Thursday, October 12, 2006

"Seberapa pintar kita sekarang, hai orang-orang bodoh?"

Pembaca yang baik, mohon tidak tertawa dulu dengan twist kalimat di atas. Ini bukan kalimat ironis yang semata-mata mencari sensasi agar kita tertawa kecil seperti jokesnya Hollywood. Ini juga bukan kalimat sinis yang sirik akan kepintaran orang-orang berilmu atau dukun sekalipun.

Kalimat ini benar adanya. Bahwa kita adalah orang bodoh. Begitu mungkin bahasa kasarnya.

Tapi coba kita pikir, tidak pernah dalam satu hari saja kita tidak bertanya. Apa, siapa, ke-di mana, yang mana, bagaimana, berapa, kapan. Pertanyaan-pertanyaan itu senantiasa kita ucapkan dalam keseharian kita. Sepertinya setiap saat ada kekosongan atau kebutuhan di dalam diri kita yang harus selalu terpenuhi. Sesepele apa pun perkaranya. Entah hanya iseng, serius sampai-sampai pada bentuk sense of survival.

OK. Sekarang, coba kita pikir lagi, berapa kali dalam satu hari kita telah memberikan jawaban atas pertanyaan?

Ketika gua mencoba menjawab pertanyaan ini, gua geli sendiri. Lalu tertegun. Gimana enggak, tidak jarang gua menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan sekenanya. Tidak jarang jawaban-jawaban tersebut adalah jawaban yang salah, tidak tepat, tidak pada tempatnya dan lain sebagainya.
Namun dengan jawaban-jawaban yang benar, justru sangat gampang diingat. Justru di situ bahayanya, bukan?

Gua jadi semakin yakin bahwa gua adalah manusia bodoh. Yang akan terus berhadapan dengan masalah-masalah dan bertanya. Yang akan terus berpikir dengan pertanyaan. Yang akan terus bertahan hidup dengan bertanya. Dan ketika menemukan jawabannya, akan terus bertanya lagi. Dan lagi. Kadang gua berpikir, sepertinya cuma Dia yang punya jawaban. Jawaban-jawaban yang kita sering temui itu konon cuma kesimpulan-kesimpulan saja.

Sampai kapan gua akan bertanya?

Hanya Tuhan yang tau.

Bener kan?

"Mother, do you think they'll drop the bomb? Mother, do you think they'll like this song? Mother, do you think they'll try to break my balls? Mother, should I build the wall? Mother, should I run for president?
Mother, should I trust the government? Mother, will they put me in the firing line? Or is it just a waste of time? Mother, do you think she's good enough, for me? Mother, do you think she's dangerous, to me? Mother, will she tear your little boy apart? Mother, will she break my heart? Mother, did it need to be so... high?" Mother, Pink Floyd.

2 Comments:

Blogger celotehalia said...

Jadi, elo mau nanya apa sih ke gue Dik?


Tanya aja Diiik.... tanyaa ajaaaaaaaaa!!!
Berrriiiii... beriiiiii... beriiiiiii!!! :P

Thursday, October 12, 2006 12:17:00 pm  
Blogger Bucin said...

lagi gelisah ya dik? wajar kok. proses.

Friday, October 13, 2006 11:15:00 am  

Post a Comment

<< Home