<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825</id><updated>2011-07-08T08:45:07.563+07:00</updated><category term='gitar'/><category term='in mono'/><category term='maaf'/><category term='blog diblok'/><category term='mimpi'/><category term='puisi'/><category term='busway'/><category term='indonesiana'/><title type='text'>di pelipir zaman</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>152</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-3904290768433665051</id><published>2009-03-04T13:25:00.000+07:00</published><updated>2009-03-04T18:25:10.923+07:00</updated><title type='text'>MARI MEMILIH CALEG</title><content type='html'>  &lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;OK. Semakin maraknya baliho-baliho calon legislatif dengan perangai yang sering membuat kita tersenyum semakin dekat pulalah waktunya untuk memilih.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Sudah tahu mau memilih siapa?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Saya juga sejujurnya belum.  Dari sekian banyak muka mereka yang menghiasai (kalau tidak mau dibilang mengotori) pemandangan jalan di sekitar kita, yang tiba-tiba saja tersenyum, berwibawa, bersahabat atau malah seadanya hampir tidak ada muka yang saya kenal. Kecuali Pak Wiranto, mantan Pangab itu.  Mereka tiba-tiba saja menjadi sosok tokoh yang diyakini akan membawa banyak perbaikan untuk masa depan... negeri kita yang dengan sedih saya cintai&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*&lt;/span&gt;.  Mengenal latar belakang mereka saja susah, gimana mau menaruh harapan yang baik?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Pun demikian kali ini saya ingin keluar dari paham golput yang selama ini secara sengaja maupun tidak saya jalani.  Sepertinya tidak ada faedahnya untuk membiarkan satu hak suara melayang begitu saja dan membiarkan sebuah keputusan bersama menjadi sistem yang kemudian kita hadapi lagi di kemudian hari, dan dikeluhkan lagi. Rugi toh? Mending dukung saja salah satu yang dianggap bisa mewakili kata hati kita.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Kata hati  yang saya kedepankan tidak muluk-muluk seperti kalimat-kalimat patriotik atau menentramkan jiwa yang biasa kita temui di poster-poster itu. Saya lebih mengajak kita mengulas lagi pemandangan poster itu satu per satu.  Coba kita lihat mana tampilan yang paling sesuai dengan selera kita.  Biar bagaimana pun ini menyangkut selera. Kalau mengatakan ini masalah politik atau kepentingan rakyat sepertinya terlalu besar gambarannya kalau mau dikaitkan kepada pribadi masing-masing.  Belum sampai ke situ juga kepentingan kita, dan mungkin juga kapasitas kita. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Mari kita lihat profil muka yang paling menarik. Bukan paling cantik atau gagah. Bukan paling dangdut atau rockstar. Mana yang benar-benar sungguh-sungguh membubuhkan foto dirinya secara bertanggung jawab untuk dipertontonkan ke khalayak ramai.  Kita bisa menilai dari kesahajaan fotonya, ekspresi mukanya atau pakaian yang dikenakannya. Apakah pejabat wannabe, baru keluar dari salon, di samping tukang bakso, foto studio maupun secara candid.  Semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;effort&lt;/span&gt; tersebut biasanya mencerminkan pribadi masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Kemudian mari kita baca headline-nya.  Biasanya kalimat yang paling sederhana dan gampang dimengerti oleh anak kecil sekalipun, itulah yang paling sukses menyampaikan pesannya.  Kita tahu yang klise. Kita tahu yang muluk-muluk. Tapi kita ingin membaca yang gampang dimengerti.  Bukan selebaran iklan atau pengeras suara lagi yang harus menjelaskannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lay out&lt;/span&gt; atau tampilan gambar yang disuguhkan juga punya peranan penting. Semakin genah sebuah tampilan semakin sederhana pesan yang disampaikan. Semuanya bersinergi untuk sebuah tampilan yang menarik dan pantas.  Dari sini terlihat partai tersebut mempunyai struktur berpikir yang terencana dan rapi. Sukur-sukur indah.  Yang bisa, mudah-mudahan, mencerminkan cara kerja mereka sekarang dan di kemudian hari.  Dan tentu saja kita akan dengan mudah mengenali tampilan yang carut marut,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt; old school&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;, tidak enak dilihat dan tidak simpatik.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Tentu saja bagi yang sudah punya pilihan pasti silakan memilih dengan yakin.  Atau yang harus mendukung salah satu saudaranya yang kebetulan ada di bursa caleg ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Ini hanya sekedar sumbang saran dari saya, seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;art director &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;pengarah seni yang berkutat dengan hal-hal pencitraan dan penyampaian pesan di kesehariannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Dan yang pasti... lebih punya taste! :)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;font-style: italic;"&gt;*dikutip dari Ayu Utami, di buku 'Bilangan Fu'.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-3904290768433665051?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/3904290768433665051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=3904290768433665051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3904290768433665051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3904290768433665051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2009/03/mari-memilih-caleg.html' title='MARI MEMILIH CALEG'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-6680808787419645247</id><published>2009-02-05T09:31:00.000+07:00</published><updated>2009-02-05T14:31:25.356+07:00</updated><title type='text'>Aku Cinta Kau dan Dia</title><content type='html'> &lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt; Sahabatku berteman dengan dia, yang sepupunya si itu. Sepupunya itu dulu satu kelas dengan rekanku sekarang.  Yang ketika suatu hari aku mendapati dia pun mengenal iparku, cucu dari kerabat orang tuaku ketika bersama-sama dalam masa pendidikan zaman itu. Tak heran aku selalu bertemu teman sahabatku tadi di berbagai kesempatan. Walau tak berteman langsung, ada saja yang mengenal dia melalui orang yang kukenal, seluas apa pun dunia pada saat itu. Atau nanti.  Pun kalau masih mau mengingat masa lalu, masih besar kemungkinan bahwa ternyata aku akan berjabat tangan sembari menyebutkan nama dan senyum. Jika memang nasib, kami pun berteman. Seperti sahabatku tadi. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Lalu kita berperang melawan siapa? &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Cinta. Benci.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;br style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Dulu, sekarang dan nanti masih bersahabat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;font-style: italic;font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;font size="2"&gt;"I am he as you are he as you are me and we are all together."&lt;br&gt;I Am The Walrus, The Beatles.&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-6680808787419645247?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/6680808787419645247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=6680808787419645247&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6680808787419645247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6680808787419645247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2009/02/aku-cinta-kau-dan-dia.html' title='Aku Cinta Kau dan Dia'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-5719961537548700906</id><published>2008-11-16T19:08:00.000+07:00</published><updated>2008-11-17T00:08:27.110+07:00</updated><title type='text'>Apakah Anda terkena sindrom "Autis"?</title><content type='html'>      Belum lama ini saya baru saja mempunyai perangkat canggih yang konon paling mutakhir. Namanya (tentu saja) Blackberry.  Memang benda yang satu ini mampu membuat orang berkutat hampir setiap menit kapan saja menerima &lt;span style="font-style: italic;"&gt;incoming email&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt; atau sekedar mengoprek GPS, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload&lt;/span&gt; foto ke Facebook dan lebih dramatis lagi, mengganti setiap nomer contactnya dengan imbuhan "+62"...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan maraknya tren Blackberry ini sering kita mendapati pemiliknya seperti sedang berada di luar jangkauan dunia nyata.  Dua tangan memegang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handheld&lt;/span&gt; (begitu sebutannya) dan mata konsentrasi penuh ke alat kecil itu.  Disertai berbagai mimik yang beragam.  Mirip ketika tren  internet, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting online&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gaming online&lt;/span&gt; mendunia. Semua terlepas dari dunia nyata dan terhubung sangat dekat dengan dunia maya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sampai akhirnya di beberapa komentar foto yang tertangkap di banyak postingan Facebook dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engine&lt;/span&gt; lainnya sering tertera "Si Anu lagi autis...". Tentu saja di foto tersebut si Anu tadi sedang berkutat dengan Blackberry-nya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu di kerumunan teman-teman yang lagi nongkrong sering juga didapati komentar yang sama; si anu sedang autis dengan Blackberry atau laptop yang sedang ber-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wifi. I guess you get my picture.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apakah sindrom tersebut benar-benar sindrom Autis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tentu saja tidak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Istilah Autis hanya dipinjamkan dan dialamatkan ke mereka yang berkecenderungan yang sama seperti penderita autis.  Tidak berada dalam dunia yang sama.  Tidak berada dalam frekwensi yang sama.  Tidak tersentuh oleh sosial pada umumnya.  Ngga nyambung.  Ngga ngerti.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bisa-bisa, ngga asik. Ngga lucu.  Aneh.  Terpencil. Dan konotasi yang semakin miris lainnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di sinilah permasalahannya dimulai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu dari mereka yang didiagnosa Autis tersebut hidup di lingkungan saya.  Ada macam-macam kecenderungan Autis yang bisa didapati.  Ada yang pendiam, ada yang hiperaktif, ada juga yang histeris.  Keberagaman output dari Autisme umumnya hanya bermuara pada satu hal: tidak dapat berkomunikasi sebagai mana layaknya manusia sosial yang normal.  Ini yang membuat mereka berada dalam klasifikasi 'khusus'.  Kalau tidak mau mengklasifikasikan pada konteks yang lebih tidak enak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesehariannya mereka harus kita hadapi dengan perlakuan yang tidak biasanya seperti kita biasa berkomunikasi satu sama lain.  Sehari-hari.  Bukan setiap hari Jumat.  Bukan setiap hari Minggu.  Bukan bulanan. Bukan musiman.  &lt;br&gt;Pastinya, dibutuhkan kesabaran yang ekstra.  Kemauan kita untuk lebih mengerti mereka. Dan kebesaran hati kita untuk selalu berada untuk mereka sebagai manusia. Bukan orang gila!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan tulisan ini saya ingin mengajak pembaca untuk lebih sensitif lagi menggunakan kata autis sebagai sebuah kata yang tidak seringan atau setrendi ketika mengucapkan; 'Secara', 'Capedweeeh...', 'Khale' dan lain-lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya yakin, dengan memahami sungguh-sungguh apa arti kata itu, sudah memberi sedikitnya senyum bagi mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tulisan ini adalah dukungan untuk slogan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"STOP PENYALAHGUNAAN KATA AUTIS/AUTISME".&lt;/span&gt;&lt;br&gt;      &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-5719961537548700906?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/5719961537548700906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=5719961537548700906&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5719961537548700906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5719961537548700906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/11/apakah-anda-terkena-sindrom.html' title='Apakah Anda terkena sindrom &amp;quot;Autis&amp;quot;?'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-3429033661034092655</id><published>2008-10-01T21:45:00.000+07:00</published><updated>2008-10-02T01:45:25.228+07:00</updated><title type='text'>Suatu Hari di Ruang Praktek Grafis</title><content type='html'>    &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Sambil duduk di mejanya, melihat dari kacamata Rudy Project-nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Silakan duduk, keluhannya apa?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Anu, Dok... Dari kemaren komposisi saya selalu gak enak. Di horizontalin salah, vertikal makin pusing."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Menunjuk ke arah monitor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Mari silakan kita lihat masalahnya... Mau dari Frihen, Illustrator atau Photoshop?" seraya menerima USB drive dari pasien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Saya bawanya JPG, Dok..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Hmm... lebih bagus sih kalau sampeyan bawa PSD atau TIFFnya. Biar kita bisa lihat layer per layer. Dari situ kita bisa lihat di mana masalahnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Eh iya... anu... tadi saking pusingnya dari rumah langsung ke sini Dok. Jadi gak sempet ngeburn ke CD. Cuma sempet Print Screen aja, itu juga udah dicoba ganti ke JPG, takutnya PNG gak kompatibel ke komputer sini..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;*serius memperhatikan*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Beberapa kali melakukan zoom in - zoom out sambil menginstruksikan si pasien membuka mulut dan mingkem.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"AAAAA...... MMMMM...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"AAAAA...... MMMMM...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Selesai mengevaluasi, kemudian mempersilakan pasien kembali ke mejanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Ya sudah silakan..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Membereskan file-filenya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Mbak, dari tadi saya lihat di monitor mbak sering sekali mengkonsumsi &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'ms gothic';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;Tahoma dan &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;Verdana&lt;/span&gt;. Bener kan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Egh... He-eh iya dok... Emang gak boleh sering-sering ya Dok?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;"Tahoma&lt;/span&gt; itu mengandung banyak Serif dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;Verdana&lt;/span&gt; itu sering bikin mata kaku. Karena bentuknya juga kaku."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;" Oh gitu ya. Kalau gambarnya ada masalah gak, Dok? Soalnya itu hasil dari kamera henpon, gak pa-pa ya kalo gak 300dpi?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;" Mestinya kalo dari kamera minimum 2.0megapixel sih gak apa-apa. Toh ini kan penggunaan dalam. Kalau mbak malah ke tempat-tempat generik di mal-mal malah bisa disuruh opname 3 hari tuh Mbak..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Iya tuh Dok!... Kemaren saya ke tempat cuci cetak di mal dibilang gitu emang. Main langsung vonis 3 hari gitu. Katanya ada komplikasi pembesaran ke 8R malah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Hehehe... itu biasanya tempatnya disponsorin merek tertentu, jadinya mereka selalu menganjurkan pemakaian merek mereka."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Oh gitu ya dok... pantesan kemaren ipar saya dari sana jadinya cetak satu album besar..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Selesai dengan resep kemudian memberikan kepada pasien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Ini keluarga Helvetica Neue, dikonsumsi ketika hendak menggunakan bodycopy. Kalau tidak ada bisa juga Arial atau Grotezk. Times New Roman boleh juga. Asal jangan sering-sering...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kalau untuk headline boleh pake yang fancy-fancy asal masih terbaca dengan jelas. Headline juga gak usah panjang-panjang, nanti susah bacanya..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Dokter disponsorin ama Helvetica juga ya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Hus... enak aja!..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Kan suka gitu Dok... kayak dokter bilang tadi, biasanya mereka disponsorin ama merek tertentu..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Enggak kok Mbak, Helvetica ini nyaman sekali untuk mata dan banyak sekali variannya. Dari Thin, Extended, Condensed sampai Black. Ini sudah resep turun temurun. Dan mendunia. Jadi mbak gak usah takut. Ini sudah diakui badan grafis dunia."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Oh ok. Dosisnya seberapa Dok?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Cukup 3 kali sehari. Dilatih pake rata kanan dan kiri ngga perlu justified. Leading renggang dan sempit. Jangan lupa kerningnya yang disiplin."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Pasien:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Baiklah. Terimakasih ya Dok..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;min-height: 14px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new';font-size: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dokter G:&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;margin-top: 0px;margin-right: 0px;margin-bottom: 0px;margin-left: 0px;font: normal normal normal 12px/normal Helvetica;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'courier new', courier;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;"Mariii... kalau ada keluhan boleh datang lagi. Ngga perlu datang minggu depan..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-3429033661034092655?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/3429033661034092655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=3429033661034092655&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3429033661034092655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3429033661034092655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/10/suatu-hari-di-ruang-praktek-grafis.html' title='Suatu Hari di Ruang Praktek Grafis'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-5445082900243872361</id><published>2008-06-27T17:57:00.002+07:00</published><updated>2008-06-27T17:59:44.538+07:00</updated><title type='text'>Si Misterius</title><content type='html'>Ini cerita tentang pengalaman sahabat saya.&lt;br /&gt;Suatu hari dia kedatangan orang penting di kantornya. Layaknya inspeksi mendadak, mereka satu per satu pun mempresentasikan pekerjaan masing-masing. Seperti konsultasi dokter, mereka bergantian masuk ke ruangan si orang penting itu.  Layaknya ruang tunggu dokter juga, situasi itu pun sering membuat kebanyakan orang was-was akan hal-hal seperti; 'penyakit yang diderita', 'biaya yang dibebankan', dan lain-lain seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kolega kantornya sudah keluar dari ruangan itu dengan muka sumringah.  Pertanda mendapat hasil yang bagus.  Atau komentar yang bagus, syukur-syukur pujian. Bisa selangit rasanya. Orang penting gitu lho...  Namun tidak demikian halnya dengan sahabat saya ini.  Dari semua kolega kantornya yang masuk ke ruangan tadi, dia malah orang yang paling lama harus berada di ruangan itu. Dan bisa ditebak juga, hasilnya bukanlah kabar baik.  Padahal sahabat saya ini bukanlah bodoh.  Cemerlang, bisa dibilang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keluar dari 'ruangan gas' dengan wajah yang sedih, salah satu temannya dengan penasaran bertanya apa yang terjadi.  Dengan masih lesu dia kemudian menjabarkan apa saja yang dikatakan si orang penting tadi di dalam.  Bahwasanya sahabat saya itu ternyata kurang dalam ini dan itu.  Harus lebih begini dan begitu.  Lebih diarahkan ke sini daripada ke situ.  Jangan terjebak ke ini, mendingan alihkan ke yang lebih baik.  Dan masih banyak lagi.  Cukup membuat dia sangat rendah diri di mata teman-temannya.  Tentu saja teman-temannya, malah bukan si orang penting itu. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keminderannya kalau dibandingkan dengan teman-temannya yang lain tadi, sebenarnya sahabat saya itu mendapat pelajaran yang jauh lebih berharga dari sekedar 'masuk-ya-senang-keluar dengan muka bangga' tadi.  Bagaimana tidak, hanya dia yang mendapat pengarahan langsung dari orang penting tadi.  Dia pun berkesempatan mengetahui kesalahan-kesalahan yang dia sering tidak sadari sebelumnya.  Sebagai bonus, dia pun mendapat anjuran akan apa yang mestinya dilakukan!  Satu kelebihan yang teman-temannya tidak dapat.  Walau pun, hehehe... mungkin juga teman-temannya yang lain tadi sudah tidak perlu bimbingan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sesering apa sih kita bisa melihat sebuah proses dengan jelas dan mengerti lalu kemudian mendapat berbuat sesuatu yang lebih baik lagi dari situ?&lt;br /&gt;Kalau sedang dalam suasana khusyuk dan ideal setelah membaca bacaan seperti ini sih, saya akan bilang "Setiap saat doooong..."&lt;br /&gt;Tapi come on lah, enggak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bisa mendengar cerita ini.  Seperti menyadarkan saya dari doa-doa yang sering  saya tunggu jawabannya.  Daripada menunggu, ternyata kita bisa melihat jawaban itu dari sisi lain. Semua tanda-tanda alam, bahkan kejadian sehari-hari.  Lagian, saya juga belum pernah ngobrol ama Tuhan; saya berbicara, dia membalas langsung. secara audio! Dia selalu menjawab dengan caraNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si misterius!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-5445082900243872361?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/5445082900243872361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=5445082900243872361&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5445082900243872361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5445082900243872361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/06/si-misterius.html' title='Si Misterius'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-7218110854032857063</id><published>2008-04-20T20:51:00.004+07:00</published><updated>2008-04-20T22:14:23.710+07:00</updated><title type='text'>Papa Banyak Duit</title><content type='html'>Baru-baru ini Kiara, putri sulung kami yang berusia 3,5 tahun, diajak Mamanya jalan-jalan ke PI Mall. Karena bukan akhir pekan, maka agenda perjalanan kali ini tidak seperti biasanya; naik merry go round, ke Gramedia dan kalo beruntung ke toko mainan di Metro atau Toys City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah menjadi ekspektasinya, Kiara kemudian menanyakan kepada Mamanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama, kok kita nggak beli &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My Little Pony&lt;/span&gt; sih?"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;[My Little Pony adalah mainan boneka kuda kecintaan Kiara yang sangat banyak variannya dan terus menerus mengeluarkan varian terbaru. Cukup mahal untuk sebuah mainan sehingga kami mempunyai kebijakan untuk membelikan Kiara secara berjangka atau pada momen-momen tertentu saja. Pun demikian, kakek, nenek, tante dan pamannya cukup sering mengacaukan kebijakan ini. :)]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama lagi nggak punya duit, sayang..." kata si Mama. Masih mencoba meyakinkan Kiara, si Mama menambahkan, "Nanti yah, Mama kerja dulu biar dapat duit buat beli My Little Pony-nya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesederhanaan pikiran dan logika seorang anak berumur 3,5 tahun, Kiara pun berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo gitu minta sama Papa aja yah, kan Papa kerja melulu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiw!!!&lt;br /&gt;Butuh beberapa waktu untuk mengkaji lagi kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kalimat tadi sangat lucu dari seorang anak kecil.  Di mana dalam alam pikirnya dia sudah mulai menyambungkan berbagai informasi yang dia terima kemudian menyimpulkannya dengan sederhana. Kerja, dapat duit. Banyak kerja, banyak duit! Simpel kan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang mari berpikir dari sisi si Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika pengalaman, wawasan, keahlian bahkan penghasilan yang sudah dicapai menjadi basi oleh perkataan polos tadi.  Apalagi kali ini berasal dari anak sendiri.  Otoritas yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun namun jujur.&lt;br /&gt;Bukan bos, kolega atau office boy di kantor dengan perintah dan arahannya.&lt;br /&gt;Bukan temen sepermainan dengan anjuran dan nasihatnya.&lt;br /&gt;Bukan juga pasangan hidup yang masih bisa kita argumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tidak ada gunanya menjelaskan kerumitan dari semua proses yang biasa dilalui manusia dewasa. Baik untuk dia, maupun diri sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebenaran memang nggak bisa diutak-atik dari segi mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita orang dewasa emang suka ribet sendiri ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt;[Tulisan ini ditulis pada hari Minggu, jam 10 malam, di sebuah ruang editing rumah produksi... Papa sedang bekerja.]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-7218110854032857063?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/7218110854032857063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=7218110854032857063&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7218110854032857063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7218110854032857063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/04/papa-banyak-duit.html' title='Papa Banyak Duit'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-1522037054551988497</id><published>2008-04-07T01:07:00.004+07:00</published><updated>2008-04-12T12:05:40.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog diblok'/><title type='text'>Pesan Perjuangan</title><content type='html'>Baiklah saya akan mencoba menyampaikan pesan ini dari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat ini kebebasan akses internet di Indonesia terganggu kenyamanannya diakibatkan film FITNA dan statement dari Roy Suryo yang membuat geram kalangan pengguna internet, saya tertarik untuk membumbuinya dengan pesan yang naif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sebelum nantinya kita bertekad untuk maju ke Menteri Kominfo atau siapapun yang kita anggap berkompeten untuk mendengarkan suara ini, hendaknya kita bisa berjuang dengan tulisan yang lebih berkualitas lagi memperjuangkan kenapa YouTube, Multiply, MySpace dan lainnya tidak perlu ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeberkan segala kebaikan dan manfaat situs-situs tersebut mungkin membantu.  Namun jauh lebih ampuh apabila kita bisa membuat sesuatu yang lebih maksimal dari kegunaannya.  Membuat situs-situs tersebut memang menjadi sumber informasi yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;valid&lt;/span&gt; untuk kemajuan bangsa.  Memberi inspirasi yang membuat kita bisa berkarya lebih dahsyat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niscaya tuduhan-tuduhan sembarangan yang dilontarkan orang-orang yang tidak bertanggung-jawab akan segera terabaikan bak kentut.  Berpulang juga kepada kita, apakah kita cukup menjadi seperti  kentut saja menanggapi reaksinya;  Sama bau dan tak berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung-jawabkah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat segerombolan mahasiswa yang sedang berdemo di jalanan dengan muka berseri-seri.  Asal masuk liputan televisi, dapat makan siang gratis, dan hore-hore bersama teman-teman.  Di depan, temannya yang sangat serius berorasi sedang memekik segala hujatan tentang kebenaran. Satu orang serius, puluhan lain minus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat juga ketika, lagi-lagi, dari arah kerumunan mahasiswa yang berdemo Mei 98 itu, terlempar sebuah bungkusan berisi kotoran manusia, hinggap ke muka salah satu aparat yang mereka benci itu.  Saya tidak perduli lagi siapa yang benar di situ.  Namun sepertinya kita hanya suka berkelahi.  Bukan berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang sedih ketika Malaysia mengklaim bahwa Batik adalah milik mereka. Tapi jauh lebih menyedihkan melihat reaksi dari kita yang hanya bisa memaki atau memperuncing sentimen terhadap tetangga kita itu.  Sepertinya kita memang tidak cukup pintar menjaga tradisi yang baik.  Karena mungkin tradisi selalu dianggap kuno.  Bahkan agama. Dan tidak semua orang juga senang membahas keagamaan. Jujur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga contoh topik di atas sering sekali menjadi cerminan orang Indonesia dalam menyikapi suatu hal yang secara kandungannya sarat dengan nama bangsanya sendiri: INDONESIA. Norak-noraknya. Esmosi-esmosinya. Fanatik-fanatiknya. Ikut-ikutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teman saya, dari 200juta penduduk Indonesia, hanya 10% yang menggunakan internet. Mungkin hanya 3% dari jumlah tadi yang punya keprihatinan akan masalah pemblokiran situs-situs ini (yang lain mungkin asik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload&lt;/span&gt; foto2 di Facebook dll. hehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu saya memohoooon sekali agar kalau kita memperjuangkan sesuatu itu benar-benar pada konsep yang... keren!  Nggak sekedar eforia satu bulan.  Atau menjadi slogan-slogan kosong di stiker-stiker mobil. Buktikan bahwa kita juga tidak sama kentutnya dengan mereka yang tidak bertanggung-jawab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak mengerti jangan juga diajak mengerti. Tidak semua orang harus mengerti kok. 200 juta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;is a big number, my man!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ini susah sekali mencari orang yang serius akan kemajuan bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you &lt;/span&gt;salah satunya, bijaksanalah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-1522037054551988497?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/1522037054551988497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=1522037054551988497&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1522037054551988497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1522037054551988497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/04/pesan-perjuangan.html' title='Pesan Perjuangan'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-8389475959330194834</id><published>2008-01-30T11:41:00.001+07:00</published><updated>2008-01-30T12:08:16.525+07:00</updated><title type='text'>Soekarno, Soeharto and Us</title><content type='html'>As we're all born in this world to play each roles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One to play hero.&lt;br /&gt;One to play bad guy.&lt;br /&gt;One to play the pessimist, nor the contrary.&lt;br /&gt;One to play Soekarno.&lt;br /&gt;Or sometimes Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, why should we play the whiner?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-8389475959330194834?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/8389475959330194834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=8389475959330194834&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8389475959330194834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8389475959330194834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/01/soekarno-soeharto-and-us_1835.html' title='Soekarno, Soeharto and Us'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-7629536204357971289</id><published>2008-01-24T00:57:00.001+07:00</published><updated>2008-04-12T12:08:59.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maaf'/><title type='text'>Satu dari Seribu Maaf</title><content type='html'>Di salah satu khotbah kebaktian Minggu yang tak diduga (baca: Gua selalu menyediakan 'ruang kejut' dalam diri tiap kali mendengar khotbah. Selalu ada yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; tentang khotbah Minggu; entah itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inspiring&lt;/span&gt;, membosankan atau malah bikin hati bertentangan.) terkejutlah gua akan sebuah bahasan yang pendeta sampaikan kepada jemaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini dia berkisah:&lt;br /&gt;"Sering sekali di akhir setiap doa, selalu kita meminta ampun dan memohon agar dosa-dosa kita dihapuskan dan kemudian ditutup dengan 'Amin' sebagai wujud kesungguhan doa tersebut.  Tapi pernahkah terpikir oleh kita kalau-kalau Tuhan saat itu juga balik bertanya kepada kita 'Dosamu yang mana, anakKu?'..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal manusia gua saat itu juga mengalami ironi yang mirip seperti es campur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan geli membayangkan skenario tersebut.  Bak Tarzan memergoki Alm. Mas Basuki -yang biasanya berperan sebagai pembantu- yang sedang mengeluh segala sesuatunya tentang majikannya. Tonton saja setiap episode Srimulat, pasti ada adegan yang mirip dengan itu.  Atau skenario lainnya yang manusia sudah sering mencoba menempatkan keberadaan Tuhan sebagai sesuatu yang 'lebih ringan' untuk dicerna. Memanusiakan Tuhan, mungkin begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi lagi ada sebuah sentilan tersendiri terhadap pola berdoa (paling tidak gua) yang sudah seperti rumusan pelajaran "Sebutkan Nama-Nama Menteri" atau Budi, Ibu Budi dan Bapak Budi. Membuka doa, inti doa, penutup.  Selalu berpola seperti itu. Sampai sering kita tidak mengerti kesungguhan doa tersebut karena terlalu wajib dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling membuat gua tertegun adalah pertanyaan balasan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa? Dosa gua yang mana?? Manusia tentu saja banyak dosanya. Tapi yang mana? Bisa disebutkan satu per satu?  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;God is in details, so true&lt;/span&gt;.  Apakah kita harus selalu membuat daftar dosa sehari-hari agar tidak lupa? Melupakan dosa juga tidak menghapus dosa bukan? Udah gitu, manusia kan sering juga tuh mengingat-ingat dosa orang lain :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runyam ya?&lt;br /&gt;Wasaunyam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ gua  mendapati kebesaran dari makna khotbah tadi.  Bahwa masih ada maaf.  Maaf diciptakan bukan sekedar kalau kita sedang ingin memotong pembicaraan atau kata pembuka ketika ingin bertanya.  Namun fungsi maaf ketika kita memang sungguh-sungguh meyakininya. Baik dalam imbuhan 'di' maupun 'me'.  Dua-duanya harus dengan kesungguhan.  Yang mana memang sering kita dapati itu sulit.  Gua suka penasaran kalau ada orang yang mendapat gelar 'pemaaf'.  Pasti sulit sekali hidupnya.  Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa/siapa yang harus kita maafkan: dia, doi, bapak, ibu, saudara, keadaan, musuh, Pak Harto, sistem, atau malah diri sendiri??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... apanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;"Waaaaaapa apa apanya dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Aaapanya dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Apanya dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dang-ding-dong...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Waaaaaapa apa apanya dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt; Aaapanya dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dang-ding-dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Dyaaaaaang-ding-dooooooooong...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Makasih Teh Euis...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-7629536204357971289?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/7629536204357971289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=7629536204357971289&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7629536204357971289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7629536204357971289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/01/satu-dari-seribu-maaf.html' title='Satu dari Seribu Maaf'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-8870247869419429206</id><published>2008-01-23T15:02:00.001+07:00</published><updated>2008-04-12T12:11:36.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Hantu Zaman</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka pada saat itu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;siang terik itu, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;angin berselimut hening, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan pasir enggan luruh menunjuk waktu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan saat itu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;semua kering dari yang pernah hijau, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tercekat oleh hitamnya arang, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menggigit ke semua pori yang lama tak berkeringat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matahari tidak lagi sahabat, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bulan baru saja menerawang di kabut dini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mencetak jelas bayang tubuhku yang pernah kau kenal...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saat itu kau datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Geming mata tak lagi merasakan tanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudut bibir tak hendak menyapa kabar,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walau tahu kau akan datang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Entah hitungan bulan dan tahun,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nasib dan legenda,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rindu dan alasan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita harus bertemu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-8870247869419429206?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/8870247869419429206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=8870247869419429206&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8870247869419429206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8870247869419429206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2008/01/hantu-zaman.html' title='Hantu Zaman'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-7227008099386789669</id><published>2007-11-11T00:47:00.002+07:00</published><updated>2008-04-12T12:14:35.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesiana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='busway'/><title type='text'>Busway Oh Busway</title><content type='html'>"Wrg Pdk Indh Ntar mlm akn mli lg pek. di metro pi. Diharapkan partisipasi warga tuk hadir guna menghentikan pek. tsb. Jam 22.00 kita kumpul di parkiran golf. Please fwd"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebuah sms masuk malam itu ketika saya sedang konsentrasi membaca buku "Ngobrol Iklan, Yuk!"-nya Budiman Hakim sambil sesekali mengintip ke layar TV yang sedang menyiarkan Liga Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tergelitik dengan topik yang sedang panas (bukan hangat lagi) dibicarakan seantero Jakarta bahkan sempat menjadi headline sebuah koran nasional, saya kemudian membalas dengan begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mendukung pekerjaan (busway) tersebut. Jadi saya tidak ikut. Ngga usah ditungguin ya. Btw ini siapa ya?" (kebetulan saya tidak mengenal siapa pengirimnya. Dan nomer tersebut seperti nomer selular umum, bukan nomer-nomer premium biasanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap mendapat balasan panas dari pengirim di seberang sana, ternyata pengirim adalah teman saya yang mengaku mendapat forward-an sms ini lalu kemudian membantu menyebarkannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan panas pun urung terjadi. Selain cantik, teman saya ini sepertinya bukan sumber atau pelaku langsung dari 'gerakan' ajakan menghentikan busway tersebut.  Jadi buat apa diteruskan?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik saya teruskan di sini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang mendukung proyek pembangunan busway di Pondok Indah. Dan daerah-daerah lainnya yang sudah maupun dalam perencanaan pembangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian, saya juga tinggal di daerah pemukiman Pondok Indah.  Merasakan keramaiannya yang bertambah. Bermacet-macet menuju PI Mall yang jaraknya cuma 'selemparan k*lor'. &lt;br /&gt;Berjejal-jejal di jalan. Serobot sana-sini mengambil  dan diambil jalurnya. Belum lagi bersaing dengan kendaraan umum yang tak pernah patuh akan kodratnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita: saya juga bagian dari penderitaan macet Jakarta. Di  bagian Jakarta mana pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ingatan saya, gambaran jalanan Jakarta yang masih belum ruwet dan macet hanya terlihat di film-film tahun 70an.  Ketika itu masih sering sebuah penghubung adegan digambarkan dengan Bundaran HI. Tidak macet. Bahkan lengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sepertinya sudah menjadi pengetahuan yang harus umum bahwa Jakarta memang kota macet dan semrawut. Jakarta = macet. Siapa pun tahu itu.  Dan bagi yang mengetahui hal ini, tidak ada satu pun yang setuju bahwa hal ini lumrah diterma apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika akhirnya sebuah rencana penyelesaian masalah ditawarkan, ada pula yang tidak setuju. Lah gimana ini? Setelah 30 tahun (kalau mengukur film-film tadi) menderita macet dan polusi, kok solusi seperti ini malah ditentang sih?  Apa yang salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah karena masih asyik membeli mobil-mobil dan motor-motor baru sehingga ruas jalan menjadi semakin sedikit untuk dilewati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu orang yang baik hati dan tidak sombong untuk mengerjakan proyek ini dengan baik dan benar tanpa sedikit pun noda KKN?  Konon, masalah pembangunan busway ini sarat dengan masalah korupsi atau tuduhan senada; masalah klasik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sebagian lingkungannya merasa terganggu akan bisingnya pekerjaan?  Toh kompensasi fasilitas penghijauannya sudah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gengsi? Waduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menutup mata bahwa masalah-masalah tersebut maupun tidak tersebut di atas memang terjadi dan masih butuh kerja keras untuk penyelesaiannya.  Namun tidak bisakah hal ini dilihat sebagai langkah awal untuk sebuah... kebaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya juga ikutan ngomel dengan pekerjaan underpass yang terjadi di sekitar Pondok Indah.  Sampai beberapa saat saya kemudian lupa akan omelan saya ketika sedang menyetir melewati jalanan itu tanpa menyadari sebuah perubahan telah terjadi menjadi suatu bentuk yang mulai teratur.  Saya malu kalau harus mengingat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kebijakan-kebijakan lainnya yang lagi-lagi tanpa saya sadari telah lambat laun merubah pola tidak disiplin menjadi lebih baik.  Sebut saja pemakaian helm buat pengendara motor. Pemakaian sabuk pengaman dalam berkendara mobil. 3 in 1, sebuah solusi mengatasi kemacetan dengan anjuran menggunakan kendaraan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentimen yang berlarut-larut sudah semestinya dijernihkan satu per satu. Fungsi sebuah tujuan sering menjadi kabur akan faktor-faktor yang menyertai di sekelilingnya. Rancangan-rancangan itu semuanya baik.  Tinggal bagaimana manusia menjalankannya dengan baik atau tidak.  Lah, manusia itu kita-kita juga bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya, tidak akan berjalan mulus seperti mimpi.  Tapi saya tidak akan berpanjang-panjang akan sebuah gambaran ideal.  Kita semua tahu dan mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau pun saya tidak beruntung untuk dapat menikmati perubahan baik itu.  Saya berdoa agar anak-anak saya bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan begitu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-7227008099386789669?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/7227008099386789669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=7227008099386789669&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7227008099386789669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7227008099386789669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/11/busway-oh-busway.html' title='Busway Oh Busway'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-6487668874091763091</id><published>2007-10-15T00:58:00.000+07:00</published><updated>2007-10-15T01:00:05.791+07:00</updated><title type='text'>Telur dan Ayam</title><content type='html'>Kalau aku berserah padaMu&lt;br /&gt;Sudahkah aku mencoba?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-6487668874091763091?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/6487668874091763091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=6487668874091763091&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6487668874091763091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6487668874091763091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/10/telur-dan-ayam.html' title='Telur dan Ayam'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-7572256709629829264</id><published>2007-10-01T09:57:00.002+07:00</published><updated>2008-04-12T12:19:48.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in mono'/><title type='text'>Selubung Mimpi</title><content type='html'>Manusia-manusia ekstra itu rela berdesak-desakan seharian suntuk, semalaman yang tak nyaman.  Demi sebuah peran yang hanya beberapa detik saja pada sebuah layar.  Yang mungkin menjadi batu pijakan mereka nanti, menjadi bintang, dipuja, dicerca dan dipanut... di menit-menit infotainment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi itu merubah wajahnya menjadi sapi.  Besok anjing.  Lusa mandor. Tahun depan petinggi.  Suap nasi anak-istri pun semakin memudar menjadi kerukan berlian Eropa.  Dan temannya yang kemarin menjadi anjing juga, mungkin harus dia lahap juga.  Agar tidak menjadi harimau yang memangsanya besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu membawanya ke sebuah gunung yang sepi.  Dari sana semua terlihat kecil.  Agar bisa diatur maupun dionar.  Tidak ada yang mencampuri.  Mungkin hanya bisikan angin yang bisa membuatnya bisa bermimpi untuk terbang. Lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sementara di bawah sana, mereka lapar.  Mereka marah.  Mereka bingung.  Ada juga yang kenyang. Ada juga yang terbuai.  Bahkan ada pula yang tak mempunyai apa-apa. Bahkan tak boleh punya apa-apa.  Semua karena mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mimpinya liar tak bertuan.  Setiap hari ia bermimpi.  Di setiap sudut ia akan menutup matanya.  Mencoba memandang dari  kelopak hitam matanya. Akan sebuah kenyataan yang ia hindari.  Sekalipun ia terbangun, ia akan tidur lagi untuk bermimpi.  Tak mau mengakui tuan yang mempunyai kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat berdebat tentang mimpi.  Dalam mimpinya adalah sebuah negeri yang indah.  Damai menurut definisinya. Unik seperti dirinya.  Dalam aturannya.  Dalam kemauannya.  Dan dalam kesedihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di mimpi itu terucap semua kata.  Yang tak pernah berani diucap di nyata.  Yang urung dilakukan tadi.  Yang menjadi obsesi bertahun-tahun.  Yang menjadi jawaban dari putik-putik kehidupan.  Bersandar pada bunga-bunga tidur.  Yang menjadikannya mampu berhasrat.  Mengumpat. Bercinta.  Jujur mencinta.  Membinasakan dan membunuh. Tidak perlu ada dasar, norma atau dogma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mimpi, tetaplah menjadi sahabatku. Karena kau hanya aku. Bukan tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-7572256709629829264?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/7572256709629829264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=7572256709629829264&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7572256709629829264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7572256709629829264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/10/selubung-mimpi.html' title='Selubung Mimpi'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-1487833449454117784</id><published>2007-09-02T06:53:00.001+07:00</published><updated>2008-04-12T12:25:05.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in mono'/><title type='text'>Konon, Sebuah Teori.</title><content type='html'>Konon, sebuah kata yang biasa digunakan untuk menjelaskan sebuah keterangan yang tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya:&lt;br /&gt;"Konon seseorang pernah berkata..."&lt;br /&gt;"Konon gedung ini dulu digunakan sebagai tempat para pejuang berlindung dari serangan penjajah"&lt;br /&gt;Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya di masa sekarang, ketika permainan kata plesetan sudah akrab digunakan, beberapa orang sering bermain dengan kata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kata ini mulai digunakan, ada saja yang dengan jahil menyeletuk dengan "Eits! Jangan dibalik."&lt;br /&gt;Silakan, secara harafiah membalikkan kata k-o-n-o-n.&lt;br /&gt;Yak! Tentunya kata itu berubah menjadi sebuah kata yang konon... jorok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa yang memulai kejenakaan ini. Gua sendiri mulai mendengarnya pada awal tahun 2000an. Ate, temen sekaligus mentor gua, yang memperkenalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tadi, ketika membaca-baca ulang tulisan baru gua di blog, gua mendapat percikan ide yang lucu dan harus gua bagi kepada kalian semua. Dan sukur-sukur bisa menjadi tambahan buat perbendaharaan fenomena okem yang selalu menjadi tren bahasa gaul orang Indonesia dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini:&lt;br /&gt;Kalau memang setiap kali kata 'konon' diperdengarkan lantas kemudian ada yang menyahut dengan kalimat "Eits. Konon jangan dibalik", kenapa enggak kita memulai sebuah informasi samar tadi dengan... 'kemem'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nanti kalo ada yang menanyakan "Siapa sih yang mulai ngeganti kebiasaan memakai kata 'konon' jadi 'kemem'? Kalian tidak perlu menjawab dengan "Kemem katanya yang buat itu adalah si itu..." (kayak legenda Jayus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nih die orangnye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahahahaha....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-1487833449454117784?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/1487833449454117784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=1487833449454117784&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1487833449454117784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1487833449454117784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/09/konon-sebuah-teori.html' title='Konon, Sebuah Teori.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-8889284867566863237</id><published>2007-08-30T23:47:00.001+07:00</published><updated>2008-04-12T12:28:57.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in mono'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gitar'/><title type='text'>Teori Senar Gitar</title><content type='html'>Buat yang bermain atau mengerti gitar pastilah tahu yang namanya senar.  Senar atau dawai atau 'tali' yang bersusun sejajar dari badan hingga leher gitar. Keenam senar tersebut bernada (dimulai dari bawah) E-B-G-D-A-E. Urutan nada tersebut yang nantinya menciptakan kegilaan-kegilaan dalam musik seperti halnya do-re-mi di tuts piano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada yang menarik selama puluhan tahun gua memainkannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Iya. Puluhan. Silakan menebak seberapa lama atau seberapa tua gua.) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih senar gitar sebenarnya tidak begitu susah.  Hanya dibedakan apakah berbahan nylon atau string.  Merk apa saja sebenarnya sama dalam durasi pemakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman bersama senar gitar ini yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya senar gitar dipasang, diperlukan kesabaran dalam penyesuaiannya dengan nada.  Senar harus membiasakan 'diri' dengan keregangan fisiknya. Maklum ketika dibeli, dia dikemas dalam bentuk gulungan.  Seperti ketika kita bangun pagi dan harus segera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jogging&lt;/span&gt;.  Pastinya diperlukan pemanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemudian semua senar bernada pas, barulah kita bisa memainkan gitar tersebut dengan enak.  Semua lagu dan musik bisa keluar menurut emosinya.  Lagu riang, melankoli, cadas maupun cengeng.  Dalam permainannya acap kali senar tersebut mendapat perlakuan macam-macam. Di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bending&lt;/span&gt;lah, disayatlah, dicabiklah, dipetiklah atau bisa juga sekedar dirambas.  Senar itu menjadi media sentral penyambung emosi dari segala macam perasaan.  Mirip seorang sahabat  yang bisa kita ceritakan apa saja.  Rahasia sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah ketika beberapa lama senar ini menjadi tempat curhatan tadi, sesuatu mulai berubah.  Layaknya sebuah produk, tentunya mempunyai masa kadaluarsa.  Stamina manusia saja akan menurun menurut umurnya.&lt;br /&gt;Mulailah senar tersebut mengalami pengenduran.  Seperti awalnya tadi, kesabaran kita diperlukan lagi ketika misalnya tiba-tiba di tengah lagu nada yang kita dapat mendadak fals. Paling sering, selama puluhan tahun gua memainkannya, yang mulai bikin masalah adalah si senar D (urutan keempat, dari bawah).  Kita pun mulai mengumpat dengan nada yang sumbang ini.  Untuk beberapa yang menjadikan gitar hanya sebagian dari penghias ruangan atau lingkungan mungkin gitar tadi hanya akan ditelantarkan.  Seperti mainan yang sudah usang.  Berbeda dengan orang yang menjadikan gitar sebagai penyambung hidup, pastinya mereka akan segera menggantinya dengan yang baru, kalau tidak mau dapurnya nggak ngebul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon salah satu musisi kita pernah mendapat kecelakaan ketika sedang bermain gitar.  Ketika memainkannya, salah satu senarnya putus dan melenting mengenai matanya.  Dari saat itu ia kerap mengenakan kacamata hitam sebagai tameng penampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pun menyakitkan. Ketika di tengah permainan harus terhenti karena ada senar yang putus. Pilihannya adalah melanjutkan musik dengan harmoni yang tidak lengkap atau tidak sama sekali karena nada yang harus dipetik bertepatan dengan senar yang putus.  Tapi memang resiko yang harus dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat atau lambat senar gitar itu harus diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada semangat yang tidak luntur. Karena tidak ada hidup yang tidak membutuhkan pembaharuan.  Karena tidak ada inspirasi yang bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua harus berganti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-8889284867566863237?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/8889284867566863237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=8889284867566863237&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8889284867566863237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8889284867566863237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/08/teori-senar-gitar.html' title='Teori Senar Gitar'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-8971543412320013637</id><published>2007-08-09T00:52:00.000+07:00</published><updated>2007-08-09T01:11:53.121+07:00</updated><title type='text'>Ada Gempa Lagi...</title><content type='html'>Tadi sekitar 20 menit yang lalu ada gempa.  Cukup terasa karena gua dan istri masih bangun. Masih khawatir akan apa yang akan dilakukan, kita pun menyalakan TV untuk mencari berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 menit browsing di televisi lokal belum ada juga yang melaporkan berita gempa tadi.  Masih sibuk dengan kemenangan Fauzi Bowo - Prijanto.  Hingga akhirnya berita itu muncul di CNN.  Bahwa gempa itu berasal dari selatan laut Jawa dengan kekuatan 7,4SR.  Berikut dengan laporan pandangan langsung oleh koresponden mereka di sana.  Yang bukan orang Indonesia, pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip cerita gempa dulu di &lt;a href=http://dikisatya.blogspot.com/2005/03/di-tempat-yang-maha-tinggi.html&gt;Nias.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu televisi kita sibuk dengan berita kongres PDI yang diliput secara live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kebetulan sekali bahwa kegiatan politik sepertinya berbarengan terus dengan bencana alam.  Pun itu kesimpulan konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua hanya prihatin akan ketanggapan kita dalam melihat/mengabarkan kondisi di sekitar.  Kenapa mesti orang lain yang tahu duluan daripada kitanya sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak secepat kamera-kamera infotainment itu menyerbu sasarannya.&lt;br /&gt;Kenapa tidak secepat gossip si ini ada apa-apa dengan si itu.&lt;br /&gt;Kenapa tidak secepat quick count pemungutan suara (pun cukup disukuri yang satu ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-8971543412320013637?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/8971543412320013637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=8971543412320013637&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8971543412320013637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8971543412320013637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/08/ada-gempa-lagi.html' title='Ada Gempa Lagi...'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-1439133975005670726</id><published>2007-06-19T01:41:00.000+07:00</published><updated>2007-06-19T01:46:33.979+07:00</updated><title type='text'>Apalah Arti Sebuah Nama Besar...</title><content type='html'>Dalam perjalanan menuju kenikmatan Lapo Tondongta siang tadi, kami sempat berpapasan dengan sebuah mobil Mercedes tua yang masih sangat rapih dan apik.  Gua dan teman-teman pun langsung mengerubung pandangan kami ke arah si sexy itu. Untuk ukuran sekinclong itu, harga maupun perawatannya bisa saja amit-amit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ada yang menyeletuk "Anjrit, siapa sih bapaknya?!..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon celetukan itu sering sekali terdengar ketika kita berhadapan dengan situasi tadi.  Sirik, iri, sebal maupun kagum.  Sebuah ekspresi yang biasanya terlontar kalau kita sendiri tidak mempunyai atau berada dalam posisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau kata ngeliat temen punya mobil keren.  Si anu punya pacar yahud.  Si itu kaya berat.  Bisa juga si polan yang anak pejabat.  Atau si doi yang juara olimpiade sains sekalipun.&lt;br /&gt;Seserius apa kesirikan/kekaguman itu bisa saja berbeda-beda porsinya.  Wong manusiawi kok gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya memang oknum 'bapak' dalam hal ini sering disebut-sebut.  Garis keturunan ini acap sekali dirunut untuk menjadi sebuah pelajaran historis atau sekedar konfirmasi bagaimana orang bisa sampai ke satu kondisi tersebut.  Sering bukan? Di Indonesia ini kita dapati kalimat seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh pantes, bapaknya kaya..."&lt;br /&gt;"Ya iyalah, anak profesor..."&lt;br /&gt;"Eits, ati-ati loe... bapaknya 'jagoan'!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak (oknum penderita) cenderung tidak dapat tampil maksimal sebagaimana mestinya dirinya dengan embel-embel tadi.  Sebagian bisa nyaman dengan kondisi ini, sebagian pula malah risih.&lt;br /&gt;Gua sendiri -dalam lingkup yang tidak signifikan- pernah hidup dalam bayang-bayang bapak gua dan merasakan kenyamanan oleh pengaruh itu.  Mulai dari mendapat perlakuan ekstra sampai akhirnya risih sendiri tidak dikenal sebagai diri sendiri melainkan anak si bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gak terpikir untuk bertanya siapa bapaknya Soeharto, Soekarno, Sudirman, Sutiyoso atau Soe Hok Gie?&lt;br /&gt;Suka atau tidak masing-masing nama di atas tak pelak lagi mempunyai prestasi signifikan dalam sejarah.  Dan jarang sekali orang tertarik untuk membahas siapa bapaknya.  Lagi-lagi anaknya yang kecipratan sorotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama besar sering sekali menomer-duakan objektif sesuatu.  Butuh tanggung jawab tersendiri untuk memainkannya.  Bisa menyangkut hidup, nafkah hidup, alur hidup dan untuk tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun masih membingungkan dan akan semakin disebut narsis, gua mau mengoptimalkan diri sendiri agar bisa bertanggung jawab atas nama sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan anak si anu.&lt;br /&gt;Bukan anggota kelompok.&lt;br /&gt;Bukan warga kampung itu.&lt;br /&gt;Bukan temennya si anu.&lt;br /&gt;Boro-boro kenalannya seleb!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;"Walau memang dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;bernasib baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bapa'lo kaaaayaa...&lt;br /&gt;(kata orang sih)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;Mawar Merah, Slank.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-1439133975005670726?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/1439133975005670726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=1439133975005670726&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1439133975005670726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1439133975005670726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/06/apalah-arti-sebuah-nama-besar.html' title='Apalah Arti Sebuah Nama Besar...'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-6325091259348650582</id><published>2007-06-05T04:00:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T10:09:57.179+07:00</updated><title type='text'>Manusia Kawin, (punya) Anak dan Mati.</title><content type='html'>Mbak NK adalah figur yang sangat dihormati di lingkungan gua.  Selain bersuamikan seorang pendeta, nasihat-nasihat dan tutur katanya kerap membuat kami bisa sedemikian 'patuh' olehnya.  Maklum, di lingkungan gua yang cenderung bengal, figur seperti ini akan sangat mudah melejit menjadi tokoh panutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hari itu dia tampak risau sekali.  Baru saja dia mendapat kabar bahwa ayahnya sedang sakit.  Tapi bisa ditutupinya kekhawatirannya.  Sepertinya apa yang pernah dinasihatkan kepada kami saat ini tidak begitu berlaku.  Biar bagaimana pun, ketika mengalaminya sendiri rasanya di setiap relung kejujuran kita sangatlah manusia.  Sangat jujur.  Sangat takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kisah seorang bapak yang dengan gigihnya mendidik anaknya menjadi sosok yang idaman.  Dalam artian yang soleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa dan negara.  Tidak berarti harus macho atau cantik.  Jagoan berantem atau nyanyi. Atau Mas Boy dan Mbak Vera bahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebenarnya ketika mau jujur, tidaklah gampang menerapkannya.  Mengingat masing-masing manusia itu mempunyai perjalanannya sendiri.  Tanggung jawab dan pengalaman sering sekali berbenturan dalam pelaksanaannya.  Kondom sudah harus mendapat tempat pada sebuah pembahasan orang tua dan anak sebelum akhirnya ditempatkan pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat gua, teman dekat gua dan beberapa orang yang gua kenal juga sampai sekarang masih dihantui isu klasik. Di umur yang sudah sangat umum dipertanyakan, mereka belum -mau, pengen, bisa- kawin.  Tak perlu kita yang menanyakan, bagi yang belum menyeberangi fase hidup yang satu ini pasti sudah terngiang di kepalanya.  Kalau pun ada teori yang bisa membenarkan keberadaan mereka sekarang, sudah pasti itu pembenaran.  Atau paling nggak teori manusialah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan tidak punya teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak pernah kita tahu kapan kita akan mati.  Hanya Dia yang berkehendak.&lt;br /&gt;Seberhasil-berhasilnya kita mendidik anak mau pun anak didik, pun tidak lepas dari kesediaan Dia merestui apa yang kita rencanakan.&lt;br /&gt;Apalagi kawin!  Jodoh memang di tangan Tuhan.  Jadi jangan berserah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau udah begini, rasanya celoteh si Ringgo di iklan itu jadi ngada-ngada ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;"And I find it kind of funny&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;I find it kind of sad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;The dreams in which I'm dying &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;are the best I've ever had&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;I find it hard to tell you&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;I find it hard to take&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;When people run in circles&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;It's a very very ..."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;Mad World, Tears For Fears.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-6325091259348650582?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/6325091259348650582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=6325091259348650582&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6325091259348650582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6325091259348650582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/06/manusia-kawin-punya-anak-dan-mati.html' title='Manusia Kawin, (punya) Anak dan Mati.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-6723385635514688439</id><published>2007-05-20T01:35:00.000+07:00</published><updated>2007-05-20T01:36:50.572+07:00</updated><title type='text'>2057</title><content type='html'>Hiruk pikuk stasiun kereta itu tidak kalah dengan gemuruh hatinya pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali ia mengusap kacamata tebalnya, memastikan lagi sosok yang di seberang sana adalah benar sosok yang...  Sosok yang tidak bisa diingatnya lagi dengan jelas.  Namun sangat bersuara di relung-relung hatinya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diingatnya kembali malam itu.  Dentuman musik yang keras disertai kilatan cahaya buatan sesaat.  Sesaat itu juga terselip sebuah senyum yang sangat menawan hatinya.  Sedetik cahaya lampu itu berhasil merenggut semua perhatiannya.  Dan hidupnya.  Demikian seterusnya pada hari-hari berikutnya ia ikuti dia di setiap pesta.  Hingga ia akhirnya bisa menemukan cara untuk menjumpai Indah dan berkenalan.  Lalu bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah namanya.  Wujudnya pun begitu.&lt;br /&gt;Di setiap sudut ruang, di setiap ruas jalan, di setiap waktu mereka bisa, selalu bercerita tentang cinta, gairah dan rasa yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali memegangi tongkatnya yang basah akibat keringat di tangannya.  Gurauan cucunya pun terabaikan sesaat seolah membenarkan kepikunannya.  Ingin rasanya berteriak memanggilnya di seberang sana.  Seperti dulu mereka berteriak pada malam-malam itu.  Mengalahkan suara-suara mesin kereta yang bergemetak.  Mengalahkan rindu yang seketika timbul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta yang berlalu lalang tidak mengubah suasana hatinya.  Silih berganti pertentangan berdatangan dari segala jurusan.  Segala arah dan tujuan.  Dengus kereta itu bagai cibiran yang mereka tantang. Saat itu, tidak ada yang mau mengerti.  Hingga peluit masinis yang menghentikan permainan.  Dan mereka pun berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Indah masih terpekur di seberang sana.  Putrinya yang ayu sesekali membantunya membetulkan syalnya yang jatuh.  Atau membisikkan kata-kata ke telinganya.  Kau dengarkah aku, Indah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaranya yang renta hanyalah terdengar sebagai permintaan air minum.  Atau tuntunan ke kamar kecil.  Bukan dahaga yang membuat kerongkongannya tercekat saat ini.  Dan lenguhan itu mungkin hanya terusap oleh balsam.  Tapi bukan lenguhan hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenaga yang seadanya ia mengetuk-ngetuk tongkatnya ke lantai sambil bergumam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau ingat senyum ini, lihatlah padaku&lt;br /&gt;Kalau kau ingat rasa ini, lihatlah senyumku&lt;br /&gt;Kalau kau ingat cinta ini, lihatlah ke depan&lt;br /&gt;Menolehlah sayang, sedetik saja untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari batas rel yang berselisih itu.  Dari bisingnya suara informasi keberangkatan dan kedatangan itu.  Dari semua keramaian yang ada.  Yang pernah terjadi.  Yang pernah mereka alami.  Yang pernah mereka lalui, 50 tahun yang lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah pun menoleh ke arahnya.  Senyum diwajahnya tak kalah dari airmatanya yang mulai pecah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah ingat, 50 tahun yang lalu itu, ketika ia akhirnya berani menghampirinya di keramaian itu, ia berkata "Kamu sudah memperhatikanku dari tadi, semalam, dan malam-malam sebelumnya.  Kenapa baru sekarang menghampiriku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenangnya lagi kata-kata itu.  Seperti ingin mengulang lagi romansa itu.  Permainan itu.  Seperti tadi dia hanya pura-pura berbicara kepada putrinya.&lt;br /&gt;Indah hanya menutup mukanya seraya mengusap air matanya.  Tersipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih terdiam di duduknya.  Badan tuanya terkulai oleh lambaian senyuman Indah.&lt;br /&gt;Hanya mengangguk mencoba mengimbangi senyum itu.  Pun mulai sedikit mengalir air matanya.  Dikecup jarinya pelan dan dihembuskannya pada Indah.  Mungkin tak seorang pun yang melihat.  Tak seorang pun melarang kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raga mereka tak lagi bisa mengulang cerita itu.  Hanya cinta yang bisa mengulang rasa itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-6723385635514688439?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/6723385635514688439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=6723385635514688439&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6723385635514688439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6723385635514688439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/05/2057.html' title='2057'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-3673791383090069081</id><published>2007-05-16T21:49:00.000+07:00</published><updated>2007-05-16T21:57:53.932+07:00</updated><title type='text'>(Kepada) Orang-Orang Berbohong</title><content type='html'>Di depan altar gereja, di depan kekasihnya, di depan pendeta yang baru saja menanyakan "Bersediakah kau mengambil dia, sebagai suamimu...", Sinta berbalik dan berjalan meninggalkan gereja itu.&lt;br /&gt;Pernikahan itu dibatalkannya.  Entah atas alasan apa, entah karena pertengkaran yang mana, atau pertentangan yang mana, ia berlalu meninggalkan semua itu.&lt;br /&gt;Kali ini dia jujur akan hatinya.&lt;br /&gt;Sesuatu yang tak pernah disadarinya begitu benar.  Begitu murni.  Tidak egois,  mungkin orang lain terluka.  Namun ia jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersujud Ira di lututnya.  Berdoa kepada Tuhan agar diberikan jawaban.  Meminta kepastian akan langkahnya.&lt;br /&gt;Apakah Ari? Atau Ria?  Bertahun-tahun ia tegarkan kepada Ari.  Walau hatinya mendua kepada Ria.&lt;br /&gt;Lelah ia memanipulasi perasaannya.  Demi kekasihnya, demi orang-orang, bahkan demi Tuhan.  Padahal Tuhan maha tahu.&lt;br /&gt;Tapi kali ini ia jujur, setelah lelah mencoba jujur.  Jujur akan kebingungannya.  Jujur akan kekalahannya.  Jujur kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu lagi lelaki itu melabrak ruangan si jelita itu.  Dia yang selalu menghantui setiap nafas yang dihirupnya.  Mengusik kerjanya, melunturkan selera makannya dan menghamburkan pikiran liarnya.  Kali ini dia akan jujur menyatakannya.&lt;br /&gt;Di depan mukanya ia akan berkata "Aku cinta kamu! Aku cinta kamu! Aku cinta kamu!" &lt;br /&gt;Kalimat itu tidak  akan pernah terdengar gombal, ketika dikatakan dengan jujur.  Walau tak berbalas sekalipun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan habis cerita tentang kejujuran ini.&lt;br /&gt;Sebuah kata gaib yang Tuhan titipkan di setiap relung hati manusia.  Menunggu untuk senantiasa dilihat, dibuka dan dinyatakan.  Sepertinya Dia selalu mengintip dari celah itu. Akan setiap langkah, rasa dan pikiran yang kita kehendak.  Agar selalu jujur kepada diri kita dulu, lalu menghadap kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dahsyat dari tagihan kartu kredit, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt; atau giliran arisan setiap bulannya.&lt;br /&gt;Lebih nelongso dari sekedar ritual ibadah setiap minggunya.&lt;br /&gt;Atau doa-doa yang terlupakan setiap awal hari, makan dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pun, kalau kita mau jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: right;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Stones taught me to fly&lt;br /&gt;Love taught me to cry&lt;br /&gt;So come on courage!&lt;br /&gt;Teach me to be shy&lt;br /&gt;'Cause it's not hard to fall..."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Damien Rice, Cannonball.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;(Sebuah tulisan tercecer di awal tahun 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-3673791383090069081?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/3673791383090069081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=3673791383090069081&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3673791383090069081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3673791383090069081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/05/kepada-orang-orang-berbohong.html' title='(Kepada) Orang-Orang Berbohong'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-7707330774741792422</id><published>2007-05-08T23:51:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T00:55:14.941+07:00</updated><title type='text'>Orang Iklan Sama Saja</title><content type='html'>Apakah orang/insan/pekerja/&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wanna be&lt;/span&gt; iklan sama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang iya.  Coba perhatikan kecenderungannya kalau sesama ‘kaum’ ini bertemu.  Biasanya basa-basi itu dimulai dengan “Weits, di mana loe sekarang? Masih di kantor yang dulu?”.  Setelah topik pembicaraan sudah sedikit garing (atau sudah capek membahas iklan-iklan buatan luar dan teman-temannya sendiri) kalimat andalan pun keluar lagi: “Trus, lagi pegang apa loe sekarang?” Atau “Gimana? Banyak pitching? Masih suka lembur?”.  Setelah beberapa saat lagi, ketika pembicaraan garing lagi dan gak tau harus gimana lagi, tibalah saatnya berpisah.  Kalimat pamungkas pun digelar: “Yo wes, calling-calling ya.  Makan siang kek, ngopi kek, dugems kek.”.  Tak lupa pesan sponsor “Ada SJ bagi-bagi doooong…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua berani taruhan, tidak ada orang iklan yang belum pernah merasakan proses pembicaraan generik orang iklan tadi.  Bagaimana tidak, industri iklan yang kalau dibandingkan dengan persentase profesi lain memang sangat kecil.  Jumlah karyawan sebuah bank saja mungkin hanya nol koma nol sekian persen dibanding pekerja iklan.  Belum lagi produsen obat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;consumer goods&lt;/span&gt;, rokok dan lain sebagainya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you name it!&lt;/span&gt;  Dan ironisnya pula, mereka-mereka itu adalah klien gua! Eh, kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Back to the topic&lt;/span&gt;, kenapa kita bisa sangat ‘tertebak alur kehidupannya’?  Apakah lembur-lembur tak berkesudahan mengejar deadline yang membentuk tingkah laku kita ketika berekspresi pada malam-malam penganugerahan digelar? Itu lho, pakaian seragam dan kostum-kostum ciamik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seringnya kita berkelakar mengenai tingkah laku klien ini dan itu (bisa juga bos ktia sendiri) yang membuat kita punya pola mengejek yang sama dalam banyak hal?  Lantas dalam beberapa storyline ‘inspirasi’ tersebut sering tersisip sebagai bagian dari twist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi urusan kritik-mengkritik iklan tadi.  Ketika dipaparkan sebuah ide layout, storyline, storyboard dari sebuah brief, mendadak kita sensitif menilik di mana kekurangan-kekurangannya.  Bak menonton timnas Indonesia (cabang olahraga mana saja) selalu kita menjadi penonton sekaligus juri dan pelatih yang handal memberikan instruksi ‘kalau saja’ atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘you should have..’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kurang contoh?  Coba tanya kenapa tulisan gua bisa dimuat di halaman ini.  Dugaan terbesar adalah dari word of mouth-nya orang-orang iklan!!  Yang mungkin dalam session ngopi-ngopinya tersebut beberapa nama.  Atau melalui milis-milis iklan. Chatting Y!M, blogspot dan multiply.  Perlu gua ulang bagaimana mereka-mereka ini bertemu? Silakan balik ke paragraf pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua tidak akan protes dengan kecenderungan-kecenderungan ini.  Biar gimana pun ini membuat dapur kita ngebul.  Bagaimana menyikapinya, kita kembalikan ke pribadi masing-masing.  Jelek enggaknya toh ini dunia kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu hal yang bikin gua tersentil tentang kesamaan orang-orang iklan ini.  Khususnya di ‘kubu’ gua, kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua bisa tersenyum geli dan maklum ketika mendapat brief dengan kata ‘moderen’.  Atau penulisan yang keliru akan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘tone down’&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘tone done’&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;proof reading&lt;/span&gt; lainnya.  Bukan itu yang menyentil gengsi gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua sering mendapati sebuah ide diceritakan dengan kalimat pembuka “Ada sebuah kota…”  Lantas biasanya cerita itu bertutur tentang keseragaman hal lain dan si produk yang menjadi pembeda/hero. Yak! Analogi.  Memisalkan. Mengumpamakan.  Dengan penjabaran lain, sebuah ide cerita yang kurang begitu bisa didapatkan dari kehidupan nyata lantas didramatisasikan menjadi sebuah… kota!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, dua orang boleh-boleh saja.  Tapi kenapa sering sekali ya? Sesama itukah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Great minds think alike, that’s why it’s so dead boring.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sebuah tulisan di majalah "The Maker" Vol.1 Maret 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-7707330774741792422?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/7707330774741792422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=7707330774741792422&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7707330774741792422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7707330774741792422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/05/orang-iklan-sama-saja.html' title='Orang Iklan Sama Saja'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-578006803583545148</id><published>2007-04-17T01:18:00.000+07:00</published><updated>2007-04-17T02:09:59.825+07:00</updated><title type='text'>Que Sera Sera</title><content type='html'>Untuk pertama kalinya akhirnya gua bisa setuju dengan iklan rokok A-Mild yang sekarang sedang berseliweran di televisi maupun jalanan. Headline "YANG LEBIH MUDA YANG GAK DIPERCAYA" sungguh-sungguh mengena ke dalam kalbu baik dalam jabaran visual maupun kalimat tersebut berdiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau harus membahas permasalahan yang dikemukakan iklan ini, rasanya siapa juga tahu.  Soekarno pasti tahu.  Soeharto pasti tahu.  Bos-bos kita pasti tahu.  Mahasiswa IPDN apalagi.  Tau banget.  Topik ini hanya sebuah perdebatan usang di samping pak kusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang sangat menarik dari kalimat itu buat gua lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu, istri gua baru saja melahirkan seorang anak laki-laki. Kaleb namanya.  Jadi bak siluet embossan pada satu sisi uang Rp 5 dulu, lengkaplah sudah formasi uang lima perak itu.  Gua, istri gua Sarah, si Kakak Kiara dan adik Kaleb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika hanya ada Kiara, segenap perhatian tercurah kepada si lucu ini.  Dan sebagai bapak, memang sepertinya agak berlebihan perhatian kepadanya.  Ada satu kemistri bapak dan anak perempuan yang tidak bisa dijelaskan secara kata-kata di sini.  Mungkin hanya mereka yang punya saja yang bisa mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun beda dengan anak laki-laki.&lt;br /&gt;Seolah-olah ada sebuah cermin raksasa yang menghadang di hadapan muka.  Gua segera mengingat kembali semua sejarah yang pernah gua alami semasa kecil, remaja dan sampai sekarang (remaja senja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk jujur membedakan akan sebuah harapan atau dendam.  Akan sebuah cita-cita atau trauma.  Akan sebuah kasih atau daulat tradisi.  Akan sebuah terusan generasi atau tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kelak dia akan seperti bapaknya? Akankah dia menyenangi seni?  Apakah nanti dia akan bengal?  Rocker? Politisi?  Les piano atau main bola?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah gua nanti akan menjadi tipikal bapak-bapak di film era Zainal Abidin yang otoriter?&lt;br /&gt;Menjejali anak-anaknya dengan idealisme-idealisme?  Atau  kelewat longgar membiarkan anak-anaknya menjadi melempem?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau...&lt;br /&gt;Atau...&lt;br /&gt;Atau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah headline iklan tadi terngiang lagi dan gua pun bisa tersenyum.  Bukan lantas gua menemukan jawaban dari semua ke-parno-an bapak anak dua tadi.  Tapi lebih kepada pentingnya buat gua (atau kita) untuk selalu berbesar hati melihat sebuah perubahan dan perkembangan.  Pentingnya untuk menyadari keberadaan kita sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa ada saatnya kita memang sudah harus move on dengan perjalanan hidup karena tempat-tempat kita kemarin sudah harus diisi oleh adik-adik kemaren sore.  Dan besoknya pun anak-anak kita yang menggantikannya.  Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sepengen-pengennya gua bercita-cita agar anak-anak gua kelak ada yang menjadi dokter, mestinya pilihan itu tetap ada pada mereka sendiri.  Percayakan pada mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu pesan Papa: yang penting ngerti The Beatles, anak-anakku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihihi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-578006803583545148?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/578006803583545148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=578006803583545148&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/578006803583545148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/578006803583545148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/04/que-sera-sera.html' title='Que Sera Sera'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-6969740897974376633</id><published>2007-01-17T01:09:00.000+07:00</published><updated>2007-01-17T01:16:06.938+07:00</updated><title type='text'>Kita Hanya Bisa Mengkritik</title><content type='html'>Mungkin sepanjang perjalanan sejarah negeri ini Presiden SBY yang paling sial.  Bagaimana tidak, bertubi-tubi kejadian sial telah menimpa negerinya pada saat dia memerintah.  Bencana alam, musibah dan kecelakaan semua dalam skala yang besar dan cukup menjadi materi berita di televisi-televisi manca negara.  Dalam dapur pemerintahannya juga tidak sedikit yang perbincangan.  Perbincangan negatif tentunya.  Dari skandal korupsi sampai seks sekalipun cukup mewarnai pemerintahannya.  Cukup untuk menudingkan telunjuk dan mengatakan "You tidak oke punya lah you..." dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak bisa gua bayangkan sekiranya rentetan sial tadi tidak terjadi.  Baik dalam pemerintahan SBY atau siapa pun.  Mungkin tidak akan terjadi apa-apa.  Tidak ada yang bereaksi dan mencoba berbuat sesuatu.  Mungkin kita tidak pernah (berani) melihat sesuatu yang salah sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Film Indonesia bergejolak.  Satu-satunya ajang perfilman negeri ini yang notabene selalu mengalami pasang surut semangat kembali dipertanyakan kualitasnya.  Entah siapa yang memulai piala-piala anugerah itu dikembalikan beramai-ramai.  Konon si ini dan si itu tidak layak menjadi pemenangnya kalau dibandingkan dengan si itu dan si ini.  Berikut faktor orisinalitasnya, konooooon tidak orisinal. Hari gini, masih ada yang orisinal?  Tapi okelah. Setiap 'insan' berhak menentukan sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah saatnya membuat lagi ajang-ajang seperti itu.  Daripada hanya berkutat ke satu permasalahan yang itu-itu lagi.  Orangnya, ya yang itu-itu lagi. Si ini dan si itu.  Dan mestinya sih harus jauh lebih bagus dari pendahulunya kalau tidak mau dibilang sia-sia. Daripada sekedar membuat versi yang berbeda tanpa keunggulan yang melejit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misteri hilangnya pesawat AdamAir masih menjadi topik yang paling hangat saat sekarang ini.  Mampu menggeser misteri Alda, AA Gym kawin lagi dan beberapa topik hangat lainnya.  Maklumlah, insiden ini menyangkut nyawa banyak orang (yang bisa dikatakan tewas).  Ironisnya sedikit sekali data yang mengacu kepada bencana alam.  Segala data dan kemungkinan yang dikumpulkan semuanya mengacu pada human error.  Sejumlah pakar lantas mulai berbicara akan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.  Terkuaklah segala macam kekurangan dari layanan penerbangan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kita diingatkan akan pentingnya sebuah standar.  Standar lho. Bukan peraturan.  Peraturan akan sangat gampang dibuat.  Dan kemudian dilanggar.  Tidak lagi akal-akalan membawa penumpang di atap kereta api demi masuknya setoran.  Tidak lagi menggunakan bahu jalan sebagai jalur lebih lebih cepat.  Tidak juga memberhentikan pengemudi setelah melanggar peraturan lalu lintas daripada mencegahnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup?&lt;br /&gt;Enggak. Masih banyak lagi bagai debat kusir. Gua sendiri sebenarnya masih malu menuliskan ini.  Bertutur tentang masalah dan analisanya namun belum bisa memberikan solusi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-6969740897974376633?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/6969740897974376633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=6969740897974376633&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6969740897974376633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6969740897974376633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/01/kita-hanya-bisa-mengkritik.html' title='Kita Hanya Bisa Mengkritik'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-6680741909235373159</id><published>2007-01-03T00:29:00.000+07:00</published><updated>2007-01-03T00:30:55.033+07:00</updated><title type='text'>Repost. Reyear.</title><content type='html'>Sejarah klasik berulang lagi, Tahun Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kegamangan di hari-hari pertama bulan Januari. Selalu begitu. Baru kembali dari liburan. Sms-sms tahun baru yang bejubel dari teman-teman ‘satu tahun sekali baru berhubungan maklum udah pada lain dunia’. Resolusi-resolusi suam-suam kuku. Harapan-harapan lagi. Masalah-masalah yang kembali teringatkan. Ancang-ancang tahunan. Baju baru, badan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada yang hilang.&lt;br /&gt;Selalu ada yang dianggap baru.&lt;br /&gt;Selalu ada yang dilihat usang. Hanya karena dilihat terus-terusan.&lt;br /&gt;Selalu ada yang diharapkan berubah. Hanya karena sudah bosan. (atau mentok?)&lt;br /&gt;Selalu ada yang hilang.&lt;br /&gt;Selalu ada yang bilang, “Met taun baru ya!”&lt;br /&gt;Selalu begitu.&lt;br /&gt;Jadi apa yang baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lupakan Tahun Baru sekali ini saja. Tahun depan dia datang lagi. Seperti jodoh, nggak kan ke mana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-6680741909235373159?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/6680741909235373159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=6680741909235373159&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6680741909235373159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/6680741909235373159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2007/01/repost-reyear.html' title='Repost. Reyear.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-1337736658940947371</id><published>2006-11-25T00:35:00.000+07:00</published><updated>2006-11-25T01:19:35.608+07:00</updated><title type='text'>Revisi #31</title><content type='html'>Inilah momen yang sering bikin gua gugup setiap kali menghadapinya: ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jam 12  malam, awal dari hari spesial itu, gua pasti akan tersenyum kikuk.  Biasanya akan dimulai dari ucapan orang-orang terkasih, terdekat, tercinta.  Demikian seterusnya di pagi harinya.  Melalui ucapan langsung, kiriman kartu, telepon interlokal, pesan-pesan di penyeranta, email dan SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua selalu kesulitan mencari jawaban yang pantas untuk membalas ucapan-ucapan tersebut.  Entah kenapa.  Tentu saja yang mereka ucapkan adalah doa akan segala sesuatu yang baik.  Semoga panjang umur.  Murah rejeki.  Berada dalam perlindunganNya selalu.  Tercapai apa yang dicita-citakan.  Semuanya pasti bermuara kepada hal yang baik.  Menuntut sebuah traktiran pun masih dalam niatan baik lho.  Berkumpul bersama, haha-hihi, perut kenyang dan dibayarin.  Baik toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mungkin gua terlalu 'manusia' untuk semua itu.  Segala ucapan doa nan baik tadi seakan-akan menjadi sebuah cermin dari pencapaian umur yang bertambah ini.  Gua seperti dihadapkan kepada gambaran akan hal baik tadi dan kemudian membandingkannya dalam realitanya.  Apakah sudah tercapai keinginan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ina-inu&lt;/span&gt;?  Sudah semakin baikkah gua terhadap sesama?  Apa saja yang bisa dilakukan menuju perbaikan-perbaikan itu? Dan seterusnya...dan seterusnya.  Seakan-akan semuanya berubah menjadi beban tersendiri.  Kegelisahan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan doa di akhir hari baik itu (sebuah aktifitas yang kerap gua lakukan ketika hari ulang tahun itu akan berakhir, merenung, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flash back&lt;/span&gt;.)  Dari banyak sekali doa tiap tahun yang bisa gua ingat, meski (lagi-lagi) segala yang gua doakan adalah segala kebaikan, ternyata beragam sekali pernak-perniknya dari tahun ke tahun.  Semuanya mengalami evolusi.  Tahun ini minta itu.  Tahun lalu minta ini.  Tahun itu minta yang ono.  Beberapa tahun lalu pengen ntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revisi.  Revisi.  Revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ini biang kerok si muka kikuk itu!  Ternyata perdebatan ini yang selalu mengawali detik-detik hari ulang tahun itu. &lt;br /&gt;Kesetian akan suatu tujuan dipertanyakan. &lt;br /&gt;Kemauan untuk selalu punya harapan, diingatkan kembali. &lt;br /&gt;Kebesaran hati untuk sebuah perubahan terasa selalu kurang lebar walau seluas lapangan Emirates Stadium sekalipun. &lt;br /&gt;Mungkin singkatnya, gua tuh harus menjadi manusia 'utuh' lagi, baru deh tuh pesta pora haha-hihi dapet kado dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali pertama gua memahami sisi lain dari sebuah kata revisi.  Tidak melulu sesuatu yang salah harus diperbaiki.  Tidak melulu harus ada yang salah.  Tidak ada juga yang mengatakan salah kepada kita.  Ternyata kata kuncinya adalah: berkembang.  Dan yang lebih seru lagi, semuanya itu buat diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ih, rasanya kayak hari kedua setelah gajian, rasanya pengeeeeen deh ulang tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, ini revisiku.  Terimakasih.  Amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-1337736658940947371?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/1337736658940947371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=1337736658940947371&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1337736658940947371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/1337736658940947371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/11/revisi-31.html' title='Revisi #31'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-5976805015477540034</id><published>2006-11-24T22:30:00.000+07:00</published><updated>2006-11-25T00:35:31.847+07:00</updated><title type='text'>Mauliate</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Anindita&gt;Rangga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kak Rita&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Odre Onad&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Citra&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Vena&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mami&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ramses&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Arga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bapak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mama&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kak Helen&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Glenn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Novi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;WaCin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Jootje&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dyah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;HVS&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ola&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mezmo&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Putri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Alia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dinadonk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bimo&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Julia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;KD&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Alex&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Anne&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Coki&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bucin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Iksaka Banu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sashie&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Randa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Yomi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Togar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sesek&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Oca&gt;Pronky&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;OmBud&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ika&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Bibie&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Adela&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Miranda&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Boy&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mella&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ime&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Siwi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Angga&gt;Burat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Esjepe&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Jaja and Grey Worldwide&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ria&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Mbak Mitha&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sapi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;Mala&gt;Ambar&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;my belle&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Nobon&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Wiwis&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kresti&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Sonia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Kenny&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Rizkan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Adit&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;DDB Brainstorm&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Findrie Nawi Figo&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Tata&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ridwan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Troy&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Djito&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Aswin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Ririn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Riri Ronas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Wury&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Grace&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Garry&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Anisinam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dita Wasis&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Meli&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Iwuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Dyah: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:180%;" &gt;Thank You.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-5976805015477540034?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/5976805015477540034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=5976805015477540034&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5976805015477540034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5976805015477540034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/11/mauliate.html' title='Mauliate'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-4585789127865634696</id><published>2006-11-20T23:27:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T23:40:02.213+07:00</updated><title type='text'>Mari Membaca (seperti George Bush)</title><content type='html'>Hari Minggu kemarin di gereja, terdapat sebuah ayat yang cukup panjang untuk dibacakan.  Pak Pendeta membacakan ayat yang ganjil, kemudian jemaat membaca ayat yang genap.  Entah sudah menjadi kebiasaan atau memang dibacakan beramai-ramai, suara yang terdengar hanya terdengar datar dan besar saja.  Seperti memang harus dibaca, dan dibaca sampai habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat akan pidato-pidato panjang atau laporan-laporan tahunan -pemerintah- yang biasa kita dengar di televisi dan biasanya kita abaikan saja.  Bayangkan lembaran-lembaran tebal tersebut harus dibacakan dari satu orang, yang notabene sudah tua umur, pemimpin pula!  Pun menyangkut hal-hal yang tidak begitu menarik untuk khalayak umum.  Mungkin untuk kalangan tertentu akan mengerti kalau gua berteriak "Oi, siapa tuh copywriternya?! Panjang amat sih nulis bodycopy!". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih, dongeng kakek nenek kita walau sudah beribu kali diceritakan biasanya masih bisa dicerna dengan baik kalau cerita tersebut memang mempunyai alur dan struktur yang baik dan menarik.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Talk about a good story telling.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela hebohnya kedatangan George Bush ke Bogor tadi, gua hanya bisa bekerja dan bekerja di depan komputer (sambil main &lt;span style="font-style: italic;"&gt;game&lt;/span&gt;).  Entah kepentingan apa yang mempersatukan teman-teman di kantor hingga akhirnya semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;channel&lt;/span&gt; TV menyetel saluran yang ada reportasenya dia.  Mulai dari mendarat di Jakarta, omelan warga Bogor, sampai-sampai Bush berceloteh perihal kunjungannya ke Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas gua mendengar dia bercerita tentang pendidikan, perdagangan dan lain sebagainya dalam korelasinya pada Indonesia.  Bukan lagi bahasan terorisme seperti tahun 2002 kemaren dia datang ke Indonesia.&lt;br /&gt;Sekilas saja, wong gua lagi kerja gitulho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekilas kemudian gua melihat ke TV dan gua cukup kaget. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh man! Oh sh*t&lt;/span&gt; (harap membaca dengan lagak emrik). Dari tadi dia ngoceh endeswey-endesway itu ternyata doski membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;man! Oh wow man! &lt;/span&gt;(masih lagak emrik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik dan rencana-rencana Amerika ke Indonesia mungkin tidak begitu menarik perhatian gua.  Apalagi demo-demo yang tidak jelas arah di sekitarnya.  Tapi yang katanya orang nomer satu dunia dan dibenci umat ini bisa berbicara kepada gua.  Walau gua tidak menyimak sekalipun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pilihan katanya gak terlalu sulit hingga gampang dimengerti.  Bagaimana sebuah wacana politik dunia bisa dirangkum menjadi satu paragraf yang gampang. &lt;br /&gt;Mungkin dia membacakan kata pada penekanan vokal yang benar. &lt;br /&gt;Mungkin dia juga sesekali melihat kepada audience untuk menunjukkan perhatiannya.  Tidak seperti murid yang disuruh gurunya untuk membaca kepada teman-teman sekelasnya, merunduk terus karena takut salah baca.&lt;br /&gt;Mungkin juga dia benar-benar menguasai pidato tersebut sehingga kita tidak terlalu peduli dengan hal-hal kecil lainnya dan 'terpaksa' mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang gua yakini, George Bush punya copywriter handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;"And when their eloquence escapes me&lt;br /&gt;Their logic ties me up and rapes me&lt;br /&gt;De do do do, de da da da&lt;br /&gt;Is all I want to say to you&lt;br /&gt;De do do do, de da da da&lt;br /&gt;They're meaningless and all that's true"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;De do do do, De da da da&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Police&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-4585789127865634696?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/4585789127865634696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=4585789127865634696&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/4585789127865634696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/4585789127865634696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/11/mari-membaca-seperti-george-bush.html' title='Mari Membaca (seperti George Bush)'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-5471171796467864156</id><published>2006-11-15T00:42:00.000+07:00</published><updated>2006-11-15T00:59:25.775+07:00</updated><title type='text'>Who Do We Think We Are</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Who do you think he are??"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon Sarah Azhari pernah berceloteh begitu pada sebuat tayangan infotainment. Beberapa waktu kemudian kalimat itu merebak luas menjadi suatu guyonan bernada cemoohan. Memang, mestinya dia mengatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Who do you think he is?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, gua juga sering tersenyum mendengar penyiar-penyiar radio yang membuka kalimat sapaannya dengan bahasa Inggris, pada kalimat pertama dan kedua, lantas kembali lagi dengan percakapan bahasa Indonesia. Menurut dugaan gua sih.. -dugaan lho ya- sepertinya dia kehabisan perbendaharaan kata-kata Inggris untuk diucapkan lalu kemudian menyerah kembali berbicara bahasa ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh well&lt;/span&gt;, sepertinya bahasa Inggris ini menjadi satu isu yang cukup malu-maluin ya. Malu kalau ngga bisa, dan malu-maluin orang yang ngga (gitu) bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa mesti malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua tidak melihat kenapa kita harus malu untuk 'salah' berbahasa Inggris. Atau bahasa lain. Orang Rusia, Cina, Eropa dan Afrika yang tidak berbahasa ibu bahasa Inggris sering melakukan kesalahan dalam tata bahasa, pelafalan maupun dialek. Lebih menarik lagi, sesama&lt;br /&gt;warga negara Inggris di Inggris sana sering tidak mengerti kawan senegaranya itu ngomong apa. Logat Scottish, Liverpool, Irish sering susah dimengerti (Parkinson, Ebet Kadarusman-nya Inggris pernah membahas ini dalam sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talk show&lt;/span&gt;nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kita sering terdengar hanya menyebutkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and then&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;already&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;that one&lt;/span&gt;"... biarlah itu juga menjadi ciri kita sendiri dalam berbahasa Inggris. Toh orang Thailand juga sering susah dicerna ngomong Inggrisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bahasa Inggris juga tidak kalah kayanya dengan bahasa Indonesia kita ini. Ketika mempelajari, mempraktekkannya, dan mencoba memahaminya, memang ada rangkaian-rangkaian pemikiran yang menarik dari bahasa ini. Tidak jarang kita temui bahasa Inggris tersebut bisa mencakupi sebuah penjelasan panjang lebar dari sebuah bahasa (bukan bahasa Indonesia saja. dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang membuat bahasa ini sangat universal. Bisa dimengerti banyak orang. Untuk berkomunikasi. Dan ini yang membuat kita perlu mempelajarinya dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kenapa mesti malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh kita nggak lantas menjadi bule kalau bisa berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;• Sebuah tulisan di milis CCI.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-5471171796467864156?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/5471171796467864156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=5471171796467864156&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5471171796467864156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/5471171796467864156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/11/who-do-we-think-we-are.html' title='Who Do We Think We Are'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-8087146452491474165</id><published>2006-11-07T01:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T03:20:51.661+07:00</updated><title type='text'>Blog is Dead.</title><content type='html'>Iya.  Zaman blog sudah berlalu.  Setidaknya dipandang dari jendela blog gua ini, frekwensi orang ngeblog sudah tidak begitu terlihat animonya lagi.  Alat pendeteksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update&lt;/span&gt; blog gua hanya sedikit yang mencatat adanya tulisan-tulisan baru dalam kurun waktu 6 bulan ini.  Trend-kah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin iya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu &lt;a href="http://friendster.com/" target="new"&gt;Friendster&lt;/a&gt; sangat &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; mendekatkan 'orang-orang hilang' dari penjuru dunia dan perjalanan hidup manusia.  Berikut dengan fitur buletin dan testimoninya.  Sekarang sudah sekedar menjadi alat penambah teman baru yang kita temui di lingkungan baru. Oh well, tentunya dengan testi-testi barunya. Seru sih.  Namun greget dari membuka Friendster setiap harinya mungkin sudah mulai memudar ketika koleksi teman kita sudah mencapai angka ratusan.  Belum lagi mulai dilarangnya membuka situs ini di kalangan pekerja kantoran.  Secara dianggap merugikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bandwidth&lt;/span&gt; kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://multiply.com/" target="new"&gt;Multiply&lt;/a&gt; juga demikian.  Setingkat lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;advance&lt;/span&gt; dari Friendster, masih menyajikan ajang berkoneksi-ria.  Dengan fitur yang lebih multi media, situs ini memungkinkan kita berekspresi lebih prima. Ajang tampil diri di dunia maya, mungkin begitu gua menyebutnya.  Walau ujung-ujungnya sering berakhir dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt; layaknya sebuah debat kusir panjang di milis-milis yang... lagi-lagi wujud eksistensi sebuah komunitas masing-masing di dunia maya! :)  Pun lambat laun akan menjalani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pattern&lt;/span&gt; yang sama dengan pendahulunya Friendster. Dijamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun salah satu nyawa penting dari sebuah blog itu sudah mati.  Orang tidak lagi menjadi penulis diary.  Orang tidak lagi mengetengahkan sebuah pembahasan.  Tidak lagi orang berkarya.  Provokasi sekalipun sudah sunyi terdengar.  Seperti sudah terlena dengan cepatnya jepretan kamera digital yang dengan cepat juga bisa dipertontonkan langsung ke khalayak... dunia maya.  Jepret-download-upload-senang.  A-B-C...D.  Gampang dan cepat.  Dan sesuatu yang gampang dan cepat biasanya akan terlewatkan begitu saja menurut sifat dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog gua tercinta ini pun sepertinya sudah harus mencari format baru lagi.  Agar tidak mati oleh zamannya sendiri.  Agar tidak disamakan dengan sebuah era.  Dan layaknya kecenderungan manusia, Friendster dan Multiply tadi, agar tetap eksis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi sepertinya selalu membuat berang ibu penciptanya: berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Terima kasih Artie, atas pencerahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-8087146452491474165?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/8087146452491474165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=8087146452491474165&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8087146452491474165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8087146452491474165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/11/blog-is-dead.html' title='Blog is Dead.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-311336625325476110</id><published>2006-10-27T00:38:00.000+07:00</published><updated>2006-10-27T00:53:49.646+07:00</updated><title type='text'>Berkaryalah Anak Bangsa!</title><content type='html'>Di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MTV Cribs&lt;/span&gt; lagi menayangkan profil rumah salah satu bekas anggota &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;N'Sync&lt;/span&gt;.  Itu lho yang jenggotan itu (gua selalu menganggap anggota boyband yang jenggotan adalah A.J).  Buset dah!  Kalo ngga salah luas rumahnya itu adalah seluas PI Mall 1 dan 2 disatukan.  Perabotan premium beserta ruangan-ruangan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;designated&lt;/span&gt; menurut aktifitas masing-masing.  Kolam renang a la Playboy Mansion.  Belum lagi koleksi mobil mahal yang lebih dari jumlah anggota band N'Sync.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas gua mikir, dia aja segitu, gimana Justin Timberlake?!  Yang pasti gaji dari salah satu orang pengurus rumah tangganya doi saja mungkin bisa dua kali lipat bos-bos gua di sini kali.  Mungkin lho.  Mungkin juga gua masih silau dengan penampakan si jenggot yang dengan ramahnya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tour guide&lt;/span&gt; propertinya sendiri di tayangan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat seorang teman yang pernah ngomel sejadi-jadinya atas tingkah laku salah satu temannya yang kebetulan, konon, katanya sih, seorang terkenal.  Menurut teman gua, lagak si 'celeb' terlalu berlebihan untuk ukuran orang terkenal.  Gimana enggak, penjualan albumnya tidak seberapa.  Hits lagunya tidak lebih dari 2-3 lagu, pun tidak mampu bertahan di posisi tangga 10 besar.  Kalau lagi manggung, cuma teman-teman dekat saja yang berjingkrak di jajaran depan.  Dan kalau pun lagi maksain nongkrong di pelataran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coffee shop&lt;/span&gt; yang terbuka, ngga ada juga yang lantas nyamperin dia minta tanda tangan atau foto bareng.  Namun lagaknya udah kayak Justin Timberlake!  Mirip sebuah adegan iklan rokok tentang obsesi jadi celeb.  Begitu ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar celotehannya tadi ada beberapa teman yang tertawa sambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngenyek&lt;/span&gt; "Ah, sirik aja loe!"  Gua hanya bisa tersenyum.  Dan setuju dengan pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya lho.  Terserah mau sirik atau apalah bentuknya, gua setuju.  Sebuah attitude mestinya punya tanggung jawab dan dilatar belakangi pula dengan sebuah prestasi yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon katanya Mariah Carey tidak mau mengeluarkan satu patah kata pun sehari sebelum dia manggung.  Caranya berkomunikasi hanya dengan gerakan tangan dan kertas-kertas tulisan.  Atau perintah.  Bisa ditebak cara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;absurd&lt;/span&gt; seperti itu berhubungan dengan kualitas suara yang akan dia lengkingkan nantinya di panggung.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But hey,  she can do it.  She can pay for it.  And she gets a lot of money for doing it.&lt;/span&gt;  Walau sampai sekarang gua gak bisa ngerti kenapa dia mesti minta semua ruangan hotelnya harus pingki. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;But hey...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi geng, kita berkarya ajalah dulu.  Punya prestasi aja dulu.  Ngga perlu terlalu bangga akan apa yang kita punya sampai orang lain yang bangga punya kita.&lt;br /&gt;Biar pantes make kacamata Oakley-nya.  Atau kalo pake jaket Adidas satu-satunya di dunia pun, ngga ada yang nyinyir.  Dan sukur-sukur bisa bikin band bareng ama Justin dan Mimi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, ini ada bonus cerita:&lt;br /&gt;Seorang (lagi-lagi) celeb (lokal) sedang bertengkar dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;air crew&lt;/span&gt; maskapai penerbangan  domestik ketika hendak masuk pesawat. Si celeb ngotot untuk tetap membawa gitar yang terbungkus hard case-nya yang besar ke dalam kabin.  Ukuran besar itu tidak akan masuk ke dalam bagasi kabin yang di atas tempat duduk dan kalau pun dibiarkan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alley&lt;/span&gt; akan sangat mengganggu.  Lelah akan segala penjelasan si pramugari dia lantas memotong pembicaraan sembari berusaha memperjelas penampilannya sebagai celeb, "Mbak ngga pernah nonton TV ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap si mbak pramugari bakal mengenalinya sebagai seorang rockstar, si mbak pramugari balik membalas "Mas nggak pernah naik pesawat ya?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hacchhheee..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt;"Loe tu gaya loe emang keren&lt;br /&gt;Loe tu lagak lucu dan keren&lt;br /&gt;Loe tu tampang loe keren tapi..."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;/rif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-311336625325476110?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/311336625325476110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=311336625325476110&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/311336625325476110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/311336625325476110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/10/berkaryalah-anak-bangsa.html' title='Berkaryalah Anak Bangsa!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-3993251253752567492</id><published>2006-10-15T15:40:00.000+07:00</published><updated>2006-10-15T15:51:15.711+07:00</updated><title type='text'>Di Pinggir Jalan Lebaran</title><content type='html'>Jalan yang besar itu biasanya dilewati oleh mobil-mobil Alphard, S-Class, Seri 7 atau mobil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bling-bling&lt;/span&gt; ceper setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir jalan situlah Maryadi, Inah istrinya dan Indah anaknya bersiap-siap menggelar kardus usang sebagai alas duduk mereka.  Layaknya piknik mereka rebahan di sana.  Di samping gerobak sampah yang tadi menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trolley&lt;/span&gt; si kecil Indah berjalan-jalan bak kereta kencana.  Ibunya sibuk membenahi koran bekas dari tumpukan gerobak itu sambil sesekali meng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;update&lt;/span&gt; berita selebritis kesayangannya.  Yang mungkin lewat di antara mobil-mobil tadi.  Harapnya mereka akan bersedekah barang sebungkus nasi kotak dari arisan-arisan mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seharian mereka di sana.  Hampir-hampir Maryadi tidak bekerja.  Lebaran sebentar lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangki.  Iwan Funky.  Sedang berjalan meninggalkan rumah majikannya tidak jauh dari blok jalan itu.  Cengdem sudah melekat di muka.  Rambut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spikey&lt;/span&gt;, kaos sobek dan jins yang dilinting hampir sampai lutut dan ban kulit tebal melilit gagah di tangan menjadi atribut mudiknya kali ini.  Biar mirip Den Rob, anak majikannya yang di sekolah internasional itu.  Biar mirip Ian Kasela. Yah... yang begitu lah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;You know, man! &lt;/span&gt;Piss yo.... Jujur yow...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak henti-hentinya Wangki tersenyum.  Di benaknya tergambar sanak keluarganya di kampung,  berjumpa teman lama sambil pamer hape barunya, main petasan di malam takbiran.  Belum lagi si Ceuceu 'kutunggu jandamu'.  Seperti dendam yang bertumpuk di hati, semua terbungkus rapat seperti kardus indomi yang dibawanya. Oleh-oleh buat mereka.  Mungkin sisa duit THRnya hanya cukup untuk ongkosnya pulang.  Tapi tak apa, pikirnya.  Momen ini memang tak terbayar oleh apa pun di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah Wangki di pinggir jalan itu.  Menunggu ojek yang mengantarnya ke terminal.  Mobil-mobil yang lewat bergantian menempelkan debu di wajahnya.  Di wajah Maryadi, Inah dan Indah yang masih dari tadi menunggu.  Sesaat mereka bertemu tatap satu sama lain.  Apalagi Indah,  yang mengingatkan Wangki akan adiknya di kampung.  Rindu dan iba yang jujur membaur menjadi satu dalam hatinya.  Namun dia bisa berbuat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah si ojek yang semakin mengkabutkan suasana dengan asap knalpotnya. Tujuan dan harga sudah terucap.  Tapi kali ini Wangki setengah mati menawar. 15ribu kata si ojek. 10 ribu tawar Wangki. 14 ribu, 10 ribu, mereka bertek-tok. 12 ribu kata si ojek.  Wangki sejenak menghitung dan kemudian setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengeluarkan lembar 10 ribu dan 5 ribu lantas meminta si ojek memberikan kembaliannya.  Walau masih bingung si ojek menuruti juga. Dikembalikannya kepada Wangki 3 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas Wangki menghampiri Maryadi dan keluarganya. Diberikannya 1000 kepada Maryadi.  1000 kepada Inah.  Dan 1000 kepada si kecil Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah maha pemurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 102, 51); font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 102, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 102, 51); font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;Mohon Maaf Lahir dan Batin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 102, 51); font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;Salam, Diki Satya dan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-3993251253752567492?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/3993251253752567492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=3993251253752567492&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3993251253752567492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/3993251253752567492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/10/di-pinggir-jalan-lebaran.html' title='Di Pinggir Jalan Lebaran'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-7735285139235134770</id><published>2006-10-12T01:18:00.000+07:00</published><updated>2006-10-12T01:39:32.509+07:00</updated><title type='text'>"Seberapa pintar kita sekarang, hai orang-orang bodoh?"</title><content type='html'>Pembaca yang baik, mohon tidak tertawa dulu dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;twist&lt;/span&gt; kalimat di atas.  Ini bukan kalimat ironis yang semata-mata mencari sensasi agar kita tertawa kecil seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jokes&lt;/span&gt;nya Hollywood.  Ini juga bukan kalimat sinis yang sirik akan kepintaran orang-orang berilmu atau dukun sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini benar adanya.  Bahwa kita adalah orang bodoh.  Begitu mungkin bahasa kasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba kita pikir, tidak pernah dalam satu hari saja kita tidak bertanya. Apa, siapa, ke-di mana, yang mana, bagaimana, berapa, kapan.  Pertanyaan-pertanyaan itu senantiasa kita ucapkan dalam keseharian kita. Sepertinya setiap saat ada kekosongan atau kebutuhan di dalam diri kita yang harus selalu terpenuhi.  Sesepele apa pun perkaranya.  Entah hanya iseng, serius sampai-sampai pada bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sense of survival&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Sekarang, coba kita pikir lagi, berapa kali dalam satu hari kita telah memberikan jawaban atas pertanyaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gua mencoba menjawab pertanyaan ini, gua geli sendiri.  Lalu tertegun.  Gimana enggak, tidak jarang gua menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan sekenanya.  Tidak jarang jawaban-jawaban tersebut adalah jawaban yang salah, tidak tepat, tidak pada tempatnya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Namun dengan jawaban-jawaban yang benar, justru sangat gampang diingat.  Justru di situ bahayanya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua jadi semakin yakin bahwa gua adalah manusia bodoh.  Yang akan terus berhadapan dengan masalah-masalah dan bertanya.  Yang akan terus berpikir dengan pertanyaan.  Yang akan terus bertahan hidup dengan bertanya.  Dan ketika menemukan jawabannya, akan terus bertanya lagi.  Dan lagi. Kadang gua berpikir, sepertinya cuma Dia yang punya jawaban.  Jawaban-jawaban yang kita sering temui itu konon cuma kesimpulan-kesimpulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan gua akan bertanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Tuhan yang tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt;"Mother, do you think they'll drop the bomb?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, do you think they'll like this song?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, do you think they'll try to break my balls?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, should I build the wall?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, should I run for president?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt;Mother, should I trust the government?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, will they put me in the firing line?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Or is it just a waste of time?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, do you think she's good enough, for me?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, do you think she's dangerous, to me?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, will she tear your little boy apart?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, will she break my heart?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-family:lucida grande;font-size:85%;"  &gt; Mother, did it need to be so...  high?" &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mother, Pink Floyd&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-7735285139235134770?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/7735285139235134770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=7735285139235134770&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7735285139235134770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/7735285139235134770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/10/seberapa-pintar-kita-sekarang-hai-orang.html' title='&quot;Seberapa pintar kita sekarang, hai orang-orang bodoh?&quot;'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-8899663393339737556</id><published>2006-10-06T01:53:00.000+07:00</published><updated>2006-10-06T01:55:07.053+07:00</updated><title type='text'>And Now I'm Alone</title><content type='html'>And now I'm alone&lt;br /&gt;The plug is off&lt;br /&gt;The light is out&lt;br /&gt;The crowd turns to one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As this door closes&lt;br /&gt;As the wheels turn&lt;br /&gt;As it waves the night&lt;br /&gt;I'm all alone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it's the voice&lt;br /&gt;Maybe it's the sense&lt;br /&gt;Maybe it's love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For tonight&lt;br /&gt;I'm all alone.. again.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-8899663393339737556?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8899663393339737556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/8899663393339737556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/10/and-now-im-alone.html' title='And Now I&apos;m Alone'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115992542211125307</id><published>2006-10-04T08:21:00.000+07:00</published><updated>2006-10-04T09:36:25.523+07:00</updated><title type='text'>Usang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1394/503/1600/kaoskvb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1394/503/320/kaoskvb.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu kami menyayembarakannya sebagai sebuah himne identitas diri.  Masing-masing beradu kreatifitas memberikan yang terbaik untuk sebuah wujud persatuan sebuah kumpulan.  Golongan.  Kasta.  Kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memakainya, dada mendadak membusung.  Ketika orang melihat kami memakainya, pongah pun tak terelakkan dari muka kami.  Ucapan gila sekalipun tak bisa melunturkan semangat yang membungkus badan-badan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu.  Kami, atau paling tidak aku masih memakainya.  Masih segar dalam ingatan dan darah: "Ini asalku."  Wajah-wajah tadi pun masih kental dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browser&lt;/span&gt; memori.  Belum ada yang langsung memanjangkan rambutnya sampai sepuluh senti.  Tidak.  Tidak secepat itu.  Belum ada yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun berlalu.  Aku masih memakainya.  Kali ini untuk tidur.  Maklum, warnanya sudah putih tua.  Sablonannya juga memudar.  Sesekali saja memori tadi mengingatkan senyum, lantas kemudian terlelap tidur.  Capek.  Dunia ini berwarna sekali.  Dan dia jelas sudah ketinggalan zaman. Dan.. ya.. aku sudah tertidur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepuluh tahun sudah sekarang.  Masih saja kupakai tidur.  Tidak ada lagi memori.  Hanya saja dia selalu setia menunggu di lemari untuk kutiduri.  Andai ketika tidurku, dia bisa sekali saja merebut ingatanku untuk dia, bercerita sedikit tentang masa lalu.  Golongan.  Kasta.  Kebanggaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kau telah menyempit atau aku yang menggendut.  Kerahmu tak lagi menyeka keringatku.  Warnamu tak bisa juga disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vintage&lt;/span&gt;.  Dan ketika tidur, sering kau undang angin masuk ke tubuhku.  Menggangu nyenyak lelahku. Atau sekedar memperlambat harapan pagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak lagi layak bersamamu.  Kau kusimpan saja untuk cerita anak-anakku.  Tak bisa juga kau serap deterjen dari lantai-lantai itu.  Atau kilauan semir mobilku akan merasa hina oleh usapanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamlah di situ. Di lemariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;• Tentang kaos almamater dan idola-idola yang jatuh..tuh!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;I guess I'm a record you're tired of&lt;br /&gt;I guess we're just older now&lt;br /&gt;I guess I'm a toy that is broken&lt;br /&gt;I guess we're just older now&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Broken Toy, Keane.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115992542211125307?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115992542211125307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115992542211125307&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115992542211125307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115992542211125307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/10/usang.html' title='Usang'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115984808549819192</id><published>2006-10-03T10:55:00.000+07:00</published><updated>2006-10-03T11:46:04.983+07:00</updated><title type='text'>Rencana Besar</title><content type='html'>Ada sebuah hiburan menarik dalam perjalanan gua ke kantor pagi tadi.  Sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talk show&lt;/span&gt; di radio yang membicarakan tentang perkawinan.  Segala aspek dibicarakan dari hal yang standar sampai ke perceraian segala.  Namun apa yang menghibur gua bukan pada pembahasan detailnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suara seorang gadis dewasa (begitu gua menyebutnya, karena dalam pembicaraannya dia menyebutkan dirinya belum kaw.. nikah.) yang bertutur panjang lebar dan penuh semangat tentang perkawinan menurut perspektifnya.  Bahwa nantinya perkawinan itu harus tetap mempunyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'burning flame'&lt;/span&gt;.  Bahwa nantinya pasti akan ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ups and downs&lt;/span&gt;.  Dan dari situ kita akan lebih bisa mem-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;value&lt;/span&gt; kebahagiaan dan seterusnya daaaan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua yang baru menjalani 4 tahun perkawinan tentu saja mesem-mesem dengan celotehan si nona tadi.  Pengen rasanya nyeletuk "Ah.. teori!" Namun biar bagaimana pun gua harus tetap menghargai pendapat-pendapat seperti itu bagi mereka yang di seberang sana.  Dengan berbagai alasan dan kondisi toh dia belum berada dalam status istri.  Atau pasangan resmi secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing diri kita adalah desainer ulung dalam membuat sebuah rancangan.  Apalagi rancangan tersebut memuat gambar diri kita di dalamnya.  Tentunya, dengan kualifikasi yang kita punya, kita bisa membuat suatu gambaran yang sempurna tentang rencana itu.  Dengan menyesuaikan dengan ego, berdebat dengan harapan -apakah diformulasikan lebih tinggi atau pas-pasan aja-, sedikit toleransi dengan pihak lain dan sukur-sukur dedi dores! (dengan disertai doa restu).  Maka jadilah rancangan besar itu.  Begitu indah, begitu sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika esoknya kita menjumpai rencana-rencana tersebut, apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah acara perhelatan akbar berjalan kacau disebabkan oleh ketidak-siapan panitia atau faktor-faktor tidak terduga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran-gambaran kampus yang ideal menjadi rusak karena tidak ada cewe/cowo cakep untuk digebet.  Atau karena senior yang maha sok asik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iming-iming kantor baru yang menjanjikan segala fasilitas terbaiknya harus dilupakan dulu ketika berhadapan dengan klien yang... kurrrang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mendapati sang pacar ternyata mengorok ketika tidur siang sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, berhadapan dengan iuran-iuran listrik, telepon dan kartu kredit ketika mulai hidup bersama sebagai pasangan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Should I go on with governments and politics? Oh well.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan rencana besar tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, jalanin ajeeee.  Rencana besar tadi boleh tetap kita pegang dan diimpikan.  Namun harus dibarengin juga dengan kesiapan kita menghadapi segala sesuatu yang melenceng nantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kebaikan kita sendiri?  Belum tentu sih.  Tapi bersedia melakukannya, buat gua itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;quote&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; bijak pernah mengatakan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;"If you want to make God laugh, tell Him about your masterplan" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115984808549819192?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115984808549819192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115984808549819192&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115984808549819192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115984808549819192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/10/rencana-besar.html' title='Rencana Besar'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115882530701599514</id><published>2006-09-21T14:44:00.000+07:00</published><updated>2006-09-21T15:18:21.243+07:00</updated><title type='text'>Negara Ini Terlalu Besar</title><content type='html'>Baiklah gua akan menyampaikan pesan ini kepada tersangka kasus Poso yang dijatuhi hukuman mati Fabianus Tibo, Marinus Riwu, and Dominggus Da Silva:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga Tuhan menyertai saudara-saudara sekalian, apa pun keputusan yang akan kalian hadapi. Amin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon besok mereka akan dihukum mati.  Konon kemaren-kemaren mereka sudah akan dieksekusi.  Konon sudah berkali-kali pesan ini disampaikan berupa petisi ke presiden dan pemerintah. Melalui sms berantai, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt; berantai dan media-media berantai lainnya.  Konon pesan ini sudah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang mendengar?  Adakah yang berbuat?  Sampaikah ke Pak SBY?  Sampaikah ke kotak surat pemerintah sana? Bisa berjuta jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sampaikah ke hati kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak informasi yang menyertai dukungan doa agar tidak terlaksananya hukuman mati tersebut yang kita terima.  Bahwa mereka adalah korban ketidak-adilan belaka.  Bahwa mereka bagian dari plot konspirasi tingkat tinggi.  Si ini di balik itu. Si itu yang beginiin.  Yang menurut gua, sulit untuk membuktikan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lantas membela mereka bertiga ini, akan berbalikkah keadilan?  Selesaikah persoalan-persoalan selama ini?  Dan kalau mereka terbukti tidak bersalah, artinya pihak lain dong yang bersalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segampang itukah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mau pesimis atau apatis, namun kalau kita mendukung mereka bertiga dengan alasan-alasan yang tidak jelas, mereka hanya akan menjadi korban ketidak-tahuan, emosi sesaat, kita lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dukunglah Fabianus Tibo, Marinus Riwu, and Dominggus Da Silva dengan sepenuh hati.  Bukan untuk menyalahkan pemerintah pula.  Negara ini terlalu besar untuk disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keselamatan tidak hanya di dunia ini saja.&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;"They say time is a healer&lt;br /&gt;and now my wounds are not the same&lt;br /&gt;I rang the bell with my heart in my mouth&lt;br /&gt;I had to hear what he'd say.."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No Son of Mine, Genesis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115882530701599514?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115882530701599514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115882530701599514&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115882530701599514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115882530701599514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/09/negara-ini-terlalu-besar.html' title='Negara Ini Terlalu Besar'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115873914175840530</id><published>2006-09-20T14:44:00.000+07:00</published><updated>2006-09-20T14:59:01.776+07:00</updated><title type='text'>Kamu dan Aku</title><content type='html'>Selain tayangan gosip &lt;span style="font-style: italic;"&gt;infotainment&lt;/span&gt; yang membicarakan kehidupan orang,  ternyata orang gemar juga membicarakan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua masih ingat, dulu, untuk menyempatkan diri nongkrongin Planet Remaja di ANTeve (dengan iringan musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Another Day In Paradise'&lt;/span&gt;nya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phil Collins&lt;/span&gt; itu) beberapa saat, agak lama sedikit karena Sagittarius selalu diulas di belakang menurut urutan bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau orang-orang sering mematut-matut apa kata ramalan zodiak di majalah dan media lain. "Ih bener banget deh.." atau "Wah gua banget nih".  Sampai-sampai ditunjuklah satu majalah tertentu menjadi satu standart kebenaran hidup orang untuk satu minggu itu.  Konon karena sangat mewakili kita-kita ini.  Dan konon juga, konon nih, narasumber tersebut menuliskan referensi zodiak tersebut berdasarkan pengalaman teman-teman di sekitarnya saja. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat juga perasaan harap-harap cemas  (kita, atau siapa saja) ketika akan diramal.  Baik sekedar ramalan ecek-ecek, tarot atau dukun sekalipun.  Benar tidaknya hasil ramalan tersebut nanti saja.  Tapi lagi-lagi topik itu adalah sesuatu yang menyangkut diri kita.&lt;br /&gt;Bagaimana sebenarnya kita.  Sifat kita. Karakter kita.  Masa depan kita. Asmara kita. Semua-mua kita.  Walau agak sulit menerima 'bacaan nasib' tadi dari seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;supervisor&lt;/span&gt;/atasan kita di kantor ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt; tiba.  Mungkin juga nasihat orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi tentang memamerkan apa yang kita miliki.  Sering kita bercerita tentang pacar kita yang satu-satunya di dunia.  Anjing kita yang lucu.  Sepatu baru dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sale&lt;/span&gt; kemaren atau mati-matiannya menunggu tas Hermes yang hanya dijual beberapa tahun sekali itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang masih mempunyai kaitannya dengan kita sendiri sering kita bicarakan.  Sadar tidak sadar.  Sombong maupun merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kita memang menyayangi diri kita sendiri.  Bahwa kita memang menghibur, merawat bahkan memanjakan diri sendiri.  Bahwa kita memang melindungi diri sendiri.  Agar tetap sehat. Agar senantiasa terjaga. Agar tetap jaim.  Agar pantes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, siapa yang narsis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;"He's as blind as he can be&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Just sees what he wants to see&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Isn't he a bit like you and me.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;Nowhere Man, The Beatles.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115873914175840530?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115873914175840530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115873914175840530&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115873914175840530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115873914175840530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/09/kamu-dan-aku.html' title='&lt;s&gt;Kamu&lt;/s&gt; dan Aku'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115821950306996286</id><published>2006-09-14T14:22:00.000+07:00</published><updated>2006-09-14T14:58:43.346+07:00</updated><title type='text'>Sebelum ke Citra Pariwara*</title><content type='html'>Ini temuan yang menarik pada sesi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt; gua pagi ini. Entah mereka janjian atau sama-sama baru disamber gledek, gua mendapati 2 orang ini sedang dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;turbulence&lt;/span&gt; yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu sedang eneg dengan ke-Jakarta-an (Jakarta sebagai barometer gaya hidup dan kelangsungan hidup orang banyak, di Indonesia).  Begah dengan pengaruh-pengaruh luar yang menuntut kita akhirnya menjadi lebih mirip dengan boneka ketimbang menjadi orang bule sekalipun.  Konon akhirnya dia menemukan sebuah lorong di tahun 1940an dan mendapatkan 'kedamaian' di situ.&lt;a href="http://glennmarsalim.blogspot.com/2006/09/di-sebuah-lorong.html" target="new&amp;quot;"&gt;[+]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu lagi.. Mmm.. Mungkin emang pada dasarnya dia tuh orang ndeso ya.  Pun sedang dalam proses pencarian sesuatu yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pure.  Pure&lt;/span&gt; yang hanya bisa dimengerti kalau dicerna.  Bukan tampilan kulit telanjang atau semata-mata melepaskan atribut kematerialistisan untuk bisa dibilang sederhana atau decent.  Yang kalau bahasa canggihnya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It takes one to know one&lt;/span&gt;".&lt;a href="http://kopilova.blogspot.com/2006/09/that-sometimes-is-true-2-cups-of-black.html" target="new&amp;quot;"&gt;[+]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua senang sekali dengan kegelisahan mereka.  Ada spirit ke-endonesa-an yang kental di situ.  Ada sebuah kerinduan yang mendasar dari kegelisahan tadi.  Kerinduan untuk menjadi diri sendiri.  Menjadi orang bernegeri masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoi. Masa kini.  Yang tidak mesti mengacu pada pelajaran PSPB.  Atau memulai sebuah kalimat spanduk : "Dengan Semangat... Mari Sukseskan.."  Sudah mengenal kopi Starbucks dan masih minum tubruk.  Bisa berbahasa Inggris tanpa harus jadi orang asing.  Dan mulai melihat angkot sebagai fungsi, tidak gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih serunya lagi, dari kegelisahan-kegelisahan ini, akan lahir gagasan baru.  Tidak selalu penting apa hasilnya.  Namun perjalanan ke situ yang selalu jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cabaran &lt;/span&gt;yang mm... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;how can I say this... orgasmic? Yeah right!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes! Kanasta, bo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href=http://citrapariwara.com/"target=new"&gt;Citra Pariwara&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Sebuah acara tahunan untuk menghargai karya-karya terbaik dari industri periklanan.  "Berubah Wajib Hukumnya" adalah tema yang diangkat pada tahun ini.  Mungkin gua juga dalam turbulence yang sama, bisa mirip dengan tema ini. Idih.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115821950306996286?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115821950306996286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115821950306996286&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115821950306996286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115821950306996286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/09/sebelum-ke-citra-pariwara.html' title='Sebelum ke Citra Pariwara*'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115813793055582565</id><published>2006-09-13T15:50:00.000+07:00</published><updated>2006-09-13T15:58:50.573+07:00</updated><title type='text'>Tulislah Kebenaran</title><content type='html'>Seorang, bahkan beberapa, pernah mengusulkan kepada gua supaya suatu saat membukukan artikel-artikel di blog "di pelipir zaman" ini.  Dan di beberapa kali juga gua masih menjawab dengan pernyataan yang sama.  Bahwa isi dari blog ini merupakan catatan keseharian saja dan bahasan-bahasannya pun atas apa yang sedang terjadi pada saat itu juga.  Jadi ketika suatu saat dibaca lagi, mungkin sudah tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up to date&lt;/span&gt;.  Begitu selalu jawab gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Arsene Wenger, pelatih sepakbola Arsenal yang sangat gua kagumi, punya susunan kata yang sangat tepat yang bisa gua pakai kemudian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://soccernet.espn.go.com/news/story?id=379087&amp;cc=4716"&gt;''It has to be something like a legacy, where you say it can help some people.''&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwewew!  Tanpa harus berkesan subjektif pada orangnya, gua sangat setuju dengan kalimat itu.  Seharusnyalah sebuah buku itu membawa alam pikir pembaca ke sebuah format dunia lain, mendapat penyegaran,  menggagas sesuatu dan kemudian kembali ke dunia nyata.  Lalu mencoba membuat perubahan.&lt;br /&gt;Buku apa pun lho.  Stensilan porno sekali pun bisa membuahkan sesuatu kalau kita bisa melihat 'enerji' yang benar. Tinggal cocokin aja definisi 'benar' tadi.  Buku provokasi, propaganda atau buku-buku pendikte lainnya  juga bisa dibaca dengan sikap anti dot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pacaran dulu, istri gua juga pernah bilang 'Sekali saja kita menuliskannya dalam tuturan kata, itulah kebenarannya.'  Dan pada kesempatan lain dia juga bilang '...dan apa yang tertulis itu harus bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.' &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(And look at us now)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal 2 orang berpengaruh ini gua bisa menyimpulkan apa saja yang baik untuk terciptanya sebuah buku.  Tulislah kebenaran.  Inspirasi bisa datang kapan saja.  Referensi sudah bertebaran berabad-abad.  Penokohan pun sudah banyak yang mirip Tuhan (demikian juga penulis-penulisnya).  Pesan yang disampaikan bisa sangat beragam dan kompleks.  Namun esensinya tetaplah harus satu: kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;God knows&lt;/span&gt;.   Yang pasti blog ini juga gua jaga kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;"Kebenaran saat ini, bukanlah kebenaran saat nanti&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kebenaran bukanlah kenyataan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;Hidup Adalah Perjuangan, Dewa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115813793055582565?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115813793055582565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115813793055582565&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115813793055582565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115813793055582565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/09/tulislah-kebenaran.html' title='Tulislah Kebenaran'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115744259877950152</id><published>2006-09-05T14:41:00.000+07:00</published><updated>2006-09-06T23:12:58.956+07:00</updated><title type='text'>Risalah Ailapyu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1394/503/1600/woman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1394/503/320/woman.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan kepadamu temanku, sahabatku, kenalanku, juga engkau yang tak kukenal.&lt;br /&gt;Betapa engkau tidak romantis mendalami cinta.&lt;br /&gt;Ketika kau hanya diam saja menatapnya dan mengatakan di dalam hatimu "Aku! Kamu!"&lt;br /&gt;Kau tepuk busung dadamu.  Berkata hanya padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pada saat itu engkau bergetar menyampaikan kata-kata kepadanya.  Gelas minuman itu kau perbudak untuk menyatakan cintamu.  Bukan mulutmu. Lalu kau panggil pelayan untuk membayar hidangan.  Membayar kesalahanmu.  Karena kau takluk dari pandangan matanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan-awan malam pun sering kau terawang merumuskan cinta itu padanya.  Ketika dia berselimutkan dingin.  Ketika engkau berharap kau adalah kehangatan baginya.  Sering kau idamkan bulan menemani.  Oleh takut yang tak mau kau sampaikan dengan dering telepon saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kau kabarkan.  Semua kau pendam.  Semua bisa melihat.  Semua disunggingkan dalam senyum.  Tetapi, hey!  Kau mendadak beku bersama wajahnya.  Tak seperti gambarnya di kertas itu.  Lukisannya di kepalamu.  Dan hangatnya hatimu sekali saja nama itu terbetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah tidak romantisnya kita, teman.  Berandai-andai dengan dunia hanya untuk menyatakannya.  Berlakon bodoh dan semu hanya untuk tidak memilih kata itu.  Cinta. Cinta. Cinta. Kukatakan itu sekarang!  Coba rasakan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum.  Aku pernah mengucapkannya. "Aku cinta padamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;"My Woman" sebuah karya cantik dari Audrey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115744259877950152?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115744259877950152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115744259877950152&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115744259877950152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115744259877950152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/09/risalah-ailapyu.html' title='Risalah Ailapyu'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115743976547686554</id><published>2006-09-05T13:56:00.000+07:00</published><updated>2006-09-05T14:02:45.493+07:00</updated><title type='text'>aku akan menunggumu dengan puisi</title><content type='html'>&lt;i&gt;hari ini kau tertidur&lt;br /&gt;lelah bermain dan riang&lt;br /&gt;aku akan membacakan puisi untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nanti kau bertanya dan bernyanyi&lt;br /&gt;menulis warna dan menoreh cerita&lt;br /&gt;aku akan membacakan puisi untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kelak tanyamu ketus&lt;br /&gt;janjiku berpinta kerti&lt;br /&gt;aku akan membacakan puisi untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan di hari-harimu yang ramai&lt;br /&gt;pun kau merindukanku&lt;br /&gt;aku akan membacakan puisi untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untukmu&lt;br /&gt;puisi ini adalah janji&lt;br /&gt;pada namamu&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115743976547686554?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115743976547686554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115743976547686554&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115743976547686554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115743976547686554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/09/aku-akan-menunggumu-dengan-puisi.html' title='&lt;i&gt;aku akan menunggumu dengan puisi&lt;/i&gt;'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115601759570286765</id><published>2006-08-20T02:57:00.000+07:00</published><updated>2006-08-20T02:59:55.720+07:00</updated><title type='text'>Tertawa Lebih Baik</title><content type='html'>Pada sebuah iklan di televisi terdapat sebuah adegan sepasang kekasih sedang berbincang-bincang tentang masa depan mereka.  Sang pria menanyakan mau jadi apa anak mereka kelak.  Sang wanita pun menjawab "Jadi kasir."  Merasa kaget dan sedikit tidak berterima dengan jawaban kekasihnya tadi, sang pria kemudian menanyakan lagi "Masa kasir? Tinggian dikit dong.."  Secara spontan sang wanita malah mencoba mengulang jawaban 'kasir' tadi dengan nada yang lebih 'tinggi'.  Dan sang pria pun manyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu.  Nyeleneh namun segar.  Walau memang gua sudah pernah mendengar lelucon ini jauh sebelum iklan ini ditayangkan.  Pun lelucon ini beredar di antara gua dan teman-teman di lingkungan pergaulan.  Bukan dalam tayangan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi coba pikir lagi.  Apa yang ada di benak seorang kasir yang mungkin secara reguler kita temui dalam ritual belanja bulanan kita,  langganan rokok,  kantin tempat kita sering ngutang  atau mbak-mbak dan mas-mas yang selalu kita lewati tiap harinya di pintu tol?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergelitikkah mereka menyaksikan tayangan tadi?  Terwakilkankah mereka dengan dialog itu?  Tergerakkah mereka untuk kemudian merubah 'nasib' mereka ? Iya kalau lebih baik, kalau sebaliknya?  Secara negeri ini selalu mempunyai kumpulan cerita klasik akan susahnya mencari pekerjaan dan tingginya angka pengangguran dari tahun ke tahun. &lt;br /&gt;Gatel sekali rasanya gua untuk mengganti kata kasir tadi menjadi 'wakil presiden' atau 'asisten 1' atau 'jurubicara' atau jabatan/kasta lain yang tidak terpandang hina -kalau melihat ekspresi sang pria di tayangan tadi- namun toh masih mempunyai jenjang yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apalah.  Menjadi ketua RT yang sering disibukkan dengan urusan KTP dan surat keterangan  sekalipun masih pekerjaan yang mulia jika benar dilakukan.  Toh masing-masing orang melakukan fungsinya terhadap sistemnya.  Kebayang gak sih, belanja seabrek-abrek tapi gak ada yang ngitungin di kasir, namun toh kita harus tetap membayar.  Karena kalau gak bayar namanya pen..cu.. (pinteeeer..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja sekarang, gua harus lebih berhati-hati lagi untuk tertawa. &lt;br /&gt;Lebih bijak lagi menyimak mana yang benar-benar bisa membuat diri kita tertawa dan mana yang bisa ditertawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stujuu..??&lt;br /&gt;(Coba, kira-kira jawaban seperti apa yang bisa bikin lucu?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;"I had a feeling that I belong&lt;br /&gt;I had a feeling I could be someone&lt;br /&gt;Be someone.."&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fast Car, Tracy Chapman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115601759570286765?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115601759570286765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115601759570286765&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115601759570286765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115601759570286765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/08/tertawa-lebih-baik.html' title='Tertawa Lebih Baik'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115592711722444976</id><published>2006-08-19T01:44:00.000+07:00</published><updated>2006-08-19T01:51:57.243+07:00</updated><title type='text'>Sisi Lain Kemenangan</title><content type='html'>Mungkin dalam kurun waktu belakangan ini, mendengar kata menang adalah sebuah kata yang membawa spirit sangat orisinil dan baru buat gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja kekalahan kesebelasan kesayangan gua, Arsenal, yang kalah di babak final Piala Champions.  Fakta yang sama terjadi juga terhadap timnas Perancis yang gua jagokan di Piala Dunia lalu.  Dan beberapa 'cerita' lain yang tak perlu disebutkan sebab musababnya. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima kekalahan adalah gampang.  Tentu saja si kalah mempunyai kelebihan akan kekurangan yang si pemenang tadi tidak punyai. Sesimpel itu.  Kurang latihan, kurang beruntung, kurang jago, kurang curang dan lain lain. Si kalah pasti kurang.  Karena kalau menang, umumnya apa pun kekurangan dari si pemenang tak ada yang mau meniliknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua tertegun dengan kekalahan ini.  Bagaimana gua bisa sangat hafal dengan subjek ini?  Dan bagaimana gua sepertinya sudah sangat terbiasa menerima sebuah kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gua akhirnya menang.&lt;br /&gt;Di sebuah pertandingan 17an di kantor, walau terseok-seok pada awalnya, gua dan partner gua Kemal  bisa memenangkan turnamen biliar secara.. tidak bisa juga dibilang gemilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak bisa dibandingkan dengan Piala Dunia atau Piala Gubernur, namun sensasinya tetaplah sama.  Menanti waktu pertandingan seperti menanti persidangan kasus terberat.  Melaju ke babak selanjutnya seperti dihadiahi karung-karung harapan yang orang-orang titipkan kepada kita.  Dan ketika partai puncak pun tiba, perasaan seperti hampa.  Satu-satunya pikiran hanya bagaimana harus menjalani prosesnya dan kemudian bangun keesokan harinya.  Biar bagaimana pun kekalahan dan kemenangan itu sudah terlewati.  Hari ini, hari baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua mau mempelajari lagi subjek kemenangan ini.  Apa saja kelebihan dan kekurangannya.  Bagaimana harus menang lagi.  Bagaimana menempatkan diri sebagai petarung, bukan pemenang.  Dan bagaimana gua tidak harus mempermasalahkan menang atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak penting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To Thierry and Zizou, this is for you.  But my daughter has all the prize.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: lucida grande; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Though I saw it all around&lt;br /&gt;never thought that I could be affected&lt;br /&gt;thought that we'd be the last to go&lt;br /&gt;it is so strange the way things turn"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Don't Give Up, Peter Gabriel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115592711722444976?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115592711722444976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115592711722444976&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115592711722444976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115592711722444976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/08/sisi-lain-kemenangan.html' title='Sisi Lain Kemenangan'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115549772352426854</id><published>2006-08-14T02:22:00.000+07:00</published><updated>2006-08-14T03:19:05.996+07:00</updated><title type='text'>Gua Bukan Brad Pitt</title><content type='html'>Masih segar di ingatan gua betapa geramnya gua ketika pertama kali mendengar lagu &lt;b&gt;"Tak Akan Ada Cinta Yang Lain"&lt;/b&gt; oleh &lt;b&gt;Dewa19&lt;/b&gt; dikumandangkan di radio.  Huh!  Intro lagu itu sangat mirip dengan lagu &lt;b&gt;"The Other Side"&lt;/b&gt;-nya &lt;b&gt;Toto&lt;/b&gt;*.  Memang pada saat itu warna musik Dewa19 kerap sekali dibandingkan dengan Toto.  Dan konon pada awal-awal karir mereka, Dewa19 memang sering membawakan lagu-lagu dari Toto.  Sejak saat itu gua selalu memandang Dewa19 dengan sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Once&lt;/span&gt; menggantikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ari Lasso&lt;/span&gt;.  Warna musik Dewa -yang kali ini lebih terdengar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Queen&lt;/span&gt;, sesekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Genesis&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Led Zeppelin&lt;/span&gt;-  pun semakin 'kaya'.  Meski orang-orang semakin menuduhkan plagiarisme Dhani dalam berkarya, namun tidak seorang pun sekarang yang bisa membuktikan bahwa lagu-lagu mereka sekarang hanyalah contekan.  Pengembangan dan adaptasi kekinian mereka sudah sangat baik diejawantahkan ke dalam musik Dewa.  Terinspirasi, memang.  Mengambil elemen musik dari grup tertentu, memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba menjadi Freddie Mercury?  Peter Gabriel?  Rhoma Irama?&lt;br /&gt;Gua rasa Dhani  dan Dewa19 sangat senang menjadi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Enough about them&lt;/i&gt; lah.  Mari kita bahas diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejauh apa kita menjadi diri kita sendiri.  Menjadi turunan dari bapak-ibu kita tanpa menjadi bapak-ibu kita sendiri.  Bagaimana pohon itu harus berbuah lebih baik.  Seperti menabung dan bunganya.&lt;br /&gt;Sejauh apa kita mau menghargai diri sendiri tanpa harus membeo kepada orang lain.  Sekolah lain.  Kantor lain.  Musik lain.  Negara lain.&lt;br /&gt;Dan sejauh mana kita mau memahami bahwa konsep 'orisinalitas' hanya datang dari jati diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Mustahil gua bisa menjadi Sting, Arsene Wenger,  Brad Pitt dan Jojon sekarang ini.  Namun baik buruknya inspirasi yang telah mereka berikan bisa menjadikan jati diri gua yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi diri sendiri bukan sebuah perbuatan cela.  Yang tidak perlu malu kalau tidak sama dengan si A.  Yang tidak merasa kekurangan ketika si B berlebihan.  Yang  bisa mengetahui keunggulan lain yang si A dan si B tidak punya.  Dan ketika menyebutkan namanya pun, tidak perlu membubuhkan 'aku anak (kepala) desa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Einstein dianggap jenius.  Mungkin pada saat itu hanya sedikit orang yang mau mempunyai jati diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terinspirasi tulisan &lt;a href="http://yohipup.blogspot.com/2006/07/grunge-forever.html" target="new"&gt;"&lt;i&gt;Pretentious&lt;/i&gt;"&lt;/a&gt;-nya Yoga, &lt;a href="http://glennmarsalim.blogspot.com/2006/08/menciptakan-iklan-kreatif-berstandar.html" target="new"&gt;"&lt;i&gt;Internasional&lt;/i&gt;"&lt;/a&gt;-nya Glenn dan buku "...Opposite"-nya Paul Arden.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:85%;" &gt;* Kalau ada yang punya album Sting "Bring On The Night (Live)", coba simak lagu "We Work The Black Seam".  Simak juga lagu "Yogyakarta"-nya Kla Project.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115549772352426854?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115549772352426854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115549772352426854&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115549772352426854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115549772352426854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/08/gua-bukan-brad-pitt.html' title='Gua Bukan Brad Pitt'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115518555079536169</id><published>2006-08-10T11:35:00.000+07:00</published><updated>2006-08-14T03:14:57.396+07:00</updated><title type='text'>Peduli Amat!</title><content type='html'>Ini bukan pesan menakut-nakuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar &lt;i&gt;reminder&lt;/i&gt; buat kita saja.  Barusan, ketika sedang &lt;i&gt;browsing&lt;/i&gt; internet, gua merasakan ada sesuatu yang bergetar di kaki gua.  Secara gua pernah merasakan langsung gempa yang terjadi beberapa waktu lalu di Jakarta, pikiran gua langsung saja mengacu pada kejadian itu.  Mungkin gelombang ke dua.  Karena imbasan itu bisa saja terjadi sewaktu-waktu.  Hare gene, disentil apa-apa tentang bau bencana, orang-orang biasanya awas.  Parno mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata  bukan.  Baru saja lewat teman gua si Garry yang punya bobot badan cukup buesar dari rata-rata.  Tinggi gua yang rata-rata saja buat dia masih setingkat dengan bahunya.  Dan gua yang merasa semakin gendut saja mestinya minder berhadapan dengan dia.  &lt;i&gt;Oh well&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa kabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana keadaan rakyat Indonesia yang di Yogya?  Terlaksana dengan baikkah program &lt;i&gt;recovery&lt;/i&gt;nya?  Pangandaran?  Aceh?  Nias?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan telat untuk prihatin.  Tapi gua memang sengaja mengetengahkan concern ini di saat sekarang.  Di saat semuanya sudah hampir terlupakan.  Tidak ada lagi pundi-pundi sumbangan yang disebarluaskan di samping meja kasir rumah makan.  Mahasiswa (sepertinya begitu, mereka memakai jaket almamater) peliket yang sliweran di tengah-tengah macet yang harus bersaing dengan preman/pengamen setempat. Peduli ini, peduli itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah sukarelawan yang berada di tempat kejadian?  Sudah berapa banyak sekarang?  Masih membuat macetkah?  Artis-artis mungkin?&lt;br /&gt;Kalo pemerintah jangan ditanya.  Mereka sudah mengusahakan sedemikian rupa.  Sampai-sampai ada yang terkena kasus penyelewengan dana bencana.  Bukti sebuah upaya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu depan Indonesia ulang tahun.  Saatnya hore-hore lagi.  Foto-foto perjuangan lagi.  Pesta kampung lagi.  Urunan tujuhbelasan lagi.  Merah putih di mana-mana.  Yang merah katanya darah.  Yang putih mungkin golput.  Bencana banyak darah.  Golput juga banyak. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga-moga di Aceh begitu juga. Dan Yogya, dan Nias, dan Pangandaran.  Mereka juga harus hore-hore. Ya nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;As for me&lt;/i&gt;, gua mah merdekain diri aja lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;i&gt;"Nothing really matters, anyone can see..&lt;br /&gt;Nothing really matters.. to me..&lt;br /&gt;Anyway the wind blooooooooows!!*dwewewewew...*"&lt;br /&gt;Bohemian Rhapsody, Queen.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115518555079536169?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115518555079536169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115518555079536169&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115518555079536169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115518555079536169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/08/peduli-amat.html' title='Peduli Amat!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115501357789736212</id><published>2006-08-08T11:54:00.000+07:00</published><updated>2006-08-14T03:04:21.140+07:00</updated><title type='text'>Insomnia</title><content type='html'>"Mak, aku pergi dulu.  Berperang. Saudara-saudara kita dibunuh.  Martabat moyang kita diejek-ejek.  Nantikan pulangku dengan darah di bajuku."  Anak itu pergi dengan sejuta semangat menggegap di dadanya.  Tak didengarnya juga ibunya yang mengisak tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo bung, bakar tempat ini.  Demi kebenaran.  Demi kebencian.  Demi ketidak adilan yang mereka tebarkan selama ini.  Demi kulit kita."  Maka terbakarlah impian seorang pengusaha kecil yang baru saja jatuh cinta dengan gadis pribumi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah. 60-40. 5 persen setiap tahunnya.  Atas namakan Amerika.  Beberapa Jahudi.  Orang-orang itu sangat suka melawan bangsa-bangsa itu.  Luncurkan saja."  Dan menangislah ibu-ibu yang terbangun oleh gempuran pagi dini hari itu.  Teriakan histeris itu pun memanggil "Allah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak akan begini kalau mereka tidak begitu.  Hendaklah mereka seperti itu agar kami bisa seperti ini.  Sebaiknya pula orang lain seperti kami, tidak seperti mereka. Begini caranya:.." Mata-mata sipit itu berteriak tentang mata-mata sipit lawannya.  Aku mencoba menjadi penerjemah muka-muka marah di televisi itu.  Apa iniii, apa ituu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anak itu tadi terkesiap dari dendamnya.  Segera dibayarnya mie instan tadi dan berlalu pergi.  Pacarnya baru saja sms.  Kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan itu sedang berlari terkencing-kencing dikejar pasukan keamanan.  Yang temannya sendiri.  Kulit mereka sama.  Pengusaha tadi entah ke mana.  Tidak ada juga yang perduli.  Tetapi mereka sekarang sama lelahnya, berlari di tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si otak persenan itu tadi orang Cina.  Kemarin orang Arab.  Seminggu lalu terlihat seperti orang Amerika.  Besok mungkin seperti Jahudi.  Seperti FBI, KGB, Mossad, BIN, GIGN dan singkatan lainnya.  Seperti nama-nama anonymous di blog.  Sepertinya benar.  Sepertinya salah.  Seperti pengecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan 2 moyang bersaudara tadi pun masih berseberangan.  Seperti agama yang mereka anut.  Seperti kepercayaan dan istiadat yang mereka agamakan.  Di dalam yang bumi yang sama, mereka harus ciptakan perbedaan.  Seperti iklan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana aku harus tidur malam ini?  Mimpi ini sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Teringat lagu Runaway Train dan Misery, Soul Asylum.&lt;br /&gt;&lt;i&gt; Thanks ke Hari Prasetyo yang sudah mengingatkan.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115501357789736212?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115501357789736212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115501357789736212&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115501357789736212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115501357789736212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/08/insomnia.html' title='Insomnia'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115442740075742255</id><published>2006-08-01T17:14:00.000+07:00</published><updated>2006-08-04T00:27:56.516+07:00</updated><title type='text'>Hantu Bermuka Hantu</title><content type='html'>Dalam perjalanan ke kantor yang macet tadi, di sela-sela boker yang nikmat, apalagi ketika sedang berusaha keras konsentrasi bekerja, ada satu wajah yang sering mencuri tempat di benak gua.  Jangan menduga wajah itu akan mengantarkan ke suatu memori yang manis dulu. Bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah itu sepertinya biasa saja.  Tidak jelek dan bahkan cantik pun relatif.  Tetapi wajah tersebut, dalam simpanan slot memori gua, sangat berarti kekejian.  Kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat mengundang perkelahian.  Tatapan matanya seperti meremehkan.  Membuat kita rendah.  Juga seperti tidak sabar untuk memberi gua, atau kita, perintah-perintah yang menindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sekali rasanya gua berada dalam setting film &lt;b&gt;Bram Stoker's Dracula&lt;/b&gt;.  Di film itu, ada adegan tuan Dracul sedang berhadapan dengan si cantik Mina.  Pada bayangan yang tampak di tembok, terlihat tuan Dracul seperti bergerak secara  elastis menyergap bayangan Mina dalam rengkuhannya.&lt;br /&gt;Hanya saja settingannya diganti.  Adalah mulut gua yang menganga lebar sedang melahap kepala si wajah tadi.  Lumat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus gua akui lemahnya pikiran dan hati gua dalam menghadapi situasi ini.  Mestinya dalam suatu pikiran bijak dan arif, gua bisa saja menghadapi hal seperti itu dengan tenang.  Dan mungkin mengambil perspektif lain dalam melihatnya.  Sukur-sukur bisa berada di atas wajah itu tadi.  Bukan malah balik bereaksi senada dan malah terhantui ama muke itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada baiknya gua share ke loe-loe pada.  Sebutlah ini terapi.  &lt;i&gt;Anger management&lt;/i&gt; atau judul film lain.  Dengan begini, gua sudah mengakui adanya ganjalan di dalam hati dan keluar mengakuinya.  Agar tidak menjadi dendam kesumat.  Agar tidak bertumpuk seperti &lt;i&gt;jobreq&lt;/i&gt;.  Dan nggak ketinggalan, bikin hari-hari loe jadi menyenangkan! (baca dengan nada iklan radio produk kecantikan remaja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau udah begini, wajah-wajah ngehe itu jadi ngga penting lagi.  Boro-boro muke gua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115442740075742255?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115442740075742255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115442740075742255&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115442740075742255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115442740075742255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/08/hantu-bermuka-hantu.html' title='Hantu Bermuka Hantu'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115409882216144313</id><published>2006-07-28T21:52:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T00:32:12.726+07:00</updated><title type='text'>Kembalinya Si Anak Hilang</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Please, just this once."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon terputus.  Beberapa saat kemudian aku menerima e-mailnya.  Data, foto, tempat dan kapan.  Aku menarik nafas panjang.  Gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oh well, just this once&lt;/i&gt;.  Gambar-gambar itu kembali berkelebatan di benakku.  Ibunya menangis.  Adiknya sesunggukan.  Ayahnya seperti tak mampu melihat wajahnya.  Wajah-wajah tangis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bertahun-tahun aku tidak melakukannya.  Mengambil posisi, bergerak cepat, menjadi tak terlihat dan tiba-tiba langsung berhadapan dengan target.  Sasaran.  Korban.  Apalah.  Yang aku tahu bayarannya saja.  Jutaan.  Bahkan kalau aku suka, gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku harus awas.  Satu derajat saja bisa fatal.  Nafas pun harus tak terdengar.  Dan jemari pun harus senyawa dengan perintah otak. "Yak, sekarang!"  Tidak seperti rusa yang anggun.  Mereka mempunyai pola yang terbaca.  Merunduk beberapa saat, lantas melongok ke kiri dan kanan.  Hanya alam yang menyuruhnya berlari.  Selain itu dia hanya berputar-putar saja.  Tapi ini manusia.  Yang bisa bergerak secara impulsif.  Yang leluasa berkehendak dan bergerak kapan saja.  Dan itu,  aku harus membaca pikirannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. di mana semua insting itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jari-jariku semakin kaku mendingin.  Kukepulkan nafas di antaranya.  Kukepal-kepalkan tangan.  Krtk..krtk.. jari-jariku kubuat rileks.  Ritual yang selalu kulakukan sebelum beraksi.  Mengembalikan lagi sensasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gudang, tas hitam besar itu seperti tersenyum memandangku.  "Diam! Bantu aku menyelesaikan tugas ini."  Ada sensasi yang menjalar ketika kembali menyentuh benda-benda metal itu.  Dingin.  &lt;i&gt;Rugged&lt;/i&gt;.  Masih kokoh dalam genggaman.  Tak bisa kupungkiri bagaimana aku memang sangat merindukannya.  Kucoba menutup mata dan merakit mereka satu sama lain.  Masih bisa!  Walau sedikit lamban. Tak apa, aku masih punya seminggu untuk menyempurnakannya.  Kali ini kudapati mereka tertawa seraya mengejek.  "Aku bilang, diam!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini mungkin tidak setelan hitam-hitam.  Terlalu menyolok.  &lt;i&gt;Security&lt;/i&gt; zaman sekarang sudah semakin awas dengan penampilan yang eksentrik.  Setelan batik saja.  Agar lebih gampang menyelinap dan saru dengan intel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupelajari lagi semua &lt;i&gt;file-file&lt;/i&gt; tadi sekedar mengulang.  Sekedar meyakinkan lagi agar aku benar-benar bisa melakukannya.  Taksiku sudah menunggu bak mobil pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak sebelum menutup pintu, kutatap bayanganku di kaca.  Kali ini dia berkata "Ayolah, kau fotografer handal!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ya.. fotografer kawinan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115409882216144313?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115409882216144313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115409882216144313&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115409882216144313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115409882216144313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/kembalinya-si-anak-hilang.html' title='Kembalinya Si Anak Hilang'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115376267840416431</id><published>2006-07-25T00:33:00.000+07:00</published><updated>2006-07-25T00:50:31.973+07:00</updated><title type='text'>Coba Lagi</title><content type='html'>Coba lagi.&lt;br /&gt;Biasanya dipakai untuk satu tujuan yang belum tercapai.  Satu, dua, tiga kali dicoba masih dalam taraf yang wajar untuk sebuah &lt;i&gt;attemp&lt;/i&gt;.  Konon sering menjadi frustrasi ketika kita mencoba berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu 2 kali untuk gua akhirnya diterima di perguruan tinggi negri.  Walau akhirnya &lt;i&gt;dropped out&lt;/i&gt;, itu lain cerita.  Butuh berkali-kali pula untuk akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan setelah itu.  Enak tidaknya pekerjaan itu, pun lain cerita.  Dan masih banyak lagi proses kehidupan yang mesti dilalui berkali-kali.  &lt;br /&gt;Sebagian sudah menjadi rutinitas yang akhirnya menjadi kebiasaan sampai mulai kehilangan esensinya.  Sebagian lainnya pula menjadi suatu impian yang belum kesampaian.  Menjadi obsesi, cita-cita dan tak ketinggalan... frustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu pastinya mempunyai proses yang bisa kita lihat &lt;i&gt;progress&lt;/i&gt;nya.  Selagi dicoba terus, pasti ada hasilnya.  Anjing yang bukan manusia saja bisa dilatih walau sekedar duduk, tidur dan mendoyongkan tangannya untuk bersalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Aceh, Nias, Yogyakarta (Merapi?), Pangandaran dan sekitarnya yang telah menjadi bencana kita.  Korbannya banyak. Nyawa, materi, juga harapan.  Dalam hitungan menit saja bisa terjadi perubahan yang signifikan.&lt;br /&gt;Belum lagi konyolnya letusan bom di Bali, Kuningan, Marriot dan tempat-tempat lainnya. 1 detik ledakan itu menghancurkan ribuan nyawa.  Membuahkan amarah yang semakin rumit.  Dan menjadikannya beban buat masing-masing nyawa yang masih hidup.  Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit saja, bahkan 1 detik saja, cobaan itu datang.  &lt;br /&gt;Kalau saja setiap harinya menit-menit itu terpakai untuk sebuah renungan yang baik.  Seperti ibadah.  Seperti tepekur untuk sejenak 'idle' dari kesibukan yang menjadi rutinitas (yang mulai kehilangan esensinya itu).  Walau tak menghalau gempa untuk terjadi, atau bom untuk meledak, paling tidak manusia ingat kembali akan keberadaannya sebagai manusia.  Bukan anjing yang dilatih tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua fenomena keprihatinan ini seperti lebih jelas lagi gua rasakan beberapa hari lalu.  Ketika Jakarta digoyang gempa.  Dari lantai 5 gedung kantor saja, nyata sekali goyangan yang gua rasakan.  Membuat pusing dan mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbersit di pikiran manusiawi gua untuk sebuah teori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya nggak mungkin Dia yang di atas sana sedang berpikir: &lt;i&gt;"Coba lagi!"&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Barangkali di sana ada jawabnya&lt;br /&gt;mengapa di tanahku terjadi bencana&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan mulai enggan&lt;br /&gt;bersahabat dengan kita&lt;br /&gt;Yang selalu salah dan bangga&lt;br /&gt;dengan dosa-dosa.."&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ebiet G Ade&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115376267840416431?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115376267840416431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115376267840416431&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115376267840416431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115376267840416431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/coba-lagi.html' title='Coba Lagi'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115321288121157506</id><published>2006-07-18T15:51:00.000+07:00</published><updated>2006-07-18T16:05:46.783+07:00</updated><title type='text'>Y2K, Y3. Y?</title><content type='html'>Ketika sebuah brief menyematkan sebuah kata 'modern' atawa 'trend', tidak sedikit asosiasi pikiran orang yang mengarah suatu gambaran: rumah minimalis, pakaian silver, potongan rambut ajaib, musik techno (atau semakin susah dirasionalisasikan sebagai harmoni musik yang baik, akan semakin disebut musik yang bagus. Mmm.. maksudnya modern).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di bangku SD, ketika tersebut tahun 2000. Semuanya mengacu pada gambaran Tugu Monas diseliwerin piring terbang.  Alat angkutan yang semakin canggih.  Teori U.F.O seolah-olah dibenarkan oleh obsesi manusianya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang 2006.&lt;br /&gt;Celana jins kembali dipakai secara sobek. Tempelan sana-sini.  Masih agak gengsi (mungkin) untuk kembali memakai terlalu banyak &lt;i&gt;ice-wash&lt;/i&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik apalagi.  Sebagai pacar setia zaman, selalu berevolusi membentuk dirinya sesuai waktu.  Mulai twiggy, cutbrai, jaring-jaring, kulit.. apa saja udah dipakai.  Yang penting eksis mewarnai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang "New Wave" agak tidak terlalu sukses bergaung, malah kembali ke nuansa &lt;i&gt;vintage&lt;/i&gt;.  Semakin terlihat seperti pegawai tata usaha era SD dulu, semakin &lt;i&gt;cool!&lt;/i&gt;  Sepertinya adik-adik sekarang mendapat warisan langsung dari udara yang mereka hirup ketika lahir di tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang padanannya sudah beserta PDA, iPod dan laptop-laptop wi-fi.  Dari bentuk yang paling besar, sampai kita tahu nantinya akan menciut menjadi ukuran yang sangat sulit dikenakan sekalipun.  Berikut dengan ke-gaptek-an sana-sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap saja segala sesuatu yang eksis sekarang ini akibat gagasan dari masa yang dilalui.  Dari semua penjabaran di atas sudah bisa disimpulkan bahwa akan terus terjadi perubahan.  Entah itu sesuatu yang mirip dengan &lt;i&gt;"breakthrough"&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;"new"&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;"original"&lt;/i&gt;.  Atau sekedar &lt;i&gt;"re-mix"&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;"cover version"&lt;/i&gt;.  Semua berpola seperti itu. Berulang-ulang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Jeng*,&lt;br /&gt;Jangan lagi pakai kata 'modern' untuk kemasakinian.  Jangan  terhenti di zaman millenium silver. Y2K sudah usang. Sekarang ada Y3.  Jangan juga menunggu Amerika untuk menamai kita Generasi X, S, M, L.  Itu bisa-bisanya orang marketing aja.  Seperti kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, metroseksual itu bukan homoseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini didedikasikan buat seorang kenalan yang tak perlu disebut namanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115321288121157506?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115321288121157506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115321288121157506&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115321288121157506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115321288121157506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/y2k-y3-y.html' title='Y2K, Y3. Y?'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115281429106689818</id><published>2006-07-14T01:03:00.000+07:00</published><updated>2006-07-14T01:11:31.196+07:00</updated><title type='text'>Siapa Sih Loe?!*</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/siapa.jpg" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Kawinin aja orang bule.  Punya anak indo, gedenya kalo ngga jadi &lt;i&gt;cover boy/girl&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;presenter&lt;/i&gt; atau jadi pemain sinetron. Pokoknya pasti ngetop deh."&lt;br /&gt;Sampai sekarang paham itu masih bikin gua marah.  Sepertinya tampilan luar yang mencengangkan orang Indonesia pada umumnya menjadi barometer sebuah jaminan hidup dan kepopularitasan.  Dalam hal ini hanya segi popularitasannya saja mungkin.  Wong jadi terkenal tidak menjadikan hidup terjamin gitu lho.  Koruptor tujuh turunan sekalipun masih  harus berusaha untuk tidak terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru! &lt;i&gt;Skin Whitening&lt;/i&gt; Bla Bla Bla."  Sampai sekarang pun iklan beginian masih beredar di media.  Semakin marak malah.  Entah apa yang menggerakkan negeri yang dulu sempat mempermasalahkan orang-orang berkulit putih dan sipit ini untuk bertransformasi menjadi muka-muka putih cantik (dan sipit pada  umumnya) yang terpampang di tampilan iklan itu.  Begitu putih, begitu alami. Konon begitu. Oh ya, bisa dalam proses kurang dari 10 minggu!  9 bulan dalam kandungan saja masih belum bisa menentukan apakah itu laki-laki atau perempuan.  Kenapa harus mempermasalahkan warna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bule itu bukan monster.  Bukan penjajah.  Bukan meneer.  Bukan tuan.  Dan tidak selamanya mereka superior.  Bukan tidak mungkin dia menjadi teman kita.  Bukan tidak mungkin dia menjadi komoditi.  Bukan tidak mungkin kita bisa mempekerjakan dia.  Bukan tidak mungkin pula kita membuat dia terbata-bata ngomong bahasa Indonesia.  Jadi ngga usah mikir yang bukan-bukan.  Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma negeri yang kaya raya dari pulau ke pulau.  200 jutaan penduduknya.  Jauh lebih banyak dari negara lainnya.  Sebuah pulau kecil saja bisa terbenam paksa olehnya. &lt;br /&gt;Sepantasnya jumlah itu besar.  &lt;br /&gt;Sepantasnya unggul.&lt;br /&gt;Sepantasnya menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*terimakasih pada pembuat jargon di atas. &lt;i&gt;inspiring&lt;/i&gt; sekali!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115281429106689818?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115281429106689818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115281429106689818&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115281429106689818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115281429106689818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/siapa-sih-loe.html' title='Siapa Sih Loe?!*'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115247902093919912</id><published>2006-07-10T03:58:00.000+07:00</published><updated>2006-07-10T04:03:40.953+07:00</updated><title type='text'>Bencong</title><content type='html'>&lt;i&gt;"Eh k*nt*l, eh kocrot, aduh mak, k*nt*l.. yuk yak yuuuk.."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grrrrrr... dan tertawalah pemirsa akan tingkah laku latah si bencong yang tiba-tiba  kaget akan sesuatu hal tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kejadian itu kita temui di lingkungan sosial kita.  Baik itu bencong pengamen &lt;i&gt;dung-tenet&lt;/i&gt;, banci salon (katanya),  lakon-lakon hiburan di panggung televisi maupun tujuh belasan, sampai sebuah sajian audio di radio sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku seorang laki-laki (sulit sekali menempatkan kata wanita untuk predikat bencong) yang berperangai dan berdandan perempuan itu seperti menjadi komoditi hiburan andalan untuk selalu membuat orang tertawa dan terhibur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan kalau kita sudah mentok menyindir isu sosial yang berkepanjangan, ada bencong.  Kalau terlalu kecut menyebut nama-nama orang berkuasa, sebut saja bencong.  Pelawak mati kutu karena lawakannya tidak lucu, mulailah dia berlagak bencong. Cerita dua sejoli dimabuk cinta di antara prahara miskin dan kaya, atau beda agama..ada si bencong, pasti ceria!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian, tidak umum juga orang yang mau bersinggungan dengan bencong ini.  Lihat saja ketika si bencong mulai mendekati salah seorang penontonnya, tidak jarang orang mengindar.  Geli.  Atau ketika si bencong balik membalas cemoohan orang yang jahil melontarkan kata-kata yang membuat si bencong terpancing.  Gua sendiri terkadang suka bingung harus bersikap bagaimana ketika mereka tiba-tiba menempelkan muke atau badannya di jendela mobil gua. Entah maksudnya memberi hiburan atau meminta sedekah.  Konon, mereka itu berani sekali dalam berekspresi.  &lt;i&gt;Alamakjaaang!&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja gua naif, sok asik atau bencong sekalipun.  Tapi hal ini cukup menjadi pertanyaan yang lucu sekaligus ironis buat gua.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebuah tingkah laku yang segitu membuat orang bisa terhibur hanya berasal dari lawakan kata-kata kotor atau perangai seks.  Sebuah suara tipis manits yang terpeleset menjadi bariton ketika menyebut sayur kol.  Dandanan menor melebihi wanita cantik hingga bisa terlihat lebih seram dari Marilyn Manson.  Berulang-ulang mereka bisa lakonkan itu, dan berulang kali kita bisa tertawa oleh itu. Dari dulu.&lt;br /&gt;Sebuah ketabuan gender menjadi hal yang ditertawakan tanpa mau mengakui keberadaannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenernya siapa yang bencong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir paragraf tulisan ini, gua tidak akan memberi konklusi, opini, atau rangkuman pendapat dari poin-poin di atas.  &lt;i&gt;Tsrah deh nek, eike&lt;/i&gt; dibilang apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik gua bertanya lagi: apa pantes bencong itu lucu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yuuk.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115247902093919912?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115247902093919912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115247902093919912&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115247902093919912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115247902093919912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/bencong.html' title='Bencong'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115226260193105827</id><published>2006-07-07T15:43:00.000+07:00</published><updated>2006-07-07T15:56:41.966+07:00</updated><title type='text'>Bola Pasti Berlalu..</title><content type='html'>Siapa pun yang menjadi pemenang di Piala Dunia 2006 ini, haruslah berbangga olehnya.  Bagaimana pun mereka mewakili generasi baru persepakbolaan era sekarang.  Konon pesta akbar dunia kali ini sarat dengan kontroversi.  Tentu saja tentang diving dan gampangnya kartu kuning dan merah diacung oleh wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franz Beckenbauer, legenda sepakbola dari Jerman itu pun ikut gerah dengan fenomena di atas.  Sampai-sampai dia ingin mengadakan sebuah seminar khusus membahas perilaku anak-anak nakal sepakbola itu.  Bisa dimaklumi, di zamannya do'i, menerima hadiah tendangan penalti oleh wasit bisa dilihat sebagai hal yang tidak begitu penting.  Cukup dilakukan sekedarnya saja.  Tanpa harus ngotot menjadikan itu sebagai salah satu poin kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga sih. Seperti halnya Beckenbauer, gua juga mungkin pernah merasakan kegelisahan bapak tua ini.  Tepatnya ketika gua berhadapan dengan fenomena-fenomena sekarang.  Khususnya ketika mendapati adik-adik sekarang yang semakin advance dalam banyak hal.  Bagaimana mereka bertingkah, berfesyen, bermusik dan lain-lain.  Banyak juga yang tidak berterima di benak gua yang bisa dibilang.. remaja uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan salah. Gua (atau kita!!) juga pernah mengalami phase yang sama.  Bagaimana kita bertingkah aneh dengan sepatu Converse belang.  Manjangin buntut rambut.  Berlenggak-lenggok breakdance a la Turbo.  Atau sekedar malu-malu menggandrungi Tommy Page dan Metallica!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba pikirkan, apa kira-kira yang ada di benak kakak-kakak pendahulu kita ketika mendapati kita berlagak seperti itu?  Mungkin mereka langsung berpaduan suara : &lt;i&gt;Badaaaai pasti berlaluuu..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma-norma sudah banyak yang berubah.  Teknologi berkembang secepat kita mengerjapkan mata.  Tidak lagi secepat membalikkan tangan.  Sebagai hasilnya, cara berpikir kita pun lambat laun dipaksa untuk bereaksi lebih cepat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperdulian Opa Beckenbauer dan segenap dunia yang bersuara sama tentu saja bukan pada kecanggihan teknologi atau ketertinggalannya oleh zaman.  Ada satu esensi yang harus ditegakkan. Kebenaran.&lt;br /&gt;Segala bentuk kemenangan jika dilakukan dengan benar akan terlihat pantas.  Tanpa kekurangan sana-sini.&lt;br /&gt;Cukup banyak pelajaran di kitab suci, ajaran agama dan dongeng-dongeng tidur yang memberikan referensi tentang itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di&lt;i&gt;copy paste&lt;/i&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Kini semua bukan milikku..&lt;br /&gt; Musim itu t'lah berlalu&lt;br /&gt; Matahari seg'ra berganti&lt;br /&gt; Badai pasti berlalu.."&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Chrisye&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps. Tulisan isi sekaligus mengakhiri bulan bola di blog ini.&lt;br /&gt;     Terima kasih! Ole! Ole! Ole!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115226260193105827?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115226260193105827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115226260193105827&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115226260193105827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115226260193105827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/bola-pasti-berlalu.html' title='Bola Pasti Berlalu..'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115199580595130256</id><published>2006-07-04T13:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-04T13:50:24.936+07:00</updated><title type='text'>Do or Dive</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/dive.jpg" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;br /&gt;Selain keputusan-keputusan wasit di Piala Dunia 2006 yang sering mengundang kontroversi, tentu saja kita tahu juga urusan yang satu ini : &lt;i&gt;&lt;b&gt;diving!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya.  Teknisnya adalah biasanya si pemain berpura-pura terjatuh atau bentuk foul lainnya untuk mendapatkan kesempatan tendangan bebas, penalti atau keuntungan lainnya buat timnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sandiwara, skenario ini harus dilakukan dengan kemampuan acting yang meyakinkan dan kesempatan atau momen yang tepat.  Juga posisi wasit dalam hal ini harus sangat diperhitungkan.  Maklum, biasanya wasit baru bisa benar-benar melek dengan situasi genting itu setelah akhirnya melihat &lt;i&gt;video replay&lt;/i&gt; yang mampu merekam dari segala arah.  Itu pun, sialnya, setelah pertandingan usai.  Setelah keputusan dijatuhkan.  Seperti cerita di film-film di mana polisi yang selalu datang ketika kejadiannya sudah terjadi.  Bukan mencegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah majalah bola  di Eropa bahkan mengiklankan majalahnya dengan menggambarkan sebuah situasi mirip &lt;i&gt;camp&lt;/i&gt; konsentrasi a la Nazi, di mana di situ sebuat kesebelasan berjaketkan ITALIA sedang berlatih bagaimana bersandiwara diving yang baik. Misalnya berlari normal lantas tiba-tiba jatuh tanpa sebab.  Atau sengaja mengantukkan sesama kepala pemain lantas terjatuh dengan ekpresi muka yang sakit teramat sangat.  Dan banyak lagi adegan lucu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.  Teknik &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt; memang sudah sangat rancu dipakai menjadi salah satu strategi bermain untuk menang.  Tidak melulu strategi bertahan, &lt;i&gt;ball possesion&lt;/i&gt;, kolektif, main hoki, samba, reagge, atau klasik disco sekalipun.  Disadari atau tidak, setuju atau tidak, &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt; sudah menjadi bagian dari permainan.  Lucunya pula, bentuk kecurangan seperti ini bukannya hal baru di dalam pertandingan sepak bola.  Hanya saja baru mendapat nama yang tepat untuk bentuk aktifitasnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita menyikapinya?  Kembalikan saja kepada pelakunya.  Toh konsekwensinya dia juga yang menghadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diteror oleh sekelompok mafia.  Mungkin ditolak oleh klubnya sendiri.  Mungkin mandeg dalam berkarir.  Mungkin dimaki-maki satu negara.  Bahkan seluruh dunia.  Dan bukannya tidak mungkin &lt;i&gt;diver&lt;/i&gt; tersebut bisa menjalaninya dengan senyum lebar.  Belaga gila.  Di dunia nyata aja banyak orang bokis, kenapa di sepak bola kita mesti tutup mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi percaya deh, orang bokis nggak kan ke mana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115199580595130256?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115199580595130256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115199580595130256&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115199580595130256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115199580595130256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/do-or-dive.html' title='&lt;i&gt;Do or Dive&lt;/i&gt;'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115186963521742332</id><published>2006-07-03T02:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-04T14:16:05.436+07:00</updated><title type='text'>Si Kalah</title><content type='html'>Bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua tidak akan membahas kalimat-kalimat tentang kekalahan seperti:&lt;i&gt; 'kemenangan yang tertunda', 'kekalahan oleh sebab', 'kami tidak menang karena mereka lebih baik', 'okelah tahun ini, tahun depan masih bisa', 'mereka pantas menang, mereka curang'&lt;/i&gt; dan lain-lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat di atas sudah terlalu sering terucap sebagai salah satu media pelipur lara akan sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan.  Sebuah penyemangat (mungkin) untuk bisa lebih bekerja keras lagi, entah kapan kesempatan itu akan datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya menjadi &lt;i&gt;2nd best&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Bukan si jawara yang jumawa.  Si nomor satu yang puas.  Si pemenang yang berkuasa.  Atau si culas yang curang sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2006.  Ketika itu kesebelasan kesayangan gua, Arsenal, kalah dari Barcelona di final Piala Champions.  Pun di Liga Inggris mereka harus terseok-seok di urutan ke 4 dengan nafas terakhir.  Oke, jadi &lt;i&gt;season&lt;/i&gt; depan harus bermulut besar seperti Mourinho atau &lt;i&gt;simply&lt;/i&gt; memang harus lebih jago melebihi siapa pun lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda, Spanyol, Inggris, Argentina, Brasil sekalipun sudah tidak bertanding lagi di World Cup 2006 ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friends, menendanglah lebih keras! Jadi kalau &lt;i&gt;penalty shoot&lt;/i&gt;, kipernya susah nahan. &lt;br /&gt;Lakukan &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt; cantik seperti Itali mungkin.  Buat mereka yang penting menang, bagaimana pun caranya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Be the underdog, until the dog bites&lt;/i&gt;.  Jadilah yang tak terduga.  Umur ngga bisa bohong.  Begitu juga dengan pengalaman.&lt;br /&gt;Dan siapa pun yang menang nanti mungkin belum tentu tahu akan hal-hal ini jika mereka tidak terlalu silau dengan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada baiknya menjadi yang tidak menang.  Jauh lebih tidak puas akan keadaan.  Lebih bisa merasakan keingin tahuan untuk memecahkan masalah.  Masih marah akan kekurangan.  Akan selalu lapar.  &lt;i&gt;Stay Henry&lt;/i&gt;, kata orang. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua kekalahan itu harus dipandang dari sisi kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini sekedar teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/cesc.jpg" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*terinspirasi orang-orang cengeng akan kekalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115186963521742332?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115186963521742332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115186963521742332&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115186963521742332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115186963521742332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/07/si-kalah.html' title='Si Kalah'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115125803829729196</id><published>2006-06-26T00:41:00.000+07:00</published><updated>2006-06-26T10:26:44.010+07:00</updated><title type='text'>My Game is Fairplay!</title><content type='html'>&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/fifa-fairplay-logo.gif" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;Mungkin gua tidak akan pernah menjadi wasit.&lt;br /&gt;Atau moderator sebuah debat kusir.  Atau komentator sebuah pertandingan bola dan pertandingan olah raga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah terbayangkan oleh gua kalau melihat teman gua si Polan sedang bertanding dengan lawannya, dan pada pertandingan itu dia harus mengalami kekalahan atau kecurangan atau pun hal-hal merugikan yang senada.  Atau juga bisa jadi si Polan tadi yang justru menjadi pelaku kecurangan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah itu keterkaitan emosional atau keterikatan sebuah nama bangsa yang mungkin menjadi alasan gua untuk tidak mau menjadi orang yang berdiri di tengah dua belah pihak yang sedang berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini memang mungkin.  Bisa saja tidak.  Bisa saja suatu hari nanti gua akan menjadi orang yang sangat arif dan tegas untuk menegakkan mana yang benar dan salah di permasalahan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ini ekspresi keberatan gua akan Inggris di Piala Dunia 2006 ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari empat pertandingan yang mereka laksanakan, memang hanya 2 pertandingan yang gua tonton dengan seksama.  Maklum, Inggris memang bukan kesebelasan yang menjadi favorit gua saat ini.  Mungkin juga tidak akan pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hanya 2 pertandingan Inggris yang gua saksikan, gua mendapati kejanggalan yang amat sangat.  Umumnya komentator pertandingan-pertandingan ini adalah orang Inggris.  Atau paling tidak berbicara Inggris dengan logat &lt;i&gt;Bri'ish&lt;/i&gt; yang sangat kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti melanjutkan episode &lt;i&gt;infotainment&lt;/i&gt; akan gembar-gembor pasukan Three Lions yang sudah dari setahun lalu menghiasi media dengan pemberitaan sana-sini, yang menurut gua, &lt;i&gt;so what gitu lho&lt;/i&gt;, mendadak komentator-komentator ini seolah-olah sedang memberitakan kesebelasan kesayangannya yang sedang melawan musuh.  Tidak lagi netral.  Terlalu menggebu-gebu ketika Beckham mendapat bola.  Seperti ada kata maklum ketika muka Rooney mulai bersungut.  Atau malah menceritakan prestasi-prestasi pemain Inggris ketika pihak lawan mulai mengadakan serangan.  Dengan kata lain, diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar bagaimana pun &lt;i&gt;audio visual&lt;/i&gt; zaman sekarang ini menuntut sinkronisasi yang sangat harmonis.  Lucu dong kalau nonton Doraemon tapi ceritanya tentang Suneo mulu.  Atau dalam sebuah rapat kabinet, si presiden malah nyeritain keluarganya.  Atau juga dalam sebuah presentasi tender iklan, sang &lt;i&gt;agency&lt;/i&gt; malah asik bercerita tentang kejayaan masa lalu ketimbang berbicara strategi yang yahudz.  Ada lagi? Silakan lanjutkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;-lah!  Toh di setiap pembukaan pertandingan selalu diusung sebuah bendera besar yang bertuliskan : &lt;b&gt;My Game is Fairplay&lt;/b&gt;.  Kalau belum bisa &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;, cobalah netral.  Meski terkesan tidak punya sikap, paling tidak menjadi netral tidak membuat masalah ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, gimana kalau di final nanti kita usulkan Bung Sambas yang menjadi komentatornya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh dia pendukung Persib.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*(Kalau ada yang tidak kenal siapa Bung Sambas, mungkin bisa tanya ke generasi pendahulunya.  Dan coba tanya lebih detail bagaimana beliau mengomentari pertandingan ketika Persib yang bermain.)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115125803829729196?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115125803829729196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115125803829729196&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115125803829729196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115125803829729196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/06/my-game-is-fairplay.html' title='&lt;i&gt;My Game is Fairplay!&lt;/i&gt;'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115069225277985705</id><published>2006-06-19T11:41:00.000+07:00</published><updated>2006-06-19T13:44:21.690+07:00</updated><title type='text'>Sepakbola Sekali Lagi, Indonesia Lagi-Lagi.</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/j0178256.gif" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;Sebut saja Tono atau Budi atau Slamet, Untung, Asep, Poltak atau nama-nama yang sangat Indonesia berjumlah sebelas orang sedang berdiri berjajar di lapangan rumput sedang mendengarkan lagu kebangsaan &lt;b&gt;Indonesia Raya&lt;/b&gt; dengan hikmat di salah satu opening pertandingan Piala Dunia entah tahun berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cita-cita.  Hanya yang pesimis mengatakan mimpi.  Dan hanya yang malas akan menanggapi sinis bahwa hal ini sangat mustahil terjadi.  Disebabkan hal ini hal itu.  Faktor ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang gizinya harus dibenahi.  Pelatihannya harus lebih bener.  Organisasinya harus lebih becus.  Ngga harus ada politik di dalam tubuh olahraga.  Juga tidak harus menjadi negara miskin agar bisa mempunya &lt;i&gt;figthing spirit&lt;/i&gt; yang sangat tinggi.  &lt;br /&gt;Poin-poin orang-orang malas tadi bisa kita tambahkan sebagai poin yang harus diberesin, bukan malah dibahas ngga kejuntrungan bak lingkaran setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sepakbola, tidak hanya berbicara tentang sepakbola itu sendiri.  Selalu ada &lt;i&gt;beyond point&lt;/i&gt; dari sepakbola.  Bagaimana sebelas orang bisa membawa suka dan duka dalam waktu bersamaan. 90 menit yang mampu menghentikan aktifitas apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua teringat pada tahun 1998, beberapa demo seperti terbius tak berkutik dikarenakan pertandingan piala dunia.  Entah akhirnya ngantuk karena begadang atau sudah tidak ada duit karena taruhan, kurang begitu jelas buat gua.  Yang pasti kegiatan-kegiatan yang berpotensi membuat 'keributan' bisa teredam sejenak oleh sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua rasa di dunia bagian lain juga begitu.  Ada hal-hal yang bisa tereliminir dengan ajang bola tersebut.  Dalam hal ini, hal-hal negatif tentunya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme?  Sudah pasti.  Mau kata si Jawir, si Ucok, si Aheng atau si Sharuk Khan sekalipun, selagi dia bermain memakai seragam berbendera -dalam hal ini- merah putih, pastinya akan didukung rakyatnya.  Sebut saja nama-nama atlet keturunan Tionghoa yang kita elu-elukan di partai bulutangkis sampai sekarang ini.  Saudara bukan, kenal enggak, dimasalahin sering!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal lagi, olahraga (sepakbola) itu sehat!  &lt;br /&gt;Kalau tiba-tiba sekarang ini semakin banyak kegiatan sepakbola kampung, pertandingan antar kantor, atau sekedar mengenakan kaos sepakbola kesayangannya untuk merasa sehat, &lt;i&gt;so be it!&lt;/i&gt;  Filosofi sehat akan selalu berbuah baik sadar atau tidak.  Sehat adalah ibadah, bahkan ada kalimat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada cita-cita Indonesia di piala dunia tadi, mestinya dengan generasi kita yang sudah jauh lebih maju cara berpikirnya, kita bersama-sama bisa mewujudkannya.  Apa yang generasi sebelumnya tinggalkan untuk kita toh adalah bentuk pembelajaran dari mereka buat kita.  Kalau ada yang menganggap bodoh, silahkan.  Tapi kalau kita toh tidak bisa membuat perubahan/pengembangan dari apa yang mereka buat, kita sama bodohnya dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun ini salah satu contoh kecil dari Indonesia kita tercinta ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115069225277985705?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115069225277985705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115069225277985705&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115069225277985705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115069225277985705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/06/sepakbola-sekali-lagi-indonesia-lagi.html' title='Sepakbola Sekali Lagi, Indonesia Lagi-Lagi.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-115017519205699290</id><published>2006-06-13T12:01:00.000+07:00</published><updated>2006-06-15T19:18:23.096+07:00</updated><title type='text'>Ketika (Umumnya) Manusia Menjadi Bodoh.</title><content type='html'>&lt;a  href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/bolakecil.jpg" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;Ekspresi mukanya seperti terangsang.  Tegang.  Mulut sedikit terbuka.  Mangap.  Mata nanar.  Sesekali nanti tangannya mengepal dan mengangkat tinju.  Kakinya pun kejang.  Seperti tersengat adrenalin &lt;i&gt;ecstasy&lt;/i&gt; tinggi.  Seperti seks mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapannya bukan lawan jenis yang menggairahkan atau &lt;i&gt;sexy&lt;/i&gt;.  &lt;br /&gt;Melainkan 22 orang yang sedang menendang-nendang bola.  Dari tengah ke belakang, lantas maju, kiri dikit, yak! lambung tengah, oper depan, dipotong lawan, berebut, &lt;i&gt;tackle&lt;/i&gt;, sakit, marah, protes.  &lt;br /&gt;Mungkin kartu kuning, mungkin kartu merah, tergantung wasit, wasit juga sering goblok, kata mereka.  Yang paling pintar pasti penonton.  Komentatornya pun sering dibilang goblok dan sering memihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika si bola bundar itu menembus jaring, ini lebih parah.&lt;br /&gt;Dia, dia, mereka, teman-teman mereka, tetangga mereka, saudara-saudara mereka DAN JUGA GUA, bisa berteriak lebih kencang lagi.  Menghamburkan kacang di meja.  Kepal tinju tadi bisa benar-benar mengenai sasaran terdekat dan liar.  Mendadak menjadi penari kuda lumping tanpa disuruh 'tuannya'.  Membuka kaleng bir satu lagi sebagai celebration.  Bisa-bisa lebih mabuk lagi.&lt;br /&gt;Mengejek-ejek lawan.  Meng-sms teman-teman, entah itu dukungan atau.. ejekan lagi!  Juga sibuk melirik penunjuk waktu, akankah segera berakhir atau masih bisa kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menang,  akan menjadi pembicaraan sepanjang 7 turunan.  &lt;br /&gt;Doktrin semua kolega, saudara dan keturunan, tentunya.  Umbar terus nama-nama andalan.  Ceritakan kembali kecanggihan teknik, trik, strategi dan formasi.  Biar semuanya tahu tentang pahlawan ini, walau bukan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kalah, pun akan menjadi pembicaraan sepanjang 7 turunan.&lt;br /&gt;Dikritiklah pelatihnya.  Disalahkanlah wasitnya.  Kalau pun pemainnya yang kurang baik, pasti ada alasan di balik itu.  Cedera, dicederakan lawan, dicurangi lawan atau memang hanya akan dilupakan di musim depan.  Agak sulit mengakui "anak saya memang tidak menang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://raelgabriel.blogspot.com/2005/12/sepakbola-adalah-sihir.html"target=new&gt;Sihir sepakbola&lt;/a&gt; memang selalu ajaib.  Membuat tolol semua logika.  Membuat bumi bundar menjadi petak hijau.  Tidak ada politik, tidak ada perang,  tidak ada warna kulit.  Bukan negara adikuasa, negara berkembang, negara miskin  atau Amerika sekalipun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia seperti bersatu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara satu hal: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ole! Ole! Ole!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-115017519205699290?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/115017519205699290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=115017519205699290&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115017519205699290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/115017519205699290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/06/ketika-umumnya-manusia-menjadi-bodoh.html' title='Ketika (Umumnya) Manusia Menjadi Bodoh.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114951564935499323</id><published>2006-06-05T20:46:00.000+07:00</published><updated>2006-06-05T20:54:09.583+07:00</updated><title type='text'>Yogyakarta, Lagu Tak Bertuan.</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu.."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang ada di pikiran Katon, Lilo dan Adi ketika mengarang lagu &lt;i&gt;'Yogyakarta'&lt;/i&gt; itu.  Bertahun-tahun mendulang sukses sebagai lagu kebanggaan yang dipakai di hampir setiap penutupan konser mereka.  Berikut di hati para pendengarnya juga lagu ini mempunyai makna melodi tersendiri.  &lt;br /&gt;Kini lagu itu dikumandangkan dengan semangat prihatin.  Kalau pun tersirat sebuah nostalgia, mungkin nostalgia yang memilukan.  Sebagian besar daerah kota kesayangan itu sekarang telah menjadi puing-puing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, salah satu penyanyi favorit gua, &lt;b&gt;Ebiet G Ade&lt;/b&gt; juga sempat mengeluhkan lagu-lagunya yang sering dipakai menjadi &lt;i&gt;anthem&lt;/i&gt; sebuah bencana.  Sepertinya dia tidak menyangka lagunya akan dikumandangkan sebagai media kepedihan dari setiap bencana yang terjadi.  Bukan begitu niatnya, mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin perenungan yang sama dialami &lt;b&gt;John Lennon&lt;/b&gt; dengan &lt;i&gt;'Imagine'&lt;/i&gt;-nya atau &lt;b&gt;R.E.M.&lt;/b&gt; dengan &lt;i&gt;'Everybody Hurts'&lt;/i&gt;.  Belum tentu mereka setuju atau bahkan meramalkan lagu mereka nantinya akan mewakili tangis berjuta umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitulah lagu.  Lagu sedih sekalipun.  &lt;br /&gt;Ketika nada, ritme dan nyanyiannya bisa mewakili suatu perasaan.  Seperti tak bertuan lagi, lagu itu sudah bisa mewakili perasaan yang ada.  Suasana apa pun, siapa pun.  Bukan lagi milik penciptanya.  Sekali saja lagu tersebut berkumandang dan didengarkan oleh telinga manusia, lagu tersebut sudah lahir menjadi persepsi-persepsi baru bagi pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau kali ini Yogyakarta berkumandang tangis.  Besok bisa jadi sebuah kenangan manis lagi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita doakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi..&lt;br /&gt;bila hati mulai sepi tanpa terobati"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yogyakarta, Kla Project.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114951564935499323?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114951564935499323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114951564935499323&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114951564935499323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114951564935499323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/06/yogyakarta-lagu-tak-bertuan.html' title='&lt;i&gt;Yogyakarta&lt;/i&gt;, Lagu Tak Bertuan.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114847568352579311</id><published>2006-05-24T19:59:00.000+07:00</published><updated>2006-06-06T15:28:19.646+07:00</updated><title type='text'>Khayalan Tingkat Tinggi 2</title><content type='html'>&lt;a  href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/tingkattinggi.jpg" border="0" alt="Photobucket - Video and Image Hosting"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Can I get you anything, mister&lt;/i&gt;?" tanya si waiter sok &lt;i&gt;nginggris&lt;/i&gt;.  "Ndak usah, makasih." jawabku sok &lt;i&gt;njawa&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah satu jam kuhabiskan waktu di sini.  1 porsi Pad Thai yang tak begitu enak, minuman soda dan 2 gelas kopi yang dahsyat nikmatnya.  Menunggu dan menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi tombol refresh kutekan di layar monitor komputer.  &lt;i&gt;Header&lt;/i&gt;.. kerlap-kerlip promo yang jumpalitan kian ke mari.. berita utama.. menunggu lagi judul berita utama tadi.. masih belum juga ditampilkan.. dasar internet lelet!.. dan menunggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sabar kubuka &lt;i&gt;WAP services&lt;/i&gt; dari pda phone.  Meski ribetnya minta ampun, aku rela demi satu berita yang sangat ditunggu-tunggu itu.  Log-in, menunggu.., dan mengetik alamat yang dicari. Skenario tadi pun berulang, Header.. kerlap-kerlip promo yang jumpalitan kian ke mari.. berita utama.. menunggu lagi judul berita utama tadi.. masih belum juga ditampilkan.. Begini ternyata rasanya disuruh untuk bersabar.  Selalu dihadapkan dengan kenyataan yang itu-itu saja.  Pola dan urutan yang itu-itu juga. Huh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kopinya nambah lagi, bapak?" kali ini dia membumi.  "&lt;i&gt;Another one, yes.  And get me the bill, please&lt;/i&gt;." lagakku bak orang New York.  Dia bingung sejenak, lalu menjawab "Menejer di sini namanya Djoko, bapak."  &lt;i&gt;Oh well&lt;/i&gt;, ya sudahlah. "Minta bon!" seraya jariku membentuk gerakan kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jam 4. Dua jam setelah instruksi mencari konfirmasi berita tadi.  Belum juga ada titik terang.  Sekelilingku seolah-olah tak perduli akan apa yang sedang terjadi.  Sibuk dengan &lt;i&gt;powerpoint&lt;/i&gt; masing-masing.  Mungkin &lt;i&gt;sidejob&lt;/i&gt;.  Mungkin &lt;i&gt;interview&lt;/i&gt;.  Mungkin menunggu berita juga, seperti aku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah mana mungkin!  Berita ini tak boleh diketahui oleh banyak orang.  Setidaknya tidak sekarang.  Bisa-bisa segala plot yang sudah direncanakan gagal berantakan.  &lt;i&gt;Top Secret. Classified&lt;/i&gt;.  Kaum elit. Jaringan khusus. &lt;i&gt; 'Tau sama tau tapi Anda belum tentu tau apa yang saya tau dan saya akan kasi tau apa yang Anda perlu tau saja'&lt;/i&gt;.  Konspirasi, hanya itu bentuk yang boleh diketahui.  Pun oleh orang-orang yang boleh tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukeluarkan lembaran Soekarno-Hatta untuk membayar si bill tadi.  Lagi-lagi dia kembali dengan wajah ragu dan sedikit takut.   "Anu.. pak, duitnya.." katanya cengengesan. "Kenapa? ini duit 100 ribuan baru. Kamu tau kan?" hardikku mulai tidak sabar.  "Ini uang 10 ribu, bukan 100ribu. Bon bapak Rp 87 ribu, pak".  Oh.  Sekali lagi aku harus salut kepada perancang uang ini.  Bisa-bisanya membuat kemiripan yang sangat kasat mata.  Entah apa tujuannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.15.  &lt;br /&gt;Tidak mungkin lagi menunggu.  Internet tadi masih menampilkan berita kasus Bupati.  Hanya pengembangan berita saksi sebagai lanjutannya.  That's it, aku telfon saja penghubungku. Dua jam waktuku sia-sia berperan sebagai laki-laki metroseksual duduk di pojokan &lt;i&gt;coffee shop&lt;/i&gt; seolah sedang menunggu kencan diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open inbox, read message, options, call.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda.. terhubung.. dengan.. no"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Mungkin 10 menit lagi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si waiter tadi pun sudah kembali dengan kembalian si bill.  Satu lembaran 10 ribu dan beberapa koin.  Sudah tidak ada lagi permen sebagai kembalian.  "&lt;i&gt;Kip de ceng&lt;/i&gt;" kataku dalam hati.  Segera kubereskan segala &lt;i&gt;gadget-gadget &lt;/i&gt;mutakhirku untuk bergegas pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahku terhenti lagi oleh si waiter.  Dia menyodorkan sebuat tisu kepadaku.  "Dari bapak yang berdasi itu" seraya menunjuk ke arah seorang laki-laki di pojok seberang.  Tampan. Rapih.  Flamboyan.  Lebih parlente dari penampilanku.  Alarm biologisku pun langsung berdering siaga. &lt;i&gt;Not again, please&lt;/i&gt;.  Harus berapa kali aku menghadapi pandangan berarti itu. Plis de.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang kubuka lembar tisu tadi.  Begini isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Diese sutra stabil. Tinta janda metong, bow.  Aborsi ya, nek"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh well.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114847568352579311?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114847568352579311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114847568352579311&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114847568352579311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114847568352579311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/05/khayalan-tingkat-tinggi-2.html' title='Khayalan Tingkat Tinggi 2'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114829863255301142</id><published>2006-05-22T14:04:00.000+07:00</published><updated>2006-05-22T18:50:32.880+07:00</updated><title type='text'>Ajep-Ajep-Ajep..*</title><content type='html'>Mungkin cuma generasi anak-anak gua yang tidak mengenal siapa figur Pak Harto.  Presiden ke dua Indonesia yang memerintah selama 30 tahun lamanya.  Dan selama 3 dekade masa kepemimpinannya, tentu saja, sudah banyak yang terjadi.  Dari larangan PKI, potret-potret pembangunan (baca: traktor kuning tampak sedang membangun sesuatu di sebuah lahan, diiringi lagu keroncong, dapat dinikmati di acara penghabisan TVRI), kemenangan Golkar berturut-turut dalam Pemilu dan mestinya masih banyak lagi istilah/trend/fenomena yang pernah ada dalam kurun waktu segitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua potret-potret pembangunan yang terlihat, memang banyak hal-hal tidak terlihat yang menjadi permasalahan rakyatnya.  Setelah turunnya beliau di tahun 1998, barulah satu per satu mulai mengorek kembali apa yang dulu dianggap tidak pantas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang, ketika beliau dikatakan krisis dan tidak layak untuk memenuhi panggilan pengadilan, orang-orang tampaknya semakin gemas dengan ketidakpastian ini. Semakin terlihat menghindar, semakin rasanya ingin membenarkan bahwa beliau memang bersalah dan harus dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu belakangan ini sering gua melamunkan issue Pak Harto ini.  Apa iya dia sebersalah itu?  Apa iya sudah separah itu hancurnya?  Apa iya yang begituan gak bisa dimaafkan?  Apa iya maaf itu tidak berlaku bagi dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang gua gak kenal Pak Harto.  Gak pernah berjabat tangan atau berbincang.  Tidak pernah secara langsung gua merasa dirugikan oleh beliau.  Cuma pernah dengar cerita-ceritanya.  Pun dirugikan, yang berbuat tuh &lt;i&gt;so called&lt;/i&gt; kroni-kroninya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut gua kasus Pak Harto ini gak gitu penting.&lt;br /&gt;Lebih penting ngelanjutin apa yang dia udah wariskan ke kita.  Mau itu yang beres kek, yang gak beres kek.  Dibilang apes, &lt;i&gt;so be it&lt;/i&gt;!  Karena toh yang paling penting sekarang adalah begitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saatnya memang kita mengidamkan keadilan, kebenaran yang tegak dan kehidupan yang pantas.  Tapi bukan melulu itu saja yang selalu kita impikan dan hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada iPod.  MacBook Pro.  Dugem.  Ngopi.  MNG-Zara.  Mobil ceper dengan &lt;i&gt;spinning wheels yo&lt;/i&gt;!  *sowatgituloh*.  Rock N Roll.  Infotainment.  Playboy.  RUU Porno aksi.  Buruh.  World Cup 2006.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita.  Anak kita. Besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;* Judul tersebut terinspirasi dari gaya tripping jaman dulu. Tentang ketidakpastian. Mau ini mau itu. "Be this, be that,.. triping..tidak. triping..tidak. Putri.. pudar. Putri..pudar"  Hanya saja sekarang begitu modifikasi bunyinya. &lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114829863255301142?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114829863255301142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114829863255301142&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114829863255301142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114829863255301142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/05/ajep-ajep-ajep.html' title='Ajep-Ajep-Ajep..*'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114779992199599250</id><published>2006-05-17T00:13:00.000+07:00</published><updated>2006-05-18T21:06:46.610+07:00</updated><title type='text'>Hadiahnya adalah...</title><content type='html'>Apa yang kita dapat dari sebuah janji?&lt;br /&gt;Apa yang kita dapat dari sebuah target yang terpenuhi?&lt;br /&gt;Apa yang kita dapat dari sebuah karya yang baik?&lt;br /&gt;Apa yang kita dapat dari sebuah strategi &lt;i&gt;pitch&lt;/i&gt; yang baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat pertanyaan di atas biasanya menghasilkan sesuatu yang positif.  Tepat waktu, kepuasan, apresiasi dan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dengan janji gua yang satu ini.&lt;br /&gt;Di malam-malam suntuk &lt;i&gt;pitching&lt;/i&gt; yang sepertinya akan selalu menjadi agenda hari-hari esok gua dan teman-teman di kantor, muncul sebuah ide yang mungkin bisa memecahkan kebosanan rutinitas &lt;i&gt;pitching forever&lt;/i&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua berjanji akan mentraktir 2 gelas &lt;b&gt;Starbucks&lt;/b&gt; ukuran venti bagi siapa yang bisa menebak kapan semua materi pitching ini akan rampung.  Siapa saja yang bisa menebak paling dekat selisih waktunya akan menjadi pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ditebak reaksi dari teman-teman.  Semuanya 'memasang taruhannya' seprediktif mungkin.  Bahkan ada yang sangat optimis kalau kita bisa kelar satu setengah jam setelah sayembara ini diumumkan.  Ada juga yang memasang target paling lama.  Secara mungkin dia menyisakan ruang &lt;i&gt;error&lt;/i&gt; buat segala kemungkinan. Huh! &lt;i&gt;Play safe!&lt;/i&gt; :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mendapat angin surga, ada sebuah spirit kompetisi yang terjadi.  Semua pihak yang terlibat menjadi semakin bersemangat ingin menyelesaikan pekerjaan masing-masing.  Semua menjadi atentif.  Mendadak teliti dengan setiap detail.  Menjadi tak rela kalau harus melihat salah satu temannya yang akan menikmati 2 gelas kopi &lt;i&gt;fusion&lt;/i&gt; itu 2 hari berturut-turut.  Dan gua juga takjub sendiri akan reaksi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah hadiah itu adalah segalanya? &lt;br /&gt;Yang bisa membuat kita bergerak.  Terbangun dari kemalasan. Bersemangat menuju suatu tujuan.  Termotivasi untuk menang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Award&lt;/i&gt;, pamrih, kekuasaan, uang, kemenangan dan teman-teman kata yang bersahabat dengannya, menjadi ganjaran dari sekedar apa yang sudah kita berikan.  Dan apa yang harus kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak kita melihat sesuatu dari sudut pandang lain dari sekedar kewajiban.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah di setiap kehidupan kita harus bertuju pada hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan semua tujuan itu haruslah tujuan yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114779992199599250?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114779992199599250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114779992199599250&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114779992199599250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114779992199599250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/05/hadiahnya-adalah.html' title='Hadiahnya adalah...'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114651248679600828</id><published>2006-05-02T02:40:00.000+07:00</published><updated>2006-05-05T15:10:44.030+07:00</updated><title type='text'>Mati Gaya</title><content type='html'>Belakangan ini sangat susah buat gua untuk mencari bahan tulisan di blog kesayangan ini.  Menjadi susah karena gua pernah berjanji kepada diri sendiri untuk menulis paling tidak 1 tulisan setiap minggunya sejak blog ini ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirik juga sama &lt;a href="http://alia.or.id/"target=new&gt;Alia&lt;/a&gt; yang bisa dengan sangat produktif menulis setiap ada kesempatan atau inspirasi apa saja yang kebetulan nyamber ke kepala dia.  Walau gua agak berteori sedikit bahwa tipis bedanya produktif dengan bawel dalam hal ini.  Hi hi hi hi. Becanda Al!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ada kasus buruh, yang dari seminggu yang lalu ramai dibicarakan.  Kasus kekerasan di Tuban.  Pramoedya meninggal.  Inul ‘diusir’ FBR.  Arsenal ke final Champions!!  Sepatu baru dari Taman Puring.  &lt;i&gt;Pitching-pitching&lt;/i&gt; berkepanjangan dan masih banyak juga hal-hal &lt;i&gt;happening&lt;/i&gt; yang mestinya bisa memberi inspirasi buat gua untuk dituliskan menjadi suatu bahan pembahasan (yang diharapkan.. menarik untuk dibawa pulang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun mengusik pikiran gua.&lt;br /&gt;Sepertinya hal-hal tersebut di atas lewat begitu saja bagai sebuah rutinitas yang tidak ada dinamikanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan sudah lumrah.  Terlalu lumrah hingga bisa diabaikan hampir di setiap siaran jam 12 siang.  &lt;br /&gt;Demo, kok ya udah biasa.  Paling-paling macet dan apa yang didemokan biasanya tidak terdengar lagi seminggu kemudian.&lt;br /&gt;Orang sudah pasti mati.  Apalagi memang sudah tua.  &lt;br /&gt;Arsenal ke babak final toh masih menunggu harinya untuk benar-benar jadi juara.  Jadi jangan takabur.  Pun juara, jangan takabur!&lt;br /&gt;Inul?.. Inul apa Rhoma nih? Yang mana nih? Yang jelas dong..&lt;br /&gt;Kalau &lt;i&gt;pitching&lt;/i&gt; mah jangan ditanya. Konsekwensi mutlak menjadi buruh. He he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lantas terpikir oleh gua, kenapa nggak nulis aja tentang ke-mati-gaya-an ini. Iya toh?  Ini toh sebuah &lt;i&gt;issue&lt;/i&gt;.  &lt;a href="http://fistonista.blogsome.com//2006/05/03/mentokness/"target=new&gt;&lt;i&gt;Mentokness&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; adalah suatu hal yang perlu dipahami.  Bukan malah dihiraukan lantas menjadi kebiasaan.  Apalagi nyerah.  Lebih jelek lagi, menyerah dan mencari kambing hitam.  Dan kita pun berputar-putar di situ saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat sebuah cerita tentang perumpamaan batu.&lt;br /&gt;Seorang anak diperintahkan bapaknya untuk menggeser sebuah batu karang yang sangat besar sekali.  Setiap hari tugas itu harus dijalankannya.  Si anak walau jenuh dan putus asa tetap mencoba menggeser karang tersebut.  Setiap harinya.  &lt;br /&gt;Hingga pada bulan ketiga di hari itu si anak lantas memberanikan diri untuk protes pada bapaknya.  Sang bapak lantas tersenyum dan menjawab, “Memang mustahil karang itu bisa kau geser dengan tubuh kecilmu.  Tapi lihat, kini badanmu tegap dan sehat.  Tak pernah sakit karena disiplin yang kau terapkan sendiri pada tubuhmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua? Tegap? Ya enggak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kita bisa berhenti sejenak dan berpikir.  Tanpa beban tenggat waktu. Tanpa beban janji. Tanpa lawan.  Tanpa kawan.  Hanya kita dan ruang waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya kita waras-waras saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"The only thing these agents often fear is.. that stillness."&lt;br /&gt;(dari film &lt;b&gt;"Munich"&lt;/b&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114651248679600828?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114651248679600828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114651248679600828&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114651248679600828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114651248679600828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/05/mati-gaya.html' title='Mati Gaya'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114581961931780189</id><published>2006-04-24T01:08:00.000+07:00</published><updated>2006-04-26T18:54:48.500+07:00</updated><title type='text'>Janji Bucin (Usang..)</title><content type='html'>"Mana janji loe? Katanya mau nulis tentang Kla.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja Bucin menagih tulisan tentang konser &lt;b&gt;Kla Project&lt;/b&gt; hampir sebulan yang lalu di JCC Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gua mencoba lagi mengingat-ingat kejadian di konser Kla kemarin, perasaan yang sama juga yang gua dapati ketika gua berada di konser itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua datang untuk bernostalgia.  Untuk sejenak tersenyum-senyum penuh arti oleh lagu-lagu mereka yang konon cukup menemani perjalanan hidup gua (baca: cinta).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nihil.&lt;br /&gt;Tak satupun lagu mereka yang membuat gua terbang ke perasaan lalu ketika gua benar-benar memaknai setiap lirik dan nada mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika saksofon &lt;b&gt;Embong Rahardjo&lt;/b&gt; pada lagu &lt;i&gt;"Waktu Tersisa"&lt;/i&gt; benar-benar tripping di kegalauan baik lagu mau pun suasana pada zaman itu.  &lt;br /&gt;Ketika &lt;i&gt;"Belahan Jiwa"&lt;/i&gt; tidak semelintir rindu yang dulu gua 'ngelangut'kan pada surat-surat cinta kepada mantan pacar.  &lt;br /&gt;Tidak turun juga hujan ketika &lt;i&gt;"Gerimis"&lt;/i&gt; dikumandangkan. (Ketika lagu Gerimis rilis, pertama kali gua mendengarkannya benar-benar hujan. Sok asik banget ya?)&lt;br /&gt;Rintihan &lt;b&gt;Lilo&lt;/b&gt; pun digantikan oleh &lt;b&gt;Andi /rif&lt;/b&gt; dalam &lt;i&gt;"Meski Tlah Jauh"&lt;/i&gt;.  Bagaimana bisa nada tinggi dipadankan dengan serak basah?  &lt;br /&gt;Juga renyahnya suara &lt;b&gt;Siska&lt;/b&gt; digantikan &lt;b&gt;Dewi Sandra&lt;/b&gt; yang sangat sangat santun malam itu.  &lt;br /&gt;Dan memang bulan tak kan pernah berwarna merah jambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa semua atribut memori di atas lepas entah ke mana pada malam itu.  Di panggung itu.  Di lagu-lagu itu.  Tidak lagi menjadi sesuatu yang ingin gua ulas, urai apalagi ulang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda sekali dengan sekarang.  &lt;br /&gt;Sudah ada cinta lain.  Sudah ada kecintaan baru.  Tidak mau lagi terlalu cengeng.  Tidak percaya lagi gombal.  Pun harus gombal, gombalnya harus lebih jago.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu harus berubah tapi yang pasti harus berkembang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini ada seorang teman lama yang menanyakan kepada gua "Dick, lu masih ngambekan gak orangnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha!! Dia pasti senang Kla Project!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps. Udah ya, Cin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114581961931780189?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114581961931780189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114581961931780189&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114581961931780189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114581961931780189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/04/janji-bucin-usang.html' title='Janji Bucin (Usang..)'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114547374360113453</id><published>2006-04-20T02:01:00.000+07:00</published><updated>2006-04-20T02:11:22.810+07:00</updated><title type='text'>Mestinya Kita Hidup</title><content type='html'>Kemaren malam, dalam sebuah program &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt; yang mirrrrrrip sekali dengan INXS Rockstar di salah satu stasiun televisi swasta kita gua mendapat pencerahan yang sangat inspiring.  Mengenai kaedah menyanyi.  Dan dalam kaitannya dengan musik, tentu hal sangat esensial sekali.  Tidak begitu jelas gua mengetahui dari siapa kalimat pencerahan itu datangnya (dan yang pasti bukan dari sekelompok musisi yang memberikan kritik-kritik mencoba membangun itu).  Kurang lebih begini kalimatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Kita bisa lihai menyanyikan nada-nada tinggi, cepat, suara palsu atau nada apa saja yang paling sulit sekalipun.  Tetapi di atas semua itu tetaplah bernyanyi.”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Secara (gua rasa) 50% kandungan tubuh gua adalah musik, gua mendapati kalimat ini sangat menggelitik, menyentil, menggugah dan sekaligus menampar! *plak!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, kalimat itu sangat mengingatkan kita untuk tidak lupa akan ‘jiwa’ dari sebuah lagu/musik.  Roh yang memberi ‘isi’ dari pesan lagu itu.  &lt;i&gt;(Ibarat kata ‘Padang’ dalam ‘Sate Padang’, belum tentu orang sebegitu menikmati sate tersebut kalau dibilang sate saja.  Dan satu hal lagi, Sate Padang tidak populer di Padang.  Malah ngetopnya di Medan!)&lt;/i&gt; Tanpa penjiwaan yang baik, lagu tersebut hanya akan terdengar datar tanpa greget.  Terdengar baik namun belum tentu ternikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbunga-bunga gua menghafalkan kalimat di atas dan bermaksud untuk menceritakannya lagi ke orang-orang besoknya.  &lt;i&gt;Well there you go, all of you.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey.. gimana dengan hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau bernyanyi tadi adalah hidup juga?  Kita bisa lihai memainkan peranan kita masing-masing dalam hidup.  Menjadi baik, badung, pintar, bokis, kokay, miskin, pembokat, pujangga, creative director, banci, rockstar, you name it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sudah ‘hidup’ di atas semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang-gampang susah menjawabnya.  Paling tidak buat gua.  Akan pongah kalau gua menjawab “yoi, I do.”.  Akan cupu juga kalau kita menjawab dengan “tidak”.  Atau malah diam?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, gua cuma realistis dalam kegelisahan ini.  Bukan masalah sikap yang dipertanyakan.  Namun sebuah pertanyaan misteri yang akan selalu berada di dalam benak kita.  Tidak perlu menjadi momok.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sekedar menjadi nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;•&gt; Dan ya, gua jadi pengen tau apa asal usul slogan "Bikin Hidup Lebih Hidup" itu. :)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114547374360113453?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114547374360113453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114547374360113453&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114547374360113453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114547374360113453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/04/mestinya-kita-hidup.html' title='Mestinya Kita Hidup'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114469113898807964</id><published>2006-04-11T00:09:00.000+07:00</published><updated>2006-04-11T00:45:39.086+07:00</updated><title type='text'>Mestinya Kita Jatuh Cinta</title><content type='html'>Baru saja gua membaca sebuah tulisan (seperti puisi juga) dari seseorang di blognya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya tentang pengharapan.  Dia yang sudah berapa lama mengamati orang yang dia idam-idamkan, tapi -seperti biasa- tidak berani mengungkapkannya.  Tak menentu kata dan tujuan, dia tetap mengutarakan isi hatinya.  Kepada tembok.  Kepada orang-orang, namun bukan kepada orang yang dia tuju.  Selalu terlihat konyol, namun jujur adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua ingat sekali perasaan itu.  Dan bagi yang belum pernah mengalami jatuh cinta, gua sangat menyayangkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap lembaran-lembaran jatuh cinta yang pernah dikecap siapa pun pasti perasaannya sama.  Rasa penasaran.  Rasa ingin tahu.  Rasa rindu.  Rasa ingin diperhatikan dan memperhatikan lebih jauh.  Rasa ingin menunjukkan perhatian tersebut.  Dan sering malu-malu.  Rasa stroberi dan coklat sekalipun akan terasa konyol ketika di perut.  &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; sudah ada kupu-kupu di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana perasaan itu sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah dua sejoli yang saling taksir saja yang merasakannya?  Atau temanku jomblo tak berdaya tadi yang lebih berhak memahami kepasrahan cinta bertepuk sebelah kanannya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah ketika cinta tadi sudah berbalas lantas kita tidak bisa mendapatkan lagi rasa jatuh cinta tadi?  Maklum, episode lanjutan dari jatuh cinta sering berlanjut klise dan membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya gua ngga setuju.  Wong jatuh cinta itu enak kok.  &lt;i&gt;Inspiring&lt;/i&gt;.  Melihat pagi jadi bersinar.  Melihat diri sendiri jadi berbinar.  Melihat subjek/objek jatuh cinta tadi bisa jadi.. nanar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya.  Mestinya jatuh cinta tidak berupa/kepada orang saja.  Masih banyak hal-hal lain yang bisa kita cintai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita mulai dari hal-hal kecil. Keseharian yang selalu kita lewati dan alami.  Rutinitas di sekitar kita yang sering kita anggap menjadi elemen pembantu melanjutkan mekanisme hari, misalnya.  Dan bahkan hal-hal yang kita benci sekalipun.  Tidak perlu lantas muluk-muluk mencintai negara bangsa dan tanah air.  Tidak usah dipaksakan juga.  Karena cinta memang tidak pernah bisa memaksakan.  Semua juga tau itu.  (Jadi jangan mengira bahwa gua di sini menggurui kalian dengan mengatakan itu. Hehehe.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kembali teringat teman gua tadi mungkin ada perasaan kasian akan keterpurukannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi inspirasi yang diberikannya tentang cinta, sungguh amat positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengkyu ****e!  Keterpurukanmu, inspirasiku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114469113898807964?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114469113898807964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114469113898807964&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114469113898807964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114469113898807964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/04/mestinya-kita-jatuh-cinta.html' title='Mestinya Kita Jatuh Cinta'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114279178298773820</id><published>2006-03-20T01:04:00.000+07:00</published><updated>2006-03-20T11:53:47.913+07:00</updated><title type='text'>Jangan Bikin Iklan Yang Cuma Orang Iklan Yang Ngerti</title><content type='html'>Sabtu sore kemaren gua berkesempatan berkunjung ke dokter gigi.  Itu pun atas desakan istri gua agar tidak menunda-nunda lagi jadwal yang sudah ditetapkan.  Dan kebeneran dokter gigi-nya masih ipar-an dengan istri gua.  Jadi kurang lebih memberi perasaan sedikit lebih nyaman ketika berhadapan dengan pensil-pensil bor mesin itu.  Walau pun setelah dihadapi, tidak seseram apa yang sering kita ingin bayangkan.  Beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah gua, istri dan kakak ipar gua.  Karena masih dalam suasana persaudaraan, kami dapat masuk ke ruangan praktek berbarengan.  Sambil menunggu giliran, kami pun sibuk dengan kegiatan menunggu yang sangat tipikal : baca majalah, bengong dan nonton TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;i&gt;commercial break&lt;/i&gt;, ada sebuah iklan kecantikan (disinyalir bisa memutihkan kulit dengan khasiat sari bengkuangnya). Selesai tayangan tersebut, ipar gua langsung nyeletuk “Trus, apa hubungannya putih dengan membuat mertua bahagia?”. Sambungnya lagi, “Aku yang ngga ngerti atau emang gimana ya?  Menurutku sih ngga nyambung aja.  Masa cuma gara-gara bikin putih kulit lantas segala sesuatunya bisa jadi bahagia.”  Kira-kira begitu bahasanya.  Pun masih disambung dengan celotehan iklan-iklan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai ipar gua berkomentar, ipar kami yang dokter gigi itu pun ikut menambahi “Iya, aku juga suka bingung ama iklan-iklan itu.  Suka ngga nyambung deh. Itu juga tuh, yang obsesi jadi pemain bola.  Maksudnya gimana ya?”  Untung istri gua yang sedang mendapat giliran perawatan, jadi dia hanya bisa membuka mulut tanpa bisa nimbrung juga.  Yah, paling nggak dia sih udah biasa dan terkena bias suaminya yang bekerja di periklanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti semua ocehan dan pertanyaan mereka memang tertuju kepada gua.  Satu-satunya orang yang berkecimpung di dunia itu dalam ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sedikit banyak mengerti apa-apa saja maksud dari tayangan komunikasi (umumnya) 30 detik itu, gua hanya bisa tersenyum-senyum saja menanggapinya.  Gua malas berandai-andai kepada mereka semata-mata mencoba membuat mereka mengerti.  &lt;br /&gt;Lagipula itu bukan iklan hasil karya gua.  Jadi biarkan saja teman-teman yang membuat iklan tadi yang lebih berhak menjelaskannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau pun iklan bikinan gua (dan teman-teman) yang dikritik tadi, mungkin gua juga malas untuk menjawabnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang iklan tersebut sudah gagal melaksanakan fungsinya sebagai penyampai pesan.  Tayangan tersebut sudah menimbulkan pertanyaan.  Kebingungan. dianggap angin lalu sebagai &lt;i&gt;intermezzo&lt;/i&gt; dari sebuah sinetron..  Dan ironisnya lagi, rasa jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang oh memang.  Tidak semua iklan-iklan itu jelek dan gagal.  Tapi tidak sedikit juga yang perlu dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua juga sangat mengerti kendala-kendala yang dihadapi dalam setiap prosesnya.  Bisa jadi produknya yang begitu.  Bisa jadi &lt;i&gt;budget&lt;/i&gt;nya ngga segitunya.  Bisa jadi &lt;i&gt;target audience&lt;/i&gt;-nya yang begini.  Bisa jadi strateginya yang segitu-segitu aja.  Bisa jadi kliennya yang maunya itu-itu juga.  Bisa jadi tim kreatifnya yang cuma segitu.  Coba, kira-kira bisa jadi apaan lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, dalam percakapan intim dengan seorang teman, dia mengingatkan gua akan satu hal.  Dan satu hal ini memang sering luput dari pengamatan kita dalam mengamati sesuatu. Kurang lebih begini kalimatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kondisi yang salah, biasanya akan ada yang disalahkan sebagai penyebabnya. Dia, dia dan dia bisa jadi penyebabnya.  Tapi kita sering tidak mengikutsertakan diri kita sendiri di dalamnya.  Sebab ketika semua aspek sudah diteliti dan sepertinya tidak ada lagi yang salah, biasanya kita sendiri yang salah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua dan teman gua mau mencari teman yang sependapat dengan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114279178298773820?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114279178298773820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114279178298773820&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114279178298773820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114279178298773820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/03/jangan-bikin-iklan-yang-cuma-orang.html' title='Jangan Bikin Iklan Yang Cuma Orang Iklan Yang Ngerti'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114253048136036350</id><published>2006-03-17T00:01:00.000+07:00</published><updated>2006-03-17T01:12:01.290+07:00</updated><title type='text'>Sedikit Tentang Penulis..</title><content type='html'>Judul di atas cuma gua pinjam.  Sering dipakai di akhir dari sebuah buku atau artikel.  Biasanya berupa rangkuman perjalanan hidup si penulis beserta tetek bengek latar belakangnya &lt;i&gt;and so on&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tentang gua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas orang akan mendapat kesan bahwa gua itu orangnya sepak.  Arogan.  Nyolot.  Dan kawanan kata yang sejenis.  Agak sulit mendapatkan impresi pertama gua sebagai : mengayomi, baik budi dan tidak sombong, bijaksana dan peran-peran non antagonis lainnya. Boro-boro kesan ngangenin yang selalu gua gembar-gemborkan itu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa &lt;i&gt;chapter&lt;/i&gt; lain juga orang bisa mendapat impresi bahwa gua itu kemayu, feminin dan juga beberapa asosiasi lainnya.  Ini mungkin dikarenakan &lt;i&gt;gesture&lt;/i&gt; badan gua yang konon mendukung faktor-faktor tersebut.  Padahal kalau gua perhatikan lagi, bukannya gua meminum teh dari cangkir dengan kelingking melenting.  Enggak kok :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baiklah.  Namanya juga 'sedikit'.  Jadi gua akan berhenti sampai di situ saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari hal ini adalah bagaimana diri kita diproyeksikan oleh orang lain.  Pihak kedua yang menyerap 'enerji' yang kita pancarkan.  Ya itu tadi, bisa positif dan negatif.  Yang pada kenyataannya kalau kita mau gali lebih dalam lagi, bisa jadi data-data awal tadi adalah salah atau bisa juga semakin benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua tertarik untuk menilik kembali filter/kamera/lensa 'sanubari' mereka yang menerima impresi kita tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seseorang bisa menerima enerji positif, apakah karena dia juga mempunyai enerji yang positif?  Atau sebaliknya?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau gua dikatakan arogan, apakah orang yang membuat kesan tersebut memang arogan juga?  Coba deh, orang rendah hati mana yang bisa &lt;i&gt;come up&lt;/i&gt; dengan impresi itu.  Paling-paling dia akan mencari kata lain yang lebih &lt;i&gt;down to earth&lt;/i&gt;.  Dan bagaimana pula kita bisa mengatakan seseorang itu baik kalau kita tidak mengerti apa arti kebaikan itu sendiri. Ya ngga sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah juga gua bahas di blog ini.  Tentang petuah mentor gua, bahwa jika kita memaki orang 'goblok', sebenarnya makian itu hanya akan membuat kita sedikit lebih pintar.  Ya, artinya memaki kata tersebut tidak baik karena bisa saja kita juga sama gobloknya dengan orang itu. Singkat kata, mbok ya ngaca gitu lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang ada baiknya kita selalu berbuat baik.  Memuji orang cantik mungkin membuat diri kita semakin cantik.  Berbuat baik bisa jadi mengurangi enerji-enerji yang negatif.  Secara rumus matematika selalu membuktikan perhitungan positif dan positif selalu menghasilkan nilai positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca ini, gimana kalau kita menyapa orang dengan "Hai cantik.." juga "Hai ganteng..."&lt;br /&gt;Terserah ke siapa aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Doesn't have a point of view&lt;br /&gt;Knows not where he's going to&lt;br /&gt;Isn't he a bit like you and me"&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nowhere Man, The Beatles&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114253048136036350?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114253048136036350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114253048136036350&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114253048136036350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114253048136036350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/03/sedikit-tentang-penulis.html' title='Sedikit Tentang Penulis..'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114233052702205499</id><published>2006-03-14T16:54:00.000+07:00</published><updated>2006-03-14T17:12:34.290+07:00</updated><title type='text'>Semoga Lekas Sembuh</title><content type='html'>Dulu sewaktu masih sekolah, menderita sakit ringan seperti demam atau flu adalah kesempatan yang bisa jadi menguntungkan.  Yoi, ngga usah masuk sekolah. Nggak mesti ketemu guru-guru nyebelin (entah kenapa di zaman gua, guru-guru itu adalah momok yang sama sekali tidak menyenangkan. Sangat jarang yang menyenangkan.).  Ngga ada PR yang menunggu.  Paling cuma kangen temen-temennya doang.  &lt;br /&gt;Bisa nonton TV seharian.  Walau pun setelah ditelaah lagi, cuma sensasi kebebasan nonton TV di jam sekolah itu saja yang menyenangkan.  Suguhan acara di TV &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt; itu-itu aja dari dulu. DAN SAMPAI SEKARANG.  Bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kuliah dan kerja juga begitu.  Fungsi &lt;i&gt;sakit&lt;/i&gt; masih memiliki arti rancu.  Antara benar-benar sakit, atau memang niat bolos.  Entah sudah berapa praktek dokter permisif yang mau mengeluarkan surat dokter demi menjaga kelancaran administrasi instansi-instansi kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit perbedaannya dari masa kecil dulu adalah, kali ini kita harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit nominalnya.  Baik yang &lt;i&gt;bokis&lt;/i&gt; maupun beneran.  Dan apalagi &lt;i&gt;dokat&lt;/i&gt; tersebut sudah harus ditanggung kita sendiri.  &lt;i&gt;Moso ya&lt;/i&gt; mau ngibul minta ke ortu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun kita sakit beneran juga, biaya obat sekarang memang selangit.  Makanya, sudah saatnya memang kita menjaga kesehatan dan stamina dengan baik.  Hal-hal medik ini cukup merepotkan.  Ya sakit, ya obatnya, ya surat dokternya, ya &lt;i&gt;reimbursement&lt;/i&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  sekarang ada yang lebih bikin gua tergerak untuk menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 hari ini anak gua, Kiara terserang pilek dan batuk.  Dalam aktifitasnya sehari-hari tidak begitu banyak berpengaruh.  Dia tetap ceria walau pun agak terbatas dalam staminanya.  Tapi tetap terlihat enerjik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saatnya tidur tiba, di sini lah letak permasalahannya.  Hidungnya mampet.  Dan tidak jarang dia harus terbatuk-batuk ketika tidur.  Tidurnya gelisah, geser sana-sini mencari posisi yang enak.  Telungkup ngga enak, baringan juga mampet. Repot banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia menangis.  Dan Kiara yang masih berumur 1,5 tahun pun cuma bisa ngomel dengan bahasanya sendiri.  Kami hanya bisa mencoba menenangkan Kiara dengan sebaik-baiknya.  Belum lagi Kiara sudah mulai mengenal apa yang namanya obat.  Jadi begitu melihat sosok obat tersebut, dia sudah protes.  Kami cuma bisa mengusahakan kesembuhannya dengan memberi makan yang cukup dan menjaga gerak-geriknya agar tidak terlalu membuat dia kelelahan.  Selebihnya Kiara yang nentuin :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu deh.  Melihat Kiara sakit itu rasanya nggak enaaak banget.  &lt;br /&gt;Pantesan aja dulu nyokap tuh kalo gua lagi sakit bawelnya banget-banget.  Apa-apa aja aturan dia dulu memang gua lupa.  Dan belum tentu juga apa yang nyokap gua ajarin plek-ketiplek gua ajarkan ke Kiara.  Masing-masing pasti punya versinya lah.  Tapi perasaannya sama: rasa kasian, iba, ngga rela dan pengen ngeliat dia sehat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini toh rasanya jadi orang tua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114233052702205499?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114233052702205499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114233052702205499&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114233052702205499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114233052702205499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/03/semoga-lekas-sembuh.html' title='Semoga Lekas Sembuh'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114198520668095854</id><published>2006-03-10T17:02:00.000+07:00</published><updated>2006-03-10T17:06:46.690+07:00</updated><title type='text'>Serial Sidik is Back!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photobucket.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/komikSiDik_bangun.gif" border="0" alt="Image hosting by Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114198520668095854?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114198520668095854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114198520668095854&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114198520668095854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114198520668095854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/03/serial-sidik-is-back.html' title='Serial Sidik is Back!!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114098019975389864</id><published>2006-02-27T01:45:00.000+07:00</published><updated>2006-02-27T02:01:11.910+07:00</updated><title type='text'>Ngupi Yuk!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“I don’t drink coffee, I take tea, my dear..”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada satu perbedaan prinsipil antara gua dengan Sting, kalimat di ataslah salah satunya.  Bukannya gua sama sekali nggak minum teh, tapi gua nggak pernah melihat minum teh itu adalah sebuah &lt;i&gt;excitement&lt;/i&gt; yang amat sangat dibanding kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, minum kopi adalah suatu kegemaran gua selain bir –tentunya-, minuman beralkohol lainnya dan &lt;i&gt;last but not least&lt;/i&gt;, jus duren.  Lebih asiknya lagi, minuman ini sangat mudah didapat dalam kesehariannya ketimbang teman-teman minuman lainnya yang konon butuh niat ekstra untuk mendapatkannya.  Tidak perlu &lt;i&gt;cover charge, ID verification&lt;/i&gt; ataupun menunggu musim.  Cukup pergi ke dapur atau memesan dan tersedialah minuman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan minum kopi ini sudah gua mulai dari sejak remaja (yang mana mungkin mengingatkan gua bahwa gua sudah tidak seremaja itu, hehehe).  Dari mulai percaya bahwa minuman ini bisa mengusir kantuk sampai tidak sanggup lagi minum kopi karena sudah sangat mengantuk.  Dari fungsinya sebagai pembuka hari di pagi hari sampai pilihan paling tepat dan cepat ketika berkunjung ke rumah teman atau pun di warung dan kafe-kafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kopi sudah berevolusi menjadi suatu trend.&lt;br /&gt;Tidak melulu sebagai sosok kopi Sidikalang tubruk yang kental itu.  Tidak selalu juga pilihan ice atau hot cappuccino dari era 90an (Indonesia dan sekitarnya).  Semakin banyak variasi yang diberikan.  Sebutan-sebutan seperti &lt;i&gt;ice blend, frappe, frost, latte&lt;/i&gt; dan lain-lain lagi yang bisa-bisa menghilangkan arti kopi itu sendiri.  Dan dalam kemasannya disebutlah kopi Amerika ini, kopi Itali itu.  Masing-masing dengan tampilan yang ciamik, gengsi dan tidak lupa, mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ajakan “ngupi yuk” tidak berarti minum kopi lagi sekarang.  Bisa jadi kata itu adalah sebuah aktifitas ngumpul bareng di mal, ketawa-ketiwi sampai berjam-jam, ngeceng, ngelobi bisnis atau &lt;i&gt;sidejob&lt;/i&gt;… sambil minum kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking sangat beragamnya jenis minuman kopi dan cara kemasannya, banyak juga orang mulai berteori dengan topik ini.  Ada yang membahas kadar keasamannya.  Ada yang membandingkan lokal-tidak lokalnya.  Ada yang membahas tempat mana yang enak buat ngopi.  Ada yang bahkan pergi ke tempat-tempat &lt;i&gt;‘kopi fusion’&lt;/i&gt; (begitu gua menamakannya, merk-merk trendi itu lho) itu malah memesan Green Tea Ice blend dan Morrocan Latte Tea. Yang &lt;i&gt;by the way&lt;/i&gt; itu gua sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua hidup dalam perjalanan kopi itu dan turut menikmati semuanya. Dari kopi tubruk sampai zaman ice blend and the gang. Pilihan Sidikalang atau Kilimanjaro.  Menikmatinya dari kamar kost mahasiswa di Bandung sampai pinggiran jalan romantis di Sydney. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut gua semua kopi itu sama saja. Mereka semua mempunyai satu hal yang sama ketika menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni: sensasi kejut di lidah ketika pertama kali cairan kafein itu masuk ke rongga mulut dan tenggorokan. *ck!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bo’ong kalo penggemar kopi nggak tau hal ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Terinspirasi dari tulisan kopi Mas Ricky &lt;a href="http://asmarakata.blogspot.com"&gt;di blognya&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114098019975389864?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114098019975389864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114098019975389864&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114098019975389864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114098019975389864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/02/ngupi-yuk.html' title='Ngupi Yuk!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-114027778276396217</id><published>2006-02-18T22:46:00.000+07:00</published><updated>2006-02-18T22:49:42.776+07:00</updated><title type='text'>Suatu Hari Di RSPI</title><content type='html'>Di sebuah kesibukan Sabtu siang di rumah sakit itu, dari arah lorong kasir berjalan seorang wanita cantik.  Langkahnya bergegas keluar lobi rumah sakit.  Walau terlihat tergesa, kecantikannya seolah memaksa semua gerakan tubuhnya untuk tetap anggun.  Menoleh ke kiri dan kanan menunggu mobil yang akan menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang berada di lobi itu pun begitu.  Menoleh ke kiri, jika mereka ada di kanan.  Menoleh ke kanan jika mereka ada di kiri.  Dan melintirkan kepala jika mereka berada di posisi yang tidak begitu strategis sekali pun.  Tidak hanya kaum pria pada umumnya saja yang begitu.  Oma-oma yang sudah renta pun turut menggamit menantu perempuannya (mungkin) untuk menoleh ke arah dia.  Ibu-ibu sekalipun ikut mendoyongkan kepalanya untuk melihat ke sosok wanita itu sekali lagi.  Dan anak-anak kecil sepertinya senang berada di sekeliling dia.  Apalagi ketika dia tersenyum ramah ketika memergoki ada anak kecil yang terpana oleh kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya mengenakan baju kaos oblong biasa dan jins.  Rambutnya pun diurai biasa saja.  Bersahaja.  Tidak ada atribut mahal yang terlihat.  Mungkin saja ada, tetapi tidak terlihat.  Atau memang gua aja yang sudah ikut terhipnotis dengan segala bentuk dan impresi kecantikan yang dia  pancarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak semua yang berada di ruangan lobi itu akan setuju dengan gua.  Dan kejadian ini sudah keberapa kalinya gua alami tiap kali dia sedang melintas di keramaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan wanita cantik yang baru bercerai itu.  Juga si wanita indo yang kawin sama bule itu.  Tidak juga dengan si seronok yang suka berbahasa Inggris itu.  Apalagi dengan wanita yang ngga pernah mau ngasi komen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah magnet apa yang dia miliki hingga bisa memancarkan kecantikan seperti itu dan membuat orang sedetik saja rela berpaling sejenak untuk melihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katon memang bissaaa aja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-114027778276396217?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/114027778276396217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=114027778276396217&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114027778276396217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/114027778276396217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/02/suatu-hari-di-rspi.html' title='Suatu Hari Di RSPI'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113933502899708492</id><published>2006-02-08T00:47:00.000+07:00</published><updated>2006-02-08T01:01:43.970+07:00</updated><title type='text'>Sahabat, Kesuksesan dan Obsesi</title><content type='html'>Dua hari berturut-turut ini sahabat-sahabat gua berulang tahun.  Entah yang ke berapa bagi gua tidak begitu penting.  Dan mungkin mereka juga semakin tidak mau mengingat ulang tahun yang ke berapa mereka tahun ini.  Secara kita semakin lama semakin sibuk dengan kesibukan dan kehidupan masing-masing, gua cuma bisa nyelametin mereka dari &lt;i&gt;messenger chatting&lt;/i&gt;, sms, dan &lt;a href=http://www.friendster.com&gt;Friendster&lt;/a&gt;.  Tidak sempat lagi berkunjung atau ditraktir makan-makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gua mengingat lagi masa-masa dulu ketika gua masih sering bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi, sobat jalan-jalan gua, orang yang banyak membantu gua mengenalkan sisi-sisi Jakarta pada zaman krisis moneter.  Waktu itu gua baru pulang dari pendidikan di luar (Jakarta).  Dan kita dulu sama-sama nganggur.  Kalau nggak ada dia, ngga kebayang juga gua jadi apaan sekarang ini.  Terakhir ketemu dia sudah jadi &lt;i&gt;manager&lt;/i&gt; di sebuah perusahaan &lt;i&gt;broadcast&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nisa, masih teman dari zaman krisis moneter dulu.  Seorang desainer baju yang mempunyai semangat dan keunikan yang sangat kental baik dari visi mau pun visualnya.  Hehe.  Kabar terakhir dia semakin &lt;i&gt;well known&lt;/i&gt; di industri fesyen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sashie.  Siapa yang mengira si bawel yang senang makan ini akan &lt;i&gt;ended up&lt;/i&gt; jadi seorang &lt;i&gt;Senior Account Executive&lt;/i&gt; di sebuah perusahaan iklan ternama. Wong dulu kerjaannya ngajakin makaaaan mulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yomi, sobat mati gua.  Kebeneran doi yang jadi &lt;i&gt;best man&lt;/i&gt; gua waktu gua nikah.  Waktu masa jahiliah kita dulu di Bandung nggak sedikit pun ada kepikiran bahwa orang ini akan nyebur di dunia periklanan juga. Melihat spesifikasinya dia lebih pantes jadi...gak tau. Gua juga bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.  Itulah gambaran sekarang.  Dengan perkembangan masing-masing. Dan dengan masing-masing perubahan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada satu ukuran terhadap perubahan ini, gua ingin menyebutnya sebagai sebuah kesuksesan.  Entah dalam tahap apa pun itu.  Tapi sukses.  Sesuatu sudah berkembang, berbuah menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah bertanya ke gua “Menurut loe.. sukses itu apa sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam alam pikir seorang Diki yang berumur 10 tahun dulu, gua akan dengan sangat lancar dan lantang menjabarkan kesuksesan itu apa. Yakni : lulus SMA, kuliah ekonomi, kerja di bank! Sesimpel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dengan segala distorsi yang ada dan gua alami, gua berpikir keras untuk mendapatkan momok kesuksesan itu. Ternyata formulanya gampang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu gemerlapan.  Sorak sorai penonton bak lapangan Wembley.  &lt;i&gt;Mic stand&lt;/i&gt;.  Gitar. Piano.  Sedikit &lt;i&gt;dry ice&lt;/i&gt; untuk mendramatisir suasana. Dan kalau kalian setuju, gua akan memakai celana kulit ketat! Secara ROCKSTAR gitu lhoo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana geng, seru nggak ide sukses gua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Rudi, Nisa, Sashie dan Yomi.. selamat ulang tahun. I Love You All! *gaya rockstar*&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113933502899708492?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113933502899708492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113933502899708492&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113933502899708492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113933502899708492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/02/sahabat-kesuksesan-dan-obsesi.html' title='Sahabat, Kesuksesan dan Obsesi'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113899209125701970</id><published>2006-02-04T01:24:00.000+07:00</published><updated>2006-02-04T01:50:22.350+07:00</updated><title type='text'>Di Hatimu Saja, Bu</title><content type='html'>Aku bisa melihat bunga itu&lt;br /&gt;Warna-warni dan cantik&lt;br /&gt;Dan nyanyian di hari minggu&lt;br /&gt;Bersenandung puji dan merdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa menyapamu&lt;br /&gt;Tiap pagi di hari-harimu&lt;br /&gt;Walau mungkin tak terdengar&lt;br /&gt;Tapi kudengar panggilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin engkau tersenyum&lt;br /&gt;Di hari engkau menangis&lt;br /&gt;Untukku bisa terbang seperti ini&lt;br /&gt;Engkau harus tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hatimu saja, Bu&lt;br /&gt;Walau tak di matamu&lt;br /&gt;Di hatimu saja, Pak&lt;br /&gt;Walau tak di pelukanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu di hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk Anabella, 2002 - 2005.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bulan Oktober 2005 lalu, si kecil Anabella (3,5 tahun) pergi meninggalkan ayah ibunya akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.  Ketika kondisi Anabella kritis, gua pergi ke PMI dengan maksud mendonorkan darah yang dibutuhkannya.  Terjadi kesalah pahaman, golongan darah gua tidak cocok.  &lt;br /&gt;Sampai akhirnya Anabella pergi, masih ada perasaan yang mengganjal di hati gua. Sesuatu yang belum gua berikan tadi.  Butuh beberapa waktu untuk akhirnya bisa menuliskan ini.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113899209125701970?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113899209125701970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113899209125701970&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113899209125701970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113899209125701970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/02/di-hatimu-saja-bu.html' title='Di Hatimu Saja, Bu'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113860131209066580</id><published>2006-01-30T13:04:00.000+07:00</published><updated>2006-02-01T11:35:50.836+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Satu Arah</title><content type='html'>&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/gone.jpg" alt="Image hosting by Photobucket"&gt;Pamanku meninggal kemaren sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Amangboru idaman yang selalu ada membantu segala bentuk ‘bantuan’ di setiap kegiatan keluarga Batak itu pun pergi sudah.  Selalu ulet, tidak mengenal lelah,  dan tersenyum dalam kondisi yang susah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;I see this coming&lt;/i&gt;.  Ketika mendengar berita dia terjatuh dan masuk ICU beberapa minggu lalu, gua sudah tersenyum kecut saja.  Tidak ada harap akan sesuatu akan membaik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini sudah ke berapa kalinya gua alami.  Dulu kematian abangku juga begitu.  Dan beberapa kepergian orang-orang yang gua kenal juga begitu.  Seolah-olah gua udah tahu bahwa ini hanya persiapan saja.  &lt;br /&gt;Berikutnya, momen kesedihan yang datang.  Tangis.  Kenangan-kenangan manis.  Nostalgia.  Jasa-jasa mereka.  Mungkin juga dendam-dendam lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian itu hal lumrah.  Harus terjadi.  Kita semua pasti mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari hal ini adalah bagaimana menghadapinya.  Menjalani keesokan hari tanpa tegur sapa, berita, kasih sayang, inspirasi, dan hal-hal lain yang pernah diberikan dari mereka yang mendahului kita.  Dan sejauh mana kita mau mengenang mereka.  Dan sebagai apa pula kita mau mengenang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa gua sadari gua berduka atas kematian abang gua selama hampir dua belas tahun. Itu juga berkat teguran istri gua, baru akhirnya gua tersadarkan atas kedukaan yang bertahun-tahun itu.  Setitik nilai sentimentil saja bisa terbawa berlarut-larut tanpa tujuan atau arti yang jelas.  Dan ironisnya, menjadi tidak sehat.  Kenangan-kenangan yang manis berkarat menjadi dendam.  Kerinduan-kerinduan pun terhanyut dalam percakapan satu arah.  Tidak berbalas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak sadar gua mengabadikan kematian itu.  &lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah. Tidak mau berubah.  &lt;br /&gt;Dan untuk apa?&lt;br /&gt;Pertanyaan itu yang menampar gua dari lamunan bertahun-tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada baiknya kita memilah-milah kenangan itu.  Agar maknanya tidak kemudian menjadi terbiasa dan hambar. Dan mereka pun menjadi kecil di mata kita. Sayang bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Selamat jalan, Amangboru!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Now the sun's gone to hell&lt;br /&gt;and the moon's riding high&lt;br /&gt;Let me bit you farewell&lt;br /&gt;every man has to die"&lt;br /&gt;Brothers In Arms, Dire Straits.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113860131209066580?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113860131209066580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113860131209066580&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113860131209066580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113860131209066580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/01/perjalanan-satu-arah.html' title='Perjalanan Satu Arah'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113766243065337102</id><published>2006-01-19T15:52:00.002+07:00</published><updated>2006-01-19T22:32:37.583+07:00</updated><title type='text'>Duh, Di Mana Ya?!</title><content type='html'>Inget gak, di mana tambal ban terdekat di daerah kita masing-masing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin dalam hitungan detik kita nggak bisa langsung menjawabnya.  Harus mengingat-ingat lagi di mana pernah melihat pojok kecil dengan kompresor oranye (pada umumnya) dengan penjaga dekil (sekali lagi pada umumnya) DAN entah kenapa sering sekali kita menjumpai muka-muka penjaga itu bersegi-segi. &lt;i&gt;Marsohi-sohi&lt;/i&gt; kalo kata daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini mata gua suka jelalatan kalo lagi di jalan.  Maklum, di rumah ada mainan baru.  Akuarium ikan hias.  Jadi mendadaklah mata ini sensitif akan pojok-pojok yang umumnya berelemen kaca berisi air beserta ikan-ikan di dalamnya.  &lt;br /&gt;Dan semakin gua memberi &lt;i&gt;effort&lt;/i&gt; akan pencarian ini, semakin terasa susah pula gua menemukannya.  Gambaran plakat “IKAN HIAS” yang sudah terekam di kepala seolah-olah menjadi &lt;i&gt;item&lt;/i&gt; yang paling jarang ditemukan di sekitar.  Beberapa yang pernah teringat tiba-tiba sudah tergusur atau sudah tidak berjualan lagi.  &lt;br /&gt;Kalau dulu aja, sepertinya mereka berseliweran di entah di mana.  Sampai akhirnya gua pergi ke Barito.  Tempat yang sudah terkenal dengan ikan hiasnya.  Yang cenderung mahal itu ☺&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, sesuatu yang kerap kita anggap tidak begitu penting suatu saat bisa berubah menjadi hal yang paling kita butuhkan. Amat sangat. Menjadi suatu rasa penasaran yang bikin jengkel bahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan diri kita di suatu kesempatan yang acak, membutuhkan hal-hal sebut saja: pompa bensin, tambal ban tadi, warung rokok jam 3 pagi, ATM bank yang tidak begitu umum, money changer, tukang gigi, tukang kunci ...dan bisa juga temen! Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba teman-teman, &lt;br /&gt;dalam hitungan 10 detik, jawab keberadaan semua tempat-tempat tadi. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Di mana dia... Oo di mana..&lt;br /&gt;Kekasih hati.. Oo di mana.."&lt;br /&gt;Nien Lesmana&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113766243065337102?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113766243065337102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113766243065337102&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113766243065337102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113766243065337102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/01/duh-di-mana-ya_113766243065337102.html' title='Duh, Di Mana Ya?!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113741239241501877</id><published>2006-01-16T18:35:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T19:57:27.590+07:00</updated><title type='text'>The Dicks</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/thedicksens.jpg" alt="Image hosting by Photobucket"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align=left src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/dezx.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;b&gt;Dez, Dick #1 | Vocals, Guitar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Smokes a lot.  He thinks he’s Morrissey.  Always wear suits. Hates Bono, Lennon, Peter Gabriel, Chris Martin and everyone in the rock n roll who turns rock n roll into some kind of ‘music is for the world, send your message thru your song, join the GreenPeace, hate the government and all in between’.  Loves to write songs about jealousy, defeat, loneliness but always keep the tune in a major note. ‘Orgasmic!’ he says.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align=left src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/vampx.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;b&gt;Vamp, Dick#2 | Bass, Piano&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Couldn’t decide if it’s John or Paul he hates.  A jazz musician but loves to act like he’s this flamboyant boy singing in wrestling outfit (you know who).  Lives near the train station just to hear the rattling voice of the train makes a different beat everyday. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align=left src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/marsx.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;b&gt;Mars, Dick#3 | Guitar, Piano, Vocals&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;The One. Or at least he thinks he is. Very cynical in everything even for things he truly likes. Always puts some minor on every Dez’s songs.  Speaks only when he sings. Introvert. Again, the one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align=left src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/wreckx.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;b&gt;Wreck, Dick#4 | Drums, Synth&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disco’s protégé.  Everyone in the band hates him. Yet the cute and sober one.  Often mistaken as the manager instead of the member of the band. Loves Pet Shop Boys but never understand a word DJ. Throws the snare everytime the show ends. That’s how he got the name.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rock n roll? Yeah right.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113741239241501877?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113741239241501877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113741239241501877&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113741239241501877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113741239241501877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/01/dicks.html' title='The Dicks'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113643604982696382</id><published>2006-01-05T11:34:00.000+07:00</published><updated>2006-01-05T17:50:45.720+07:00</updated><title type='text'>Kembali Ke Masa Depan</title><content type='html'>&lt;i&gt;*gedubrag!*&lt;br /&gt;Diki tersengat oleh salah satu tulisan di &lt;a href="http://yohipup.blogspot.com/"target=new&gt;blog favoritnya&lt;/a&gt;.  Beranjak dari tempat duduknya, mengambil rokok, berlari menuju tangga kantor, mengabaikan omongan Jaja tentang pekerjaan, mulai merokok, masih deg-deg-an, mematikan rokok yang masih 5-6 hisapan, kembali berlari ke mejanya, duduk di depan laptopnya dan…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah klasik berulang lagi, Tahun Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kegamangan di hari-hari pertama bulan Januari.  Selalu begitu.  Baru kembali dari liburan.  Sms-sms tahun baru yang bejubel dari teman-teman ‘satu tahun sekali baru berhubungan maklum udah pada lain dunia’.  Resolusi-resolusi suam-suam kuku.  Harapan-harapan lagi.  Masalah-masalah yang kembali teringatkan.  Ancang-ancang tahunan.  Baju baru, badan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada yang hilang.&lt;br /&gt;Selalu ada yang dianggap baru.&lt;br /&gt;Selalu ada yang dilihat usang.  Hanya karena dilihat terus-terusan.&lt;br /&gt;Selalu ada yang diharapkan berubah. Hanya karena sudah bosan. (atau mentok?)&lt;br /&gt;Selalu ada yang hilang.&lt;br /&gt;Selalu ada yang bilang, “Met taun baru ya!”&lt;br /&gt;Selalu begitu.&lt;br /&gt;Jadi apa yang baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lupakan Tahun Baru sekali ini saja.  Tahun depan dia datang lagi.  Seperti jodoh, nggak kan ke mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gitu Yog!&lt;/i&gt; ☺&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Running over the same ol ground&lt;br /&gt;and how we found the same ol fear&lt;br /&gt;Wish you were here"&lt;br /&gt;Pink Floyd&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113643604982696382?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113643604982696382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113643604982696382&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113643604982696382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113643604982696382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2006/01/kembali-ke-masa-depan.html' title='Kembali Ke Masa Depan'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113500090810883280</id><published>2005-12-19T20:56:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T16:51:05.520+07:00</updated><title type='text'>Cinta Yang Lain</title><content type='html'>&lt;i&gt;Aku juga cinta.  Percaya tidak? Menyentuhmu lembut di kulitmu, hidungmu, rongga kerongkonganmu.  Membuat tersenyum tanpa menggigilkan.  Menjawab pertanyaan-pertanyaan matahari dengan kesejukan. Agar ia tak lagi sengit yang membuat kau demam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali aku terbang di dunia. Melayang ringan oleh angin.  Turun kemudian dengan pelangi.  &lt;br /&gt;Tak sering kau melihatku, yang kecil.  Seperti kuman yang lebih sering kau takutkan.  Dan setiap hari di pagi-pagi itu,  apakah kau melihatku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sajak teriring olehku.  Banyak kemarau merindukan namaku.  Banyak harap berselimut olehku. Bukan terabaikan.  Namun sering tak bernyawa.  Lebih kuat dari cinta-cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga cinta.  Menghadirkan rindu untukmu.  Dan kalau rindu itu pun hadir.  Cinta pun tersebut. Ingatkah kau kapan terakhir menyebut ‘cinta’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun cinta. Kau pun cinta. Kita sering tidak menyebutnya.  Hanya mau bersahabat atau mempertanyakannya.  Bukan menjadikannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melayanglah ringan.  Pakailah pelangi.  Sentuh lembut rongga-rongga hatimu. Jadilah cinta.  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;img align=left src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/renung1.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;(Percakapan dengan embun di salah satu sudut bangunan kantor. Pengap. Gelap. Di luar.. hujan.)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113500090810883280?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113500090810883280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113500090810883280&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113500090810883280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113500090810883280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/12/cinta-yang-lain.html' title='Cinta Yang Lain'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113388220281062453</id><published>2005-12-06T22:12:00.000+07:00</published><updated>2005-12-09T19:19:13.460+07:00</updated><title type='text'>Sumpe, loe?!</title><content type='html'>Berhati-hatilah dengan sumpah.  Simak kembali janji-janjimu.  Hal-hal itu yang merubah dan membuat dunia seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cerita yang baru saja gua baca masih berkecamuk di hati dan pikiran gua.  Tentang sebuah janji dan sumpah yang seseorang pegang teguh dan tetap dijalankannya.  Hasilnya? Tak banyak merubah dunia.  Tapi mungkin banyak memberi inspirasi bagi orang-orang di dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuat apakah sebuah janji?&lt;br /&gt;Gajah Mada pernah bersumpah untuk mempersatukan nusantara Indonesia. Tak begitu jelas berapa lama hal itu terwujud.  Kitalah hasilnya.&lt;br /&gt;Joni juga pernah berjanji untuk menepati waktu tayang sebuah film untuk gadis yang mengusik jiwanya.  Ya, itu cinta.&lt;br /&gt;Dan entah apa yang Osama bin Laden pikirkan sehingga dunia menjadi seperti ini sekarang.  Tapi gua yakin itu berawal dari sebuah sumpah.  Sebuah determinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekecil apa pula janji itu sehingga menjadi sebuah dosa jika tidak ditepati?&lt;br /&gt;Sebuah contoh sederhana saja, terlambat 10 menit saja sudah menjadi ganjelan tersendiri di benak kita.  Lantas mungkin mencari-cari alasan.  Menggerutu.  Panik.  Atau bisa jadi pasrah dan membiarkannya menjadi sebuah kebiasaan.  Contoh-contoh lain bisa kita dapati menurut pengalaman kita sendiri.  Silakan lho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat bukan?  Banyak yang bisa berbuah dari sebuah janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teman-teman, kapan terakhir kita berbuat janji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, cerita itu… ada di alamat ini  http://leonhakim.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(I cried for my brother six times)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113388220281062453?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113388220281062453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113388220281062453&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113388220281062453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113388220281062453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/12/sumpe-loe.html' title='Sumpe, loe?!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113320175042379971</id><published>2005-11-29T01:14:00.000+07:00</published><updated>2005-11-29T01:15:50.440+07:00</updated><title type='text'>Si Galak Manyun</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu gua janjian nonton dengan temen di PI Mall. Mengingat waktunya udah mepet, secara gua baru bisa nyampe di sana jam 7.50 malam, 10 menit sebelum pertunjukan di mulai, bisa dibayangkan &lt;i&gt;tension&lt;/i&gt;nya mengejar tenggat waktu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah gua di PI Mall 1 dengan terburu-buru.  Bukan rahasia lagi kalau mencari parkir di PI Mall ini dibutuhkan keahlian juga kesabaran khusus.  Perhatikan segala gerak-gerik orang yang sedang lalu lalang di seputaran parkiran.  Apakah mereka membawa kantong belanja atau cuma melenggang saja.  Apakah lampu mobil (yang biasanya terlihat dari belakang) itu merah atau tidak.  Tanda-tanda tadi bisa menjadi indikasi apakah orang tersebut baru saja sampai atau malah akan beranjak pulang.  Dengan demikian kita bisa bersiap-siap mengambil tempat parkir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-2 putaran udah dilakukan gua masih belum mendapat parkir.  Sehingga gua putuskan untuk mencari di bagian pintu keluar Hero.  Tepat di depan dinding panjat tebing terlihat ada sebuah mobil yang baru menyala.  Benar kiranya, lampu mobil tersebut berubah menjadi warna putih, yang artinya mobil akan mundur dan beranjak cabut. Dengan sigap gua langsung memutar balik mobil dan mengambil posisi di depan mobil tersebut sambil menyalakan lampu sen kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama mobil inceran gua itu kabur tiba-tiba dari belakang antrian masuk sebuah mobil menyerobot masuk ke spot parkir gua!  Langsung dong, secara gua orangnya temperamental di jalanan, gua klaksonin tuh mobil dengan gencar. Cukup membuat bising sekitarnya.  Untungnya ada satpam yang sedang berjaga di situ dan melihat keadaan itu, dia pun menghampiri pengemudinya kemudian memberitahukan ‘duduk perkaranya’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian mobil tersebut langsung mundur lagi dan bergegas keluar.  Ketika hendak berpapasan dengan gua terlihat jendela si pengemudi terbuka.  Eng ing eeeeng mau ngomong apa lagi nih orang sekarang.  Refleks gua juga menurunkan jendela gua, menunggu reaksi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi?  Dari dalam mobil tampak seorang bapak-bapak berperawakan tua melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah gua.  Berwibawa sekali senyumnya.  Sekilas terdengar dia mengatakan sesuatu, mungkin minta maaf.  Muke gua yang tadinya setelan ribut pun segera direvisi menjadi muke senyum ramah yang amat sangat.  Antara lega, senang sekaligus kecut gua membalas lambaian bapak tadi dan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin, Jakarta!  Masih ada orang-orang seperti dia tadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113320175042379971?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113320175042379971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113320175042379971&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113320175042379971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113320175042379971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/11/si-galak-manyun.html' title='Si Galak Manyun'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113274993703615182</id><published>2005-11-23T19:25:00.000+07:00</published><updated>2005-11-23T19:45:37.076+07:00</updated><title type='text'>Tuliskan Sajak Buatku</title><content type='html'>Tuliskan sajak buatku&lt;br /&gt;Tanda-tanda alam sering kuabaikan&lt;br /&gt;dan alur di telapak tanganku bukanlah nasib&lt;br /&gt;Hidupku hanya bergantung doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan sajak buatku&lt;br /&gt;Seperti cerita Sulaiman dan Mazmur&lt;br /&gt;Bukan puja dan bunga&lt;br /&gt;Hanya syukur dan kebesaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan sajak buatku&lt;br /&gt;Tentang sengsara dan kefanaan&lt;br /&gt;Kesombongan dan nafsu&lt;br /&gt;Sinar hanya terlihat dengan gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan sajak buatku&lt;br /&gt;Walau pinta harus berwujud harap&lt;br /&gt;Biarkan itu yang kupunya&lt;br /&gt;Agar sesal nanti berpaling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok,&lt;br /&gt;sebelum matahari bersinar lagi&lt;br /&gt;Tuliskan sajak buatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113274993703615182?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113274993703615182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113274993703615182&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113274993703615182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113274993703615182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/11/tuliskan-sajak-buatku.html' title='Tuliskan Sajak Buatku'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-113259167530853118</id><published>2005-11-21T23:44:00.000+07:00</published><updated>2005-11-21T23:47:55.323+07:00</updated><title type='text'>Kesukaan Akan Kesuku-sukuan</title><content type='html'>Beberapa orang teman gua sedang membahas sebuah rangkaian pencopet yang sudah berkali-kali beraksi di sebuah supermarket di daerah Cibubur.  Sindikat pencopet tersebut disinyalir adalah segerombolan orang Batak dengan modus operandi yang lambat laun mulai terbaca polanya.  Sebagai satu-satunya orang Batak di ruangan itu, gua pun mendapat tatapan 'jenaka' dari teman-teman.  Bisa dibayangkan, tipikal muka Batak yang bersegi-segi, cenderung seram atau kasar, ditambah dengan suara yang jarang bervolume pelan.  Sering terdengar membentak.  Paling tidak itu yang sering gua dengar mengenai ciri-ciri suku Batak.&lt;br /&gt;Jadi, Batak umumnya pencopet dengan ciri-ciri di atas?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman gua pernah berkata ‘lebih baik mengaku orang Menado daripada mengaku orang Cina’.  Dengan perawakan yang sipit dan cenderung berkulit putih, Menado dan Cina memang mirip.  Seperti kita tau pada umumnya kaum ini, di Indonesia, sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dalam kesejajarannya berwarganegara.  Walau pun kita selalu berteriak histeris penuh gembira ketika menyaksikan mereka memenangkan kejuaraan-kejuaran bulutangkis internasional.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini muka Arab sering menjadi tudingan tersendiri dalam benak masing-masing orang.  Tentu saja hal-hal yang mengacu pada aksi teror biadab belakangan ini.  Sosok yang sering diasosiasikan dengan atribut berjanggut, berpakaian kurung, atau aksen tertentu dalam berbicara sudah bisa masuk dalam kategori ‘patut dicurigai’.  Ironisnya, tidak sedikit dari ciri-ciri tersebut berada di negri kita ini.  Dan ketika memang beberapa orang dari kawanan itu benar-benar melakukan aksi biadab tersebut, kita kewalahan mengatasinya.  Seakan-akan tidak siap akan fenomena baru ini. Tidak seperti orang Batak dan Cina atau contoh-contoh kesukuan lainnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita siap dengan fenomena-fenomena baru lagi nanti?  Bahwa mungkin orang Betawi tidak selugu itu.  Orang Minang tidak se’pedagang’ itu.  Bahkan bule ada juga yang bego.  Dan.. kita sendiri tidak sepicik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya deh, fenomena itu nggak perlu ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-113259167530853118?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/113259167530853118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=113259167530853118&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113259167530853118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/113259167530853118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/11/kesukaan-akan-kesuku-sukuan.html' title='Kesukaan Akan Kesuku-sukuan'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112911741869654053</id><published>2005-10-12T18:26:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T18:43:38.736+07:00</updated><title type='text'>Imagine</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/puasacopy.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja itu cuma usul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke kantor tadi, di sebuah jembatan penyeberangan terpampang sebuah spanduk yang bertuliskan &lt;i&gt;"Sabar dong.. khan puasa."&lt;/i&gt;. Tentu saja pesan spanduk tersebut benar-benar sampai pada orang-orang yang membacanya. Ini bulan Ramadhan, bulan puasa, sabar-sabarlah dengan segala bentuk godaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang bulan puasa ini berdampak baik bagi kita-kita. Jalanan jadi lebih lengang. Segala keruwetan di kantor menjadi lebih terfilter. Ngga gitu tega untuk memaki :). Untuk beberapa yang berdiet bisa lebih tersalurkan. Dan masih banyak lagi contoh yang bisa dilihat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;As for me&lt;/i&gt;, malah jadi lebih sering makan. Secara gua gak puasa dan sering ikutan buka puasa, pun dulu masih sering ikutan sahur juga. Gendut dah ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kenapa juga gak gitu tiap hari? &lt;br /&gt;Gua gak akan mengupas apa makna dari Ramadhan di sini. Kita pasti sudah tahu. Semua itu baik. Yang patut kita pikirkan adalah bagaimana menjalani setiap harinya seperti bulan Ramadhan ini. Abis itu berkasih-kasihan seperti di suasana Natal. Terus bercayang-cayangan kayak hari Valentine. Berbagi Angpao kayak tahun baru Cina. Udah gitu nyepi tanpa gangguan seperti di hari Nyepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai?&lt;br /&gt;Belum tentu. Coba aja dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112911741869654053?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112911741869654053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112911741869654053&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112911741869654053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112911741869654053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/10/imagine.html' title='Imagine'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112868884709256738</id><published>2005-10-07T19:34:00.000+07:00</published><updated>2005-10-07T19:40:47.100+07:00</updated><title type='text'>Puisi Cinta (Terputus)</title><content type='html'>Aku tahu kau akan pergi&lt;br /&gt;Jangan pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menjadi orang asing lagi&lt;br /&gt;Bertemu dan jatuh cinta lagi&lt;br /&gt;Berciuman dan mengenal lagi&lt;br /&gt;Remaja comblangan si cupid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bulan, aku matahari&lt;br /&gt;Kau matahari, kau bulan&lt;br /&gt;Tak pernah aku&lt;br /&gt;Selalu aku, tak pernah kita&lt;br /&gt;Sejak kapan siang dan malam kawin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan hari &lt;br /&gt;Selalu datang dan kulewati &lt;br /&gt;Tapi tidak lagi cita itu&lt;br /&gt;Seribu tahun seribu hendak&lt;br /&gt;Dua hati tak berumus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nanti kita bertemu&lt;br /&gt;Jangan palingkan wajahmu&lt;br /&gt;Paling tidak bukan hatimu&lt;br /&gt;Tataplah, kita hanya bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kau akan pergi&lt;br /&gt;Pergilah, agar kita bertemu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Teruntuk temanku, dan temanku.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112868884709256738?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112868884709256738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112868884709256738&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112868884709256738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112868884709256738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/10/puisi-cinta-terputus.html' title='Puisi Cinta (Terputus)'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112845152290583213</id><published>2005-10-05T01:30:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T01:45:22.946+07:00</updated><title type='text'>Akhirnya Gua Nonton 'Janji Joni'</title><content type='html'>Setiap orang memang mewakili zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia tumbuh dengan alunan ganteng Tom Jones, bisa dilihat dengan gayanya yang  &lt;i&gt;gallant&lt;/i&gt;, sedikit cunihin dan tentunya &lt;i&gt;vocabulary&lt;/i&gt; yang bussset dah, toku banget tuh bahasa! &lt;i&gt;Bukan begitu zus?&lt;/i&gt; *sembari mengerling*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum cukup? Oke.&lt;br /&gt;Beberapa orang generasi gua tumbuh dengan musik &lt;i&gt;grunge&lt;/i&gt;. Masih rock, tidak lagi rambut sasak, tidak lagi glam, dan agak gengsi mendayu-dayu seperti Amy Search. Film-filmnya pun karya (pada saat itu absurd) Lynch, Tarantino dan sesekali Polanski. Pokoknya kritis, terdengar smart, dan semangat sekali mengawali generasi baru. Secara generasi sebelumnya sudah mulai usang dan gak up to date lagi. Ingat waktu grup Poison atau Stryper mulai dibilang banci kan? Padahal mereka rock n roll lho.. teuteup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah film Janji Joni ini.&lt;br /&gt;Bak mengikuti perjalanan Michael Jackson dari hidung bulat sampai moncong ikan marlin. &lt;i&gt;Moonwalk, ‘hee-hee’&lt;/i&gt;, garuk biji dan berdiri berjingkat. Semuanya seperti tertuang di film ini. Kentara sekali referensi dari sang sutradaranya. Idiom ini, sosial itu, film ini-itu sampai Kejarlah daku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal film gua udah bersiap-siap melakukan ‘serangan-serangan’ a la Diki Satya. Mengingat bahasan gua di atas, sutradara ini pasti gak jauh beda umurnya dengan gua. Dan pastinya, gak beda jauh pula dengan obrolan-obrolan ngupi-ngupi anak muda zaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di suatu scene ketika narasi Nico mengatakan&lt;i&gt; “...Dan gua pun tidak percaya lagi sama apa yang dikatakan kritikus film!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua pun terdiam. Kalimat itu, bisa jadi ditujukan buat gua, si tukang kritik. Atau juga ‘agar supaya’ si sutradara sudah terlebih dahulu membuat benteng pertahanannya akan sebuah karya yang sudah disajikan. &lt;i&gt;An early gun for a sound of whistle&lt;/i&gt;, mungkin begitu.&lt;br /&gt;Gua pun lantas mengurung niat untuk memberi kritikan sana-sini dan kemudian melanjutkan film tersebut sampai habis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti yang pernah gua tulis &lt;a href="http://dikisatya.blogspot.com/2005_05_01_dikisatya_archive.html"target=new&gt;sebelumnya&lt;/a&gt; tentang film Janji Joni ini, gua menghargai effortnya. Semangatnya. Semangat perfilman nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus piala citra!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ps. (dalam lafal Medan) &lt;i&gt;Jok, bikin yang 2000 sikit lah. 90 kali ini!..&lt;/i&gt; ☺&lt;br /&gt;Ps. Desainer poster film ini temen gua. Cantik banget. Sumpe. Hi hi.&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112845152290583213?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112845152290583213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112845152290583213&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112845152290583213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112845152290583213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/10/akhirnya-gua-nonton-janji-joni.html' title='Akhirnya Gua Nonton &apos;Janji Joni&apos;'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112839775531368075</id><published>2005-10-04T10:48:00.000+07:00</published><updated>2005-10-04T10:49:15.320+07:00</updated><title type='text'>Cari |Sudut Pandang| Yang Lain</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Pemerintah keterlaluan.&lt;br /&gt;Bom meledak lagi di Bali.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 2 headline dari harian KOMPAS dua hari belakangan ini. Pada edisi Sabtu mengenai BBM dan Minggu tentang bom Bali.  2 hari berturut-turut kita harus prihatin lagi akan Negara ini.  Belum selesai masalah-masalah lain sudah ada pula masalah baru. Menurut Ariadi Abimanju, orang iklan mempunyai profesi paling asik. Tiap hari menghadapi masalah baru. Tapi kali ini dia salah. Ternyata presiden juga. Gitu loh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah. Mau apa sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mau merengek BBM turun sampai telanjang? Berduyun-duyun antri untuk jatah bensin seminggu dan mogok seharianAtau mengharap Tritura terulang lagi? Yang mungkin disusul dengan G30SPKI dan Mei 98?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mengutuk teroris dengan jaringan mereka yang melebihi jaringan perusahaan multi-nasional? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan. Lakukan yang sepantasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepantasnya juga kita tidak melulu merengek dan mengeluh. Disuruh kerja lebih keras kok ya gak mau gitu loh. Gua gak pernah ingat ada sebuah barang yang masih dalam nominal yang sama sejak gua lahir. Ibarat film Hollywood yang seru atau romantis, kita hanya menyesali kalau film itu berakhir. Dan berharap ada sequelnya. Kenapa tidak kita aja yang bikin sequelnya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom.&lt;br /&gt;Lebih besar bom di hati. Gua yakin si pembom tersebut, menurut versi dia, melakukan tugas mulia dari satu tujuan. Tujuan apa terserah. Benar salah Tuhan yang tau. Kenapa juga kita tidak seperti teroris itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki determinasi yang tinggi untuk satu tujuan yang (kita harap) mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faidzin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112839775531368075?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112839775531368075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112839775531368075&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112839775531368075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112839775531368075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/10/cari-sudut-pandang-yang-lain.html' title='Cari |Sudut Pandang| Yang Lain'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112798991125790723</id><published>2005-09-29T17:08:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T18:13:47.776+07:00</updated><title type='text'>Ruang Kosong</title><content type='html'>&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/okey.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;i&gt;“Lorong Jiwa”&lt;/i&gt; orang-orang menyebutnya. Ruangan itu memanjang ke dalam seperti lorong. Di kanan-kirinya terdapat rak-rak buku.&lt;br /&gt;Dari situ Pendeta Ken sering ‘mengambil’ petuah kata dan nasihat. &lt;i&gt;'Seperti tertulis di kitab ini... Seperti tercatat di kejadian ini...  Seperti arti dari lukisan ini...'&lt;/i&gt; Banyak sekali pengetahuan dari lorong itu. Juga kedamaian.&lt;br /&gt;Siapa saja yang memasuki ruangan itu seperti mendapat penyegaran hidup. Walau tidak pernah terjadi mujizat mata dan hal-hal lain seperti acara di televisi. Semua senang, semua penuh, semua semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini bukanlah hari yang biasa. Ruangan itu terkunci. Sudah 4 hari dia berada di dalam ruangan itu. Hanya beberapa staf gereja saja yang diizinkan masuk. Pun untuk mengantarkan makanan. Tidak lebih dari itu. Pendeta Ken terlihat bungkam. Senyum kesehariannya digantikan oleh cambang putih di sekitar rahangnya. Lantainya berserakan oleh buku-buku. Rak buku itu pun terlihat lengang dan kosong.&lt;br /&gt;Hanya itu yang bisa diceritakan seorang penitua ketika keluar dari ruangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaat pun mulai bertanya-tanya apa gerangan. Beberapa jadwal rutin gereja tertunda oleh ketidakhadiran Pendeta Ken. Mereka mulai khawatir akan perubahan yang begitu drastis ini. Ironisnya, untuk bertanya langsung saja sepertinya berat sekali. Wibawa Pendeta Ken mampu mengalahkan keragu-raguan mereka. Jemaat itu terlalu mengagungkan sosok pendeta itu. Dia adalah bapak, pemimpin, mentor, sahabat bagi semua orang. Hanya saja mereka menempatkannya lebih tinggi dari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga diutuslah Pendeta Rick, sahabat dekatnya, untuk datang menemui Pendeta Ken. Sahabatnya yang temperamental ini dipercaya bisa memecahkan teka-teki yang sudah hampir seminggu ini membuat risau banyak pihak. Pendeta Rick terkenal &lt;i&gt;‘straight forward’&lt;/i&gt; dalam bertutur. Keras, cenderung membentak. Sering sekali tidak terbantah dan mengundang kontroversi. Hanya Pendeta Ken yang mampu berbicara dalam bahasa yang sama dengannya yang kemudian mengejawantahkan pendapat-pendapatnya ke dalam bahasa yang lebih dimengerti awam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini justru situasi berbalik. Pendeta Rick harus memainkan peran yang tidak biasanya dia lakoni. “Menjadi si baik ??” guraunya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;...&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Rick tiba 1 hari kemudian setelah panggilan itu. Sudah hampir seminggu artinya.&lt;br /&gt;Ketukan pintunya saja sudah membuat Pendeta Ken tersenyum. Siapa lagi yang mengetuk pintu dengan irama “Hallelujah-Handel”.. pasti si Rick!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tahu kenapa aku di sini, kawan?” kalimat pertama yang terucap Pendeta Rick. Si straight forward. Pendeta Ken menjawab dengan senyuman kuyu. Mukanya memucat kurang matahari. Di keningnya selalu ada keringat dingin. Dan kerutan itu bertambah, menurut Rick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak seperti ini Ken. Kau selalu punya jawaban. Kau selalu tahu segala hal. Orang-orang selalu datang padamu dan sekarang pun mereka datang padamu untuk mengetahui keadaanmu…” Rick mulai emosi “ keadaanmu yang bungkam ini..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muka Ken mulai berubah. Tak kuasa ditahannya lagi. “Rick, kita sudah berapa lama menjadi pendeta..30 tahun bukan? 30 tahun melayani umat Tuhan. Menjawab panggilanNya. Memberikan inspirasi bagi mereka yang putus asa. Memberi dorongan bagi yang berduka. Bergelut dengan problematika manusia. Bergumul dengan kepercayaan. Diancam. Dipertanyakan. Dituntut untuk selalu benar. &lt;i&gt;Zero error..&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu? Kau mulai kehilangan kepercayaan oleh pekerjaanmu?” Rick menyambar tidak sabar. Cemas sahabatnya kehilangan keyakinan. Setelah sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan.” bibir Ken mulai bergetar. Suaranya parau “Bertahun-tahun aku berdoa padaNya. Berbicara padanya. Akan segala hal. Tentang menjadi pendeta. Tentang menjadi manusia. Beribu-ribu doa sudah. Beribu-ribu AMEN. Tapi sekarang aku merasa ada yang hilang. Ada yang tak kudapat lagi belakangan ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau sudah lupa berdoa?” tebak Rick khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ken mulai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Kurang lebih. Aku kehilangan doaku. Aku kehilangan baiknya doa. Aku kehilangan apa artinya berdoa. Semua kuucapkan saja. Semua kuceritakan saja. Semua kumohon saja. Tak kudapat lagi harapan sebuah doa itu. Aku malu. Banyak orang kuajarkan berdoa. Kuajarkan pada mereka untuk memuji dan meminta juga berharap. Doaku hilang!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa tak kau minta saja padaNya? &lt;i&gt;You know&lt;/i&gt;.. berdoa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku lupa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kawan.. mari kita berdoa..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;...&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, dan hari-hari berikutnya, Pendeta Ken kembali melayani umatnya di gereja itu. Tidak ada lagi ruang terkunci. Tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan tentang doa. Dia semakin giat mengajak orang berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"And in the naked light I saw&lt;br /&gt;Ten thousand people, maybe more.&lt;br /&gt;People talking without speaking,&lt;br /&gt;People hearing without listening,&lt;br /&gt;People writing songs that voices never share&lt;br /&gt;And no one deared&lt;br /&gt;Disturb the sound of silence.." &lt;b&gt;&lt;br /&gt;Simon &amp; Garfunkel, Sound of Silence&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Thanks to &lt;a href="http://kawanjaja.blogspot.com"target=new&gt;Jaja&lt;/a&gt; atas judulnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112798991125790723?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112798991125790723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112798991125790723&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112798991125790723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112798991125790723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/ruang-kosong.html' title='Ruang Kosong'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112781278154728009</id><published>2005-09-27T16:16:00.000+07:00</published><updated>2005-09-27T17:20:30.573+07:00</updated><title type='text'>Melamun</title><content type='html'>Di pekarangan rumah. Rumput hijau. Bunga-bunga. Nemenin Kiara lagi makan. Mengganggu tepatnya. Wong lagi makan kok dicium-cium terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pantai. Kuta, mungkin. Pasir. Kiara main air. Mamanya mungkin udah bilangin supaya jangan berlama-lama di air. Mungkin tangannya mulai keriput. Ah Papa juga gitu dulu. Mama juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore yang acak. Nonton di 21. Belum tentu film anak-anak. Bedua aja ama Kiara. Nanti dijemput sama Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 2 pagi. Terbangun. Papanya berisik banget nonton Arsenal. Kiara ikutan nonton. Sampai akhirnya tertidur. Biasanya juga Papanya yang ketiduran duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu di depan piano sama Kiara. Kalau bisa ngga usah lagu-lagu &lt;i&gt;"Pada Hari Minggu"&lt;/i&gt;. Langsung aja ke &lt;i&gt;“Til There Was You”&lt;/i&gt;.. atau &lt;i&gt;“I Will”&lt;/i&gt;. Tapi jangan &lt;i&gt;“Blackbird”&lt;/i&gt;. Terlalu dini. Terlalu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa, who is Sting?”. Mungkin gua akan melanjutkan cerita Piglet tadi.&lt;br /&gt;Dan suatu hari nanti gua toh akan belajar hal-hal baru lagi. Dari yang dia pelajari. Mungkin Mandarin, French, Kumon, dan yang pasti hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;...&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;5 menit lamunan yang menyenangkan sampai seseorang membuyarkan dengan:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik, lay outnya udah jadi. Tolong di cek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112781278154728009?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112781278154728009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112781278154728009&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112781278154728009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112781278154728009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/melamun.html' title='Melamun'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112767058962761684</id><published>2005-09-26T00:38:00.000+07:00</published><updated>2005-09-26T00:49:49.670+07:00</updated><title type='text'>Priwiiiiiiit, Merah loe!!</title><content type='html'>Robin van Persie dari Arsenal terlibat duel dengan salah seorang pemain Westham United ketika hendak merebut bola. Pluit wasit segera berderit. Para pemain pun segera mengerubungi wasit sembari memberi argumennya. Dan &lt;i&gt;‘priiit!’&lt;/i&gt; sekali lagi dibarengi dengan kartu kuning buat Teddy Sheringham. Lho?&lt;br /&gt;Iya, ternyata Teddy terlalu bersemangat protes sehingga menurut si wasit dia berhak mendapat peringatan atas &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt;nya tadi.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu Wayne Rooney dari MU juga begitu. Dikeluarkan dari lapangan karena aksi tidak senonohnya mengejek wasit dengan bertepuk tangan di hadapan wasit sebagai bentuk protes terhadap keputusan yang dia anggap sok asik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan dari kejadian tadi menjadi tidak penting. Gua lebih tertarik akan sosok seorang wasit di lapangan tadi yang bisa berbuat absolut tanpa terbantah atas segala keputusannya. Mau ngasi kartu kuning &lt;i&gt;kek&lt;/i&gt;, mau merah &lt;i&gt;kek&lt;/i&gt;, mau berhentiin permainan &lt;i&gt;kek&lt;/i&gt;, apa aja lah. Selagi masih dalam kisaran 90 menit permainan itu, boleh! Kalau pun nantinya ada keputusan yang tidak bijak atau pun salah, itu soal nanti. Mungkin bisa direvisi dan minta maaf. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Manusia gitu lho.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang ngga sih? Punya kekuasaan absolut seperti itu..&lt;br /&gt;Mungkin dengan bermodalkan &lt;i&gt;sempriwitan&lt;/i&gt; kita bisa berkendara di jalanan sambil mem&lt;i&gt;’prat-prit’&lt;/i&gt; orang-orang yang kita anggap layak mendapat peringatan dan bisa-bisa dikartu-merahkan dari jalanan. Satu solusi mimpi yang sangat menghibur di zaman sekarang ini. Pak polisi yang di jalan pun &lt;i&gt;ringan&lt;/i&gt; bebannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin atasan kita yang sering kita anggap menyebalkan. &lt;i&gt;Secara&lt;/i&gt; mungkin dia juga menganggap kita sebaliknya. Kalau suatu ketika kita menemukan konflik dengan dia, tinggal di&lt;i&gt;‘prit’&lt;/i&gt; aja. Selesai. &lt;br /&gt;Hal ini berlaku juga untuk klien-klien (mungkin topik yang ini lebih banyak peminatnya. Ngaku aja lah) yang sering membuat hidup kita menderita dari yang kita bayangkan. Daripada capek mendengar keluhan mereka atau bertengkar dengan pemikiran-pemikiran mereka, kenapa gak di&lt;i&gt;priwit&lt;/i&gt; aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri peringatan. Keluarkan dari lapangan.&lt;br /&gt;Hebat bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;...&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Jadi teman-teman,&lt;br /&gt;Sudah berapa kartu kuning yang kita dapatkan sampai akhirnya mendapat kartu merah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja dari jalan raya beserta bangsat-bangsat jalanannya. &lt;br /&gt;Mungkin juga dari bos yang menyebalkan tadi. Atau temen bos yang jadi klien itu.&lt;br /&gt;Mungkin juga dari klien yang selalu benar itu.&lt;br /&gt;Mungkin juga dari temen sendiri. Kekasih sendiri. Keluarga sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuhan gitu lho.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112767058962761684?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112767058962761684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112767058962761684&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112767058962761684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112767058962761684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/priwiiiiiiit-merah-loe.html' title='&lt;i&gt;Priwiiiiiiit&lt;/i&gt;, Merah loe!!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112748737985613960</id><published>2005-09-23T21:51:00.000+07:00</published><updated>2005-09-23T21:56:19.866+07:00</updated><title type='text'>A Love Letter (Revisited)</title><content type='html'>&lt;i&gt;My Darling,&lt;br /&gt;How are you? It has been a month since I last heard from you. Are you eating well? Don't forget to wear your scarf which I have put in your bag. You always forget to wear it. Too dandy !, you always said. Please wear it. Winter is coming. There might be some storms too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“You will receive the most beautifully written letter that you ever read” That is what you told me when you said good bye. I was not really listening to you. I was too busy kissing you. I kissed you again. I looked at you. The handsome face. I kissed and hug you over again. I know you will be gone for a long time. I was savouring my last moment with you. &lt;br /&gt;Don't go, I said. I must, you told me with your eyes. Your dreams come above everything else. Even me. I will wait for you. You'll see.....you will understand later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So who is she?&lt;br /&gt;The one that made you blushed and quiet. Someone that you keep to yourself. You won't share with anyone. Is she taking good care of you ? as well as I ? Do I have to compete with her ?. It's allright. I will still wait for you here. You can even bring her with you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Darling,&lt;br /&gt;When are you coming home? The weather has been getting colder. The neighbors are staying indoor already. No one to talk to anymore. The street is empty except for the sound of wind. Not even a whisper heard. The leaves are changing its color. I am getting old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please come home, darling…&lt;br /&gt;Mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Inspired by the film "The Motorcycle Diaries (Diarios de Motocicleta)" and memories of past love letters)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan oleh &lt;a href="http://parkbenchsociety.blogs.friendster.com"target=new&gt;&lt;b&gt;Mas Yoodi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Very very tengkyu, Mas!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112748737985613960?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112748737985613960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112748737985613960&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112748737985613960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112748737985613960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/love-letter-revisited.html' title='A Love Letter &lt;i&gt;(Revisited)&lt;/i&gt;'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112706097966722000</id><published>2005-09-18T23:17:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T23:31:27.056+07:00</updated><title type='text'>Suka Nggak Suka, Ya Suka-Suka.</title><content type='html'>Gua pernah tinggal di Medan, Singapur, Bandung, Sydney dan sekarang di Jakarta. Dari kota-kota tersebut, di setiap tempat ibadah yang gua datangi selalu saja ada pendeta yang menjadi favorit. Biasanya yang masuk kategori favorit tersebut adalah pendeta yang berkhotbah dengan alur cerita yang menarik, mungkin jenaka, gampang dimengerti, dan yang pasti, pendeta tersebut pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali pendeta-pendeta tersebut yang akan berkhotbah, pastinya gua akan dengan tekun mendengarkan. Layaknya pelajaran matematika yang sedang menerangkan jalan pemecahannya ketimbang permasalahannya. Dibarengi senyum-senyum sumringah dan posisi duduk yang agak gelisah karena terlalu bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau kebetulan pendetanya tidak begitu menarik atau bahkan tidak berkenan di hati, dengan ogah-ogahan gua mendengarkannya sambil berharap khotbah tersebut selesai dengan cepat. Dalam kesempatan lain, kalau tidak ngantuk, juga biasanya gua akan berargumentasi di dalam hati akan topik-topik yang diketengahkan. Entah itu protes,  mengupas sendiri permasalahannya, atau bisa jadi akhirnya gua membuat teori sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara tidak sadar dua hal &lt;i&gt;‘like and dislike’&lt;/i&gt; tadi sudah memberi buah pikiran sendiri buat gua. Hal yang disukai langsung dicerna dengan baik dan menjadi semangat tersendiri, sementara hal yang tidak begitu disukai menjadi bahan diskusi yang menarik juga. Dan diharapkan berbuah baik. Untuk tujuan yang baik, tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat buku &lt;b&gt;“Lanturan Tapi Relevan”&lt;/b&gt;nya &lt;b&gt;Budiman Hakim&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Djito Kasilo&lt;/b&gt; pernah berucap kurang lebih begini: “Yang mendapati buku ini baik semoga berguna. Yang tidak suka buku ini, semoga berguna juga.” &lt;i&gt;Bise aje lu, Mas!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya hasil &lt;b&gt;Citra Pariwara&lt;/b&gt; tahun ini. (Penganugerahan karya iklan terbaik Indonesia, kurang lebih begitu.). Satu kabar menggembirakan telah menjadi kepunyaan teman-teman di &lt;b&gt;McCann Erikson&lt;/b&gt; yang mendapat penghargaan Best of The Best. &lt;br /&gt;Sebuah hal yang tidak begitu umum terdengar di kalangan industri iklan. Tanya kenapa? Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari buku ngelantur itu, atau dalam keputusan best of the best tadi, ada saja pihak-pihak yang merasa kurang dan/atau tidak setuju akan hasil tersebut. Bahkan kalau mau ditarik lebih jauh lagi, kecewa. Silakanlah kecewa. Silakanlah protes. Silakan buat sendiri teorinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dari situ akan berbuah satu buah pemikiran yang lebih baik, bukankah itu baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Nikmatnya kalau ide-ide, ingatan-ingatan, pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, bisa keluar." &lt;b&gt;yogaadh@yahoo.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112706097966722000?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112706097966722000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112706097966722000&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112706097966722000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112706097966722000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/suka-nggak-suka-ya-suka-suka.html' title='Suka Nggak Suka, Ya Suka-Suka.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112691670832887042</id><published>2005-09-17T07:18:00.000+07:00</published><updated>2005-09-17T07:28:59.156+07:00</updated><title type='text'>Onca Mora</title><content type='html'>“Tapi lu kan temen gue! Dari kapan tau juga lu udah ngeliat gua manggung, nyanyi jejingkrakan gak karuan. Kenapa mesti sekarang lu histeris ngeliat aksi panggung gua?? Mending manggung, kalo musik gua dipasang di radio aja lu masih ngikut nyanyi kayak fans-fans pada umumnya. Tereak-tereak histeris bahkan bisa lebih cewek dari fans cewek, mewek-mewek gitu. Plis dong.. lu bikin gua rikuh aja jadi temen lu. Lu masih temen gua men, bukan fans-fans banget.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hahaha.. gak bisa ‘Ca!.. Gak bisaaa!.. Lu tuh semenjak gabung ama Dewo jadi gokil bangeeet. Vokal lu maksimal, di Indonesia mana ada penyanyi punya jenis suara kayak lu, coba? Siapa coba? Ngga ada meeeen. Vokal lu tuh &lt;i&gt;matching&lt;/i&gt; banget ama lagu-lagunya si Deni. Dulu-dulu mah gua kagak mau ngedengerin bandnya si Deni. Sok asik, lagu-lagunya masih cemen, niru-niru TOTO, sekarang-sekarang aja si Deni makin bagus, itu juga karena doi ketemu ame luuu.. makanya.. Elu ama si Deni bikin gua termehe-mehe.. Hahahahaha..Tob dah ah!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lah jadi dulu-dulu gua nyanyi, manggung gitu, lu masih datar-datar aja dong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engga siiiih. Secara suara lu dimirip-miripin Sting, okelah. Tapi itu kan dulu. Lagu-lagu yang lu bawain lagu orang.. Sekarang ini lu lebih bisa bilang ‘Ini nih..Onca. Kagak mirip sape-sape. Bawa lagu sendiri, gak perlu cover version bla bla bla..’ gituuu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rese. Bener juga lu. Hehehe.. Okelah.. tapi plis dong ah. Lu gak usah kayak gitu tiap kali ada lagu-lagu Dewo kedengaran. &lt;i&gt;At least&lt;/i&gt; gak usah di depan gua deh. Risih gua. Lu kan temen gua. Oh iya. Satu lagi, lu gua kasih &lt;i&gt;backstage&lt;/i&gt; pass aja deh kalo Dewo lagi manggung.. Daripada lu maksa-maksa harus di &lt;i&gt;front row&lt;/i&gt; bareng fans yang lain.. Lu tuh udah tua meeeen.. udah gak pantes begituan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;i&gt;Cannot help it my man!&lt;/i&gt; Enerji yang gua dapet dari suara lu itu bikin gua gokil, sob! Hihihi.. masa lu mau ngorbanin fans. Lagian gua gak tau deh kalo suatu saat lu keluar dari band Dewo, gua masih sehisteris itu ato nggak ngeliat/ngedengerin lu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah.. gombal lu!. Eh.. maksud lu? Gua mau dikeluarin? Eh.. serius lu?? Denger dari siapa lu? Wah.. jangan becanda lu!! Hei..hei..!! Woi!!.. Cerita dong woi!!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112691670832887042?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112691670832887042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112691670832887042&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112691670832887042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112691670832887042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/onca-mora.html' title='Onca Mora'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112660412644134091</id><published>2005-09-13T16:26:00.000+07:00</published><updated>2005-09-13T16:35:26.446+07:00</updated><title type='text'>Kamyu Yang Mana?</title><content type='html'>“Oke. Kita jalan dengan mereka. Budget 2M.” | “Geng, ngupi yuuk.. butek banget niiih” | “Cong, tau gak siiiiiiy… si itu nelpon lagi.. trus dia..” | “Ma, kok kiriman bulanan adik belum nyampe?..” | “Mas, aku nganterin titipan Tante X dulu ke Cilandak..” | “Astuti, tolong kamu siapkan materi presentasi besok.” | “Coy, kemaren lu beli velg-nya brokap? Gua mau lego nih..” | “Bos, ada barang baru nih☺” | “Nanti malam jadi?” | “Brur, gua masih stuck di tol, tolong bilangin ya..” | “Dek, kamu tadi pesen yang pake toge gak?” | “Sayang, hari ini aku lembur lagi..” | “Pak, proposalnya sudah saya kirim..” | “ Gua pegang Udinese, fur stengah ya” | “Udah makan blum?” | "Besok jangan telat. Kumpul di kantor jam 7." | “Otw” | “Bos, ada lowongan gak?” | “Kangen.” | “Tolong siapin indomi, aku udah di jalan, laper ;p.” | “ Sayang, kamu udah bayar tagihannya blum?” | “ Nomat yuk.” | “Bokapnya si Anu meninggal tolong kasi tau yang lain..” | “ Klien minta revisi lagi. “ | “Tolong hubungi saya, penting.” | "Ada salon baru di X, katanya pecahannya si Z, yuk :)" | “Besok ada rapat dewan di kantor pusat” | “ Udah di mana lu? Emak udah kebakaran jenggot :P” | “Kamu masih cinta akyu kyaaaaan?” | “Flight pertama dari Singapur.” | “Miss you too.” | “ Mbak, rok jinsnya aku pinjem ya” | “Gak bisa. Budgetnya udah segitu. Kita cuma ambil 12%.” | "Udah boarding. Ntar nyampe dikbri" | “Congki, temen lu cakep ya bo..” | “Passwordnya apa?” | “Haluuu gua lagi di Indo nih..” | “Sinyal putus2. Ntar gw telpon dari kantor” | “Kamu punya catetan IAD gak? Pinjem dong. Aku kasih coklat deh..” | “ K**tol!” | “Sob, bini gua gak ngijinin” | “NMG Sale up to 70%” | “Udah gw email. Tolong dicek. Tx” | “Antasari macet. Ambil Kemang aja.” | “Nebeng dong” | “Bukan, yang item.” |  “Kamu istirahat aja dulu..” | “Temen loe reseeeee!!” | “Ati-ati aja. Reputasinya jelek.” | “Si kecil demam” | “4-3. Adu penalti” | “Majuin 1 jam. Doi suka lelet.” | “Aku mau ngomong” | “Dapetnya 2 dari depan” | “Papa, transferin pulsa dooong.” | “Gua telat. Nganter istri dulu.” | “Udah di parkiran.” | “Arisan ditunda. Pada gak bisa.” | “Lt 5. Titip ke resepsionis aja.” | “Denger2 lagi pdkt nih ;p” | “PS3 dah keluar! Sokil gob.” | “We’re down to 4.5” | “Titip mata aja. Kali ada yang lucu” | “Besok pake baju apa ke kawinannya?” | “Udah-udah. Ngga usah diterusin bacanya. Ini cuma khayalan gua tentang inbox-inbox orang di henpon ;). &lt;ds&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Barang siapa mendapati tulisan di atas menjadi sebuah ide, maka ide tersebut sah-sah saja dan tidak perlu ada sangkut pautnya dengan tulisan ini maupun si penulis. Secara &lt;b&gt;Glenn Marsalim&lt;/b&gt; pernah bilang: &lt;b&gt;"It doesn't matter if you have a small idea. Making people have ideas will make you big."&lt;/b&gt;]&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112660412644134091?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112660412644134091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112660412644134091&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112660412644134091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112660412644134091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/kamyu-yang-mana.html' title='Kamyu Yang Mana?'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112627046798865522</id><published>2005-09-09T19:22:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T19:54:28.036+07:00</updated><title type='text'>Hari Ini, Ke Depan.</title><content type='html'>&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/kiarasepeda.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;Kiaraku hari ini ulang tahun. Yang ke-1!. Giginya sudah tumbuh 4. Dua di atas, dua di bawah. Yang satu lagi mau numbuh lagi. Mungkin itu yang bikin dia suka rewel belakangan ini. Belajar jalannya juga sudah mulai berani. Biasanya dipegang dua tangan sekarang sudah satu tangan. Dan udah mulai ngebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongnya ? jangan ditanya. Sudah banyak ocehan dan tereakan-tereakan bassnya. Hanya saja memang masih berkonsonan &lt;i&gt;“papa”&lt;/i&gt; doang. Yang suka bikin sirik Mama-nya. &lt;i&gt;Kok papa doang yang disebut?&lt;/i&gt;. Jangan siriklah Ma, kalo udah malam-malam toh papa-nya suka kalah pamor. Yoi, Kiara cuma mau bobo sama Mama-nya kalau malam-malam. Mungkin karena Papanya suka ngegangguin. Atau janggut si Papa tajem-tajem, jadi suka bikin risih kalau dicium-cium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sudah. Nggak kerasa.&lt;br /&gt;Kiara sudah tumbuh cepat. Belajar banyak hal dan akan lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;Kami, mama-papa-nya juga begitu. Sudah setahun menjadi orang tua. Dan masih banyak juga yang ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi sore ketika baru pulang dari meeting dengan klien di Kuningan, dengan susah payah gua dengan teman harus berjalan kaki mencari taksi yang kosong. Kami berjalan dari Menara Kuningan sampai Rumah Sakit MMC. Maklum, sudah jam 5 sore, macetnya minta ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacetan ternyata dikarenakan juga oleh sekumpulan mahasiwa sedang ‘berziarah’ di depan Kedutaan Besar Australia. Salah satu teman mereka adalah korban peristiwa bom Kuningan, tepat setahun yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun yang lalu, Kiara lahir bertepatan dengan meledaknya bom di Kuningan. Tangisan pertamanya berbarengan juga dengan ledakan bom itu, juga tangisan kesedihan sebagai susulannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lahir, ada juga yang pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align=right src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/bedua.jpg" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Kiara sayangku,&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun.&lt;br /&gt;Bawalah tawa&lt;br /&gt;Gantikan yang hilang&lt;br /&gt;Satu senyummu&lt;br /&gt;Ceriakan setiap hariku&lt;br /&gt;Peluk cium, Mama-Papa.&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112627046798865522?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112627046798865522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112627046798865522&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112627046798865522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112627046798865522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/09/hari-ini-ke-depan.html' title='Hari Ini, Ke Depan.'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112507482994935048</id><published>2005-08-26T23:43:00.000+07:00</published><updated>2005-08-26T23:47:09.956+07:00</updated><title type='text'>Yang Goblok Ngacung!</title><content type='html'>“Dasar goblok!”&lt;br /&gt;Kalimat sakti itu akhirnya keluar juga dari mulut gua. Baru saja ada kejadian yang mutlak &lt;br /&gt;membuat gua harus bereaksi seperti itu. Ada orang yang tidak bisa membedakan kaca dan kertas. Ah sudahlah. Apa masalahnya menjadi tidak begitu penting lagi sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goblok. Bodoh. Bego. Satu kalimat yang sangat gua hindari untuk keluar dari mulut gua, untuk didengar dan (sayangnya lagi) dialamatkan kepada orang lain. Walau jujur, kata-kata itu sering sekali bersliweran di pikiran gua setiap kali sesuatu yang mengesalkan terjadi. Tapi kan dalam hati. Biarlah gua sendiri yang tau, ya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu seorang mentor gua pernah bertukas “Menyebut orang goblok hanya akan membuat diri kita terlihat sedikit lebih pintar!”. Itulah yang jadi alasan kenapa gua pelit sekali memakai kata-kata tersebut. Selain tidak baik. Gua juga nggak ingin jadi orang yang terlihat sedikit lebih pintar tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak dengan saat tadi gua mengumpat kata tersebut.&lt;br /&gt;Ada suatu perasaan lega. Perasaan nyata. Seakan-akan kata itu menjelma menjadi satu sosok yang hidup. Bisa dipegang, bahkan ditempeleng. Plak! Puas. Ternyata ada fakta lain dari sekedar nasihat mentor gua tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa, sesekali goblok itu harus dinyatakan. Untuk suatu fungsi yang benar dan diperlukan. Kalau memang goblok ya bilang goblok. Supaya jangan goblok (lagi). Atau jangan malah makin goblok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah dengan keyakinan dan tujuan yang baik. Terkadang sebuah nasihat tidak hanya keluar dari kalimat bijaksana yang memanjakan telinga dan hati untuk lantas dibawa menjadi semangat di hari Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesekali, ada baiknya juga kita membuka diri kita untuk dibilang goblok. Secara orang lain akan terlihat sedikit lebih pintar, gituloch!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112507482994935048?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112507482994935048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112507482994935048&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112507482994935048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112507482994935048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/08/yang-goblok-ngacung.html' title='Yang Goblok Ngacung!'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112421362740303648</id><published>2005-08-17T00:31:00.000+07:00</published><updated>2005-08-17T00:33:47.410+07:00</updated><title type='text'>Bila Saatnya Nanti</title><content type='html'>Kalau aku jatuh nanti hendaknya jasadku saja yang kau tangkap.&lt;br /&gt;Sebab ruhku tetap berdiri.&lt;br /&gt;Dan kata-kataku mengepak terbang jauh.&lt;br /&gt;Hinggap di hatimu.&lt;br /&gt;Melekang bagai rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di nisanku,&lt;br /&gt;Tak perlu kau tulis pahlawan.&lt;br /&gt;Hanya pahlawan yang mati!&lt;br /&gt;Aku tidak ingin mati.&lt;br /&gt;Biar umurku saja yang kau kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rampas saja milikku.&lt;br /&gt;Semuanya.&lt;br /&gt;Memang untukmu.&lt;br /&gt;Bertahun-tahun aku hidup, untuk apa?&lt;br /&gt;Untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan takkan pernah ada yang menyamaiku.&lt;br /&gt;Seorang anak hanya mewariskan bakat, harus lebih baik dari pendahulunya.&lt;br /&gt;Jadi, baiklah aku jadi lawanmu saja, kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bilang aku sombong.&lt;br /&gt;Kalau ternyata kau yang rendah diri.&lt;br /&gt;Jangan ingat namaku.&lt;br /&gt;Kalau nostalgia yang kau ceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan aku mati.&lt;br /&gt;Dalam semangatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini akan saya dedikasikan kepada seseorang. Bila saatnya nanti..&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112421362740303648?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112421362740303648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112421362740303648&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112421362740303648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112421362740303648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/08/bila-saatnya-nanti.html' title='Bila Saatnya Nanti'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112416376156546713</id><published>2005-08-16T10:40:00.000+07:00</published><updated>2005-08-18T10:34:02.056+07:00</updated><title type='text'>Mari Tidak Merayakan Hari Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;img align=left src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/j0178256.gif" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;Mari tidak merayakan hari kemerdekaan&lt;br /&gt;Kalau kita masih mengeluh atas ‘urunan 17an’ di kompleks rumah&lt;br /&gt;Atau terganggu dengan goyangan &lt;i&gt;speaker&lt;/i&gt; pentas dangdut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tidak merayakan hari kemerdekaan&lt;br /&gt;Kalau acara perayaannya itu-itu saja. Panjat pinang, makan kerupuk, masukin paku ke botol dan lain-lain kalau di akhir acara tidak mau ikut membersihkan sampah-sampah hasil pesta poranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tidak merayakan hari kemerdekaan&lt;br /&gt;Kalau masih mengeluhkan pemerintah dengan segala macam kesalahan manusiawinya. Seperti kita juga manusia. Rocker juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tidak merayakan hari kemerdekaan&lt;br /&gt;Kalau hanya merayakan 1 hari setahun untuk kemudian besok melupakannya. &lt;br /&gt;seperti hari raya lainnya kenapa tidak bisa puasa setiap hari hanya untuk menahan nafsu untuk berdosa. Atau berbagi kasih layaknya Natal setiap hari. Demikian juga Nyepi dari godaan. Atau berkasih-kasihlah setiap hari layaknya Valentine’s Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tidak merayakan hari kemerdekaan&lt;br /&gt;Kalau kita sendiri tidak mengerti kemerdekaan itu apa. Buat apa. Buat siapa. Karena apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah saja yuk?&lt;br /&gt;Nonton Pak SBY pidato. Mungkin dia bisa menjelaskan kemerdekaan itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112416376156546713?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112416376156546713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112416376156546713&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112416376156546713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112416376156546713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/08/mari-tidak-merayakan-hari-kemerdekaan.html' title='Mari Tidak Merayakan Hari Kemerdekaan'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112384254209134196</id><published>2005-08-12T17:25:00.000+07:00</published><updated>2005-08-12T17:29:02.100+07:00</updated><title type='text'>Nice Dream</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/komikSiDik4kolomnicedream.gif" alt="Image hosted by Photobucket.com"&gt;&lt;br /&gt;New York(e)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112384254209134196?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112384254209134196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112384254209134196&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112384254209134196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112384254209134196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/08/nice-dream.html' title='Nice Dream'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7843825.post-112356774145777122</id><published>2005-08-09T12:58:00.000+07:00</published><updated>2005-08-09T13:09:01.470+07:00</updated><title type='text'>Remaja oh Remaja</title><content type='html'>“Aha! Sebuah sayembara menulis! Aku akan mencobanya.” Seraya mengacungkan jari telunjuk dan tengah membentuk huruf “V”. Gaya yang biasa kita lihat pada kontestan-kontestan di acara TV &lt;i&gt;Takeshi Castle&lt;/i&gt;. Maklum, si Diki lagi getol-getolnya nulis. Ibarat ABG yang sedang ranum dan labil segala sesuatu yang berbau literatur bagaikan hal tabu yang menyihir hasratnya pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diki pun meng’klik’ link pengumuman sayembara yang ada di &lt;i&gt;bulletin board&lt;/i&gt; Frenster itu. Tajuk yang disayembarakan adalah membuat novel tentang remaja. Sesaat Diki terhenyak. “Eits! Usia tidak menghalangi sebuah kreatifitasan bukan?” hardiknya dalam hati. Memang untuk topik itu, bisa dibilang Diki sudah tidak remaja lagi. “lagian gua juga pernah remaja!” imbuhnya lagi. Ngotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa jabaran persyaratannya cukup banyak. Harus begini, harus begitu. Dikirim paling lambat tanggal sekian, diumuminnya berbulan-bulan kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ke satu poin yang bikin Diki tertegun. Ada suatu persyaratan yang berbunyi begini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;* Tema kehidupan remaja, isi tidak &lt;br /&gt;bertentangan dengan Pancasila dan UUD'45, &lt;br /&gt;serta tidak menimbulkan masalah &lt;br /&gt;pertentangan SARA.&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan Diki  mencerna kalimat tersebut. &lt;br /&gt;Tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD’45. &lt;br /&gt;Yang mana aja ya? Dia kembali mengingat-ingat 5 butir Pancasila itu. Secara acak dia bisa ingat lagi walau tidak fasih. Dalam cakupan lebar kalimat-kalimat di Pancasila tersebut, dia pun mereka-reka hal-hal apa saja yang tidak menyinggung burung gagah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau undang-undang?? Wah undang-undang kan banyak sekali. Sejauh yang dia bisa ingat, isinya banyak berupa larangan-larangan dan ganjarannya. Kalau tidak hukuman penjara, ya denda uang. Gitu-gitu deh. Tapi lagi-lagi Diki tidak tahu kejelasan atau pun batasan-batasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARA? Si cowok Jawa ndak boleh naksir ama si cewek mBatak, gitu? Atau mungkin dilarang membahas agama ini dengan agama itu. Dalam kehidupan romantika remaja, apa iya orang sudah mempermasalahkan agama, suku dan &lt;i&gt;uang&lt;/i&gt;?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang boleh diceritain hanya sebatas nongkrong di mall. &lt;i&gt;Cuwawa&lt;/i&gt;’an sana sini. Hepi-hepi. Pentas seni. &lt;i&gt;First kiss&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;Ngga deh boleh tuh ngebahas hamil di luar nikah. &lt;i&gt;First drunk&lt;/i&gt; di pentas seni. &lt;i&gt;Nilep&lt;/i&gt; uang ortu buat nongkrong di mall. Atau konflik-konflik lain yang bisa menyinggung negara ini. Bukan remaja itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh! Mau cerita remaja aja susah amat.&lt;br /&gt;Diki pun urung ikut. Imajinasinya terkurung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7843825-112356774145777122?l=dikisatya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikisatya.blogspot.com/feeds/112356774145777122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7843825&amp;postID=112356774145777122&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112356774145777122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7843825/posts/default/112356774145777122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikisatya.blogspot.com/2005/08/remaja-oh-remaja.html' title='Remaja oh Remaja'/><author><name>dikisatya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17985390731338409372</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v359/radicalous/selfportrait.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry></feed>
