin yang 2000 sikit lah. 90 kali ini!..
Ps. Desainer poster film ini temen gua. Cantik banget. Sumpe. Hi hi.

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

wah, bolehlah dikenalin temen lo, si desainer poster itu. sapa tau gue butuh 'partner' untuk 'lomba2' poster berikutnya... :P

Wednesday, October 05, 2005 9:48:00 am  
Blogger Unknown said...

Gue tauk tuh sapa desainer posternya.
Yang dengan bodohnya gak gue kenalin pas nyapa gue di suatu malam di Centro "Sori...mmm elo sapa ya? "
Bodoh kuadrat.

Wednesday, October 05, 2005 2:00:00 pm  
Anonymous Anonymous said...

iya, sumpah cakep. sayang pas mo nyolong2 pake tele gagal terus. grogi mah ngeliatin cewek cakep pake baju... (apa maksudnya coba?)

Wednesday, October 10, 2007 1:41:00 pm  

Post a Comment

<< Home