Monday, May 02, 2005

Don't Judge Book By Its Cover. Just Don't..

[Mohon maaf apabila merasa kurang nyaman dengan tulisan ini]

Seorang sufi berjalan di depanku. Bongkahan bekal yang dibawanya membuat punggungnya sedikit terbungkuk. Berjalan pelan merunduk pada tanah. Aku pun tersihir untuk mengikutinya. Juga berjalan pelan.

Sehelai pakaiannya jatuh dari kantung bekalnya. Sudah lusuh dan hampir tak bisa dipakai lagi. Kupungut dan kuhampiri dia. "Coba kau kenakan, apakah kau pantas memakainya.." begitu jawabnya. Akupun menurut. Pakaian itu sudah usang. Tak cocok lagi untuk dikenakan. Dia hanya tersenyum melihatku kikuk, kemudian berjalan lagi. Melihat tanah.

Masih mengenakan pakaian itu, tetap kususul dia. Sufi gituloh. Kemudian dia duduk berteduh di dekat sumur sambil mengisi termos airnya dengan air sumur itu. Aku duduk menghampirinya. Kali ini kukembalikan padanya baju yang lusuh itu. "Tak berpadan denganku" jawabku padanya. Dia hanya tersenyum getir. Mungkin menertawakan, mungkin kasihan, entahlah. Orang-orang seperti ini selalu bersikap arif dan misterius. God knows.

"Dari tadi engkau mengikuti aku"
"Ya"
"Buat apa?"
"Aku penasaran"
"Apa yang membuatmu penasaran?"
"Haregene, kau masih berpakaian seperti ini. Tidak memakai jins, atau celana katun. Dan kau lebih memilih berjalan daripada naik taksi"
"Benda-benda duniawi itu hanya akan membutakan mata jiwamu.."
"Kenapa begitu? Bukankah kita harus selalu update dengan perkembangan. Jangan kuno dong!"
"Kau lihat aku tadi berjalan meratap tanah?"
"Kau kehilangan sesuatu?"
"Bukan. Dengan begitu aku terlindung dari tatapan orang-orang.."
"Kau seorang sufi bukan?"
"Dulu aku seorang sufir. Sekarang hanya pemulung.." sambungnya lagi "aku membawa lari mobil majikanku dan menabrak lari seorang pejalan kaki. Karena itu aku lari dan sekarang menjadi seperti ini"
"Lalu kenapa kau memberikan pakaianmu tadi ?"
"Aku kira engkau seperti ku juga, seorang sufir yang melarikan diri"
[Tuh kan..?]

9 Comments:

Blogger Bucin said...

qeqeqeqeqeqe....
ancur lu dik

Monday, May 02, 2005 1:38:00 pm  
Anonymous Anonymous said...

dikiii dikiiii...
pasti orangnya kayak SUNEYO ya, makanya ngomongnya "SUFFIRR"... :P

Monday, May 02, 2005 7:09:00 pm  
Blogger celotehalia said...

Bweks.
Ketipu lagi.
Huh!

Monday, May 02, 2005 8:17:00 pm  
Blogger loucee said...

ih... syebell deh! :P

Tuesday, May 03, 2005 1:37:00 am  
Blogger dikisatya said...

Thank you teman-teman!...
Jangan kapok ya.. hihihih...

Fin,
Bisa2nya lu inget ama creature satu itu... ck..ck..ck.. HAHAHAHA jadi makin lucu

Tuesday, May 03, 2005 9:23:00 am  
Anonymous Anonymous said...

Diki iihh... rese! :p

anisinam.multiply.com

Tuesday, May 03, 2005 11:25:00 am  
Anonymous Anonymous said...

Diki iihh... rese! :p

anisinam.multiply.com

Tuesday, May 03, 2005 11:26:00 am  
Blogger glenn_marsalim said...

apa yang bisa kita bawa
setelah membaca sebuah tulisan
akan jadi lebih penting daripada keindahan atau kejenakaan tulisan itu sendiri.
menurut gue loooh...

Tuesday, May 03, 2005 5:16:00 pm  
Blogger dikisatya said...

You're welcome, Glenn. Everybody's welcome.

Tuesday, May 03, 2005 8:09:00 pm  

Post a Comment

<< Home